kemaren di hari kelima puasa, entah kenapa gw merasa amat sangat menderita..
siang bolong kemaren dari jam 11-am sampe jam 2 gw ngerasa lemes & capek banget..
ga tau napa. (apa saur gw kurang mencukupi ya??)
akhirnya gara2 ujan juga, gw milih tidur aja, sambil nunggu sore *nunggu magrib & nunggu Dram Team*
bangun2 jam 3 lewat 10. langsung nonton MuBank & di lanjut ma DT.
nah..di DT kmaren minho cuma nonggol di awal aja, *gw rasa itu pas kjadian dia cedera dah..*
yasudalah, lanjut!!
malemnya gw teraweh di masjid sunda kelapa.
entah kenapa perut gw melilit dengan hinanya!!
mana gw dapet tempat deket AC pula!! makin menjadi2 deh perut gw.
gw parno takut dapet ternyata nggak, *gw rasa itu di sebabkan gw buka tadi makan sambelnya bakwan*
kemaren gw SMS-an ma Ika Onnie,
pas malem2 jam 11-an dia bilang klo di twitter ada yg bilang SHINee mo ke Indo tgl 12 okt 2010 di undang ma kedubes Korea.
spontan gw shock gila2an lah! gw langsung heboh ndiri, padahal berita belon jelas.
akhirnya pagi tadi gw buka semua forum SHINee yg da di FB gw.
ada yg ngirimin gw massage gitu jg, tapi tetep, masih belom pasti.
akhirnya gw buka page SWIF (SHINee World Indonesia Forum)
ada yg bilang di situ, katanya itu cuma RUMOR!!! alias BOONG!!!
KAMPRET!!!
Kesel bgt gw bacanya!!! baru malemnya seneng2, eh paginya langsung sakit ati gw...
sumpah gw pengen nangis bacanya, tapi gara2 lagi puasa ya gw tahan2-in aja *daripada batal*
klo emang bener itu cuma RUMOR, gw cuma berdoa buat yg nyebarin brita ga bener itu di beri ganjaran yg setimpal oleh ALLAH SWT
AMIN.....
S**** YOU!!!
Hello, SHINee World in here~~ ^o^
Senin, 16 Agustus 2010
Kamis, 12 Agustus 2010
Fail Cinderella part 1
Cast : Lee Hyun Jae, Kim Jong Hyun, Lee Tae Min, Choi Min Ho, Shin Hye Won, Shin Hyo Rim
“HYUN JAE!!!”
“Aish, mau tuli aku rasanya mendengar teriakkan itu.” Ucapku sambil menutup kupingku. Lalu berjalan ke arah suara yang memanggilku. “Waeyo Onnie.” Ucapku ogah-ogahan.
Gadis itu berdecak dan berkacak pinggang. “Cih, pakai tanya lagi kau! Mana bajuku? Kan tadi aku menyuruhmu menggosoknya!”
Kau pikir aku pembantumu apa!!
“Ne, onnie, akan aku ambilkan.” Ucapku berjalan gontai mengambil baju yang tadi aku setrika.
Saat sudah di hadapannya ia langsung menarik baju itu dengan kasar dari tanganku. Dan berlalu begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih.
Aku kembali ke ruang belakang. Aku duduk sambil menghela nafasku. “Kalau bukan karena Appa aku pasti sudah pergi dari rumah terkutuk ini!”
+++
Namaku Lee Hyun Jae, umurku 17 tahun. Saat aku berusia 10 tahun ibuku meninggal karena sakit keras. Jadi tahun lalu ayahku menikah lagi dengan seorang wanita. Awalnya sih ia bersikap baik padaku. Tapi makin lama aslinya kelihatan. Ia dan 2 anak gadisnya selalu memperlakukanku seperti pembantunya.
Gadis tadi yang menyuruhku adalah Onnie pertamaku. Shin Hye Won. Ia berusia 22 tahun dan sangat menyebalkan! Berbanding terbalik dengan wajahnya yang manis dan cantik. Onnie keduaku bernama Shin Hyo Rim, usianya 19 tahun. Ia sama saja dengan kakaknya. Menyebalkan! Mereka selalu menyuruh-nyuruhku melakukan pekerjaan rumah tangga. Bahkan mereka juga menyuruhku mengerjakan tugas kuliahnya. Sebenarnya siapa yang kuliah? Kenapa aku yang mengerjakannya??!
Kalau di pikir-pikir kisah hidupku ini seperti cinderella saja? Tapi masalahnya, apa akan ada seorang pangeran yang akan mengubah hidupku? Kuharap suatu saat ada.
Masalah pangeran itu, kupikir aku sudah menemukannya. Ia pria yang amat sangat tampan, tinggi, putih, badannya atletis, rambutnya agak panjang dan hitam, matanya besar, hidungnya mancung, bibirnya merah dan tebal.
Tiap melihat atau hanya memikirkannya aku langsung gila rasanya. Kurasa aku benar-benar jatuh cinta padanya.
+++
“Annyong Hyun Jae.” Ucapnya dengan senyuman menggodanya.
“Ah, Annyong Oppa.” Jawabku gelagapan.
“Um...kau sendirian saja? Mana saudara-saudaramu itu?”
Aku menggidikkan bahuku. “Entahlah, mereka kan hanya butuh aku kalau sedang kesulitan saja.”
Kelihatannya pangeran itu tidak begitu memperhatikan omonganku. Matanya menjelajah isi perpustakaan itu. “Kau masih suka membaca buku itu? Kau kan sudah dewasa.”
Aku tersenyum. “Ne, aku sangat suka membacanya. Kau kan tahu aku suka dongeng. Apalagi cerita cinderella ini. Seperti kisah hidupku saja.”
“Um, ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu ya.”
“Ne, annyong Oppa.” Ucapku sambil tersenyum manis.
Kau mau tahu siapa nama pangeranku itu? Choi Min Ho. Ia Sunbae-ku di kampus. Ia sama sepertiku, suka membaca dan berdiam diri di perpustakaan. Pertama kali aku bertemu dengannya ya di tempat itu. Di perpustakaan saat aku sedang mencari buku untuk kakak tiriku yang tak tahu diri itu.
Saat aku akan kejatuhan buku dari rak yang paling atas, ia langsung menarikku agar tidak terkena jatuhan buku yang kujamin kalau terkena kepalaku aku akan langsung gegar otak.
Aku jatuh ke pelukannya. Mata kami beradu. Untuk beberapa menit mataku tak bisa lepas dari matanya yang berwarna coklat gelap itu. Entah mengapa jantungku berdetak sangat kencang.
“Ya, gwenchanayo?” tanyanya membuyarkan lamunanku.
“Ah, ne, mianhamnida aku menyusahkanmu.” Ucapku sambil membungkukkan badan sedalam-dalammya.
“Gwenchana. Aku hanya menolongmu saja.” Ucapnya datar sambil berlalu.
Mulai saat itu aku tetapkan ia adalah pangeranku. Pangeran yang kuharap bisa mengubah hidupku yang menderita ini.
“HYUN JAE!!!”
“Aish, mau tuli aku rasanya mendengar teriakkan itu.” Ucapku sambil menutup kupingku. Lalu berjalan ke arah suara yang memanggilku. “Waeyo Onnie.” Ucapku ogah-ogahan.
Gadis itu berdecak dan berkacak pinggang. “Cih, pakai tanya lagi kau! Mana bajuku? Kan tadi aku menyuruhmu menggosoknya!”
Kau pikir aku pembantumu apa!!
“Ne, onnie, akan aku ambilkan.” Ucapku berjalan gontai mengambil baju yang tadi aku setrika.
Saat sudah di hadapannya ia langsung menarik baju itu dengan kasar dari tanganku. Dan berlalu begitu saja tanpa mengucapkan terima kasih.
Aku kembali ke ruang belakang. Aku duduk sambil menghela nafasku. “Kalau bukan karena Appa aku pasti sudah pergi dari rumah terkutuk ini!”
+++
Namaku Lee Hyun Jae, umurku 17 tahun. Saat aku berusia 10 tahun ibuku meninggal karena sakit keras. Jadi tahun lalu ayahku menikah lagi dengan seorang wanita. Awalnya sih ia bersikap baik padaku. Tapi makin lama aslinya kelihatan. Ia dan 2 anak gadisnya selalu memperlakukanku seperti pembantunya.
Gadis tadi yang menyuruhku adalah Onnie pertamaku. Shin Hye Won. Ia berusia 22 tahun dan sangat menyebalkan! Berbanding terbalik dengan wajahnya yang manis dan cantik. Onnie keduaku bernama Shin Hyo Rim, usianya 19 tahun. Ia sama saja dengan kakaknya. Menyebalkan! Mereka selalu menyuruh-nyuruhku melakukan pekerjaan rumah tangga. Bahkan mereka juga menyuruhku mengerjakan tugas kuliahnya. Sebenarnya siapa yang kuliah? Kenapa aku yang mengerjakannya??!
Kalau di pikir-pikir kisah hidupku ini seperti cinderella saja? Tapi masalahnya, apa akan ada seorang pangeran yang akan mengubah hidupku? Kuharap suatu saat ada.
Masalah pangeran itu, kupikir aku sudah menemukannya. Ia pria yang amat sangat tampan, tinggi, putih, badannya atletis, rambutnya agak panjang dan hitam, matanya besar, hidungnya mancung, bibirnya merah dan tebal.
Tiap melihat atau hanya memikirkannya aku langsung gila rasanya. Kurasa aku benar-benar jatuh cinta padanya.
+++
“Annyong Hyun Jae.” Ucapnya dengan senyuman menggodanya.
“Ah, Annyong Oppa.” Jawabku gelagapan.
“Um...kau sendirian saja? Mana saudara-saudaramu itu?”
Aku menggidikkan bahuku. “Entahlah, mereka kan hanya butuh aku kalau sedang kesulitan saja.”
Kelihatannya pangeran itu tidak begitu memperhatikan omonganku. Matanya menjelajah isi perpustakaan itu. “Kau masih suka membaca buku itu? Kau kan sudah dewasa.”
Aku tersenyum. “Ne, aku sangat suka membacanya. Kau kan tahu aku suka dongeng. Apalagi cerita cinderella ini. Seperti kisah hidupku saja.”
“Um, ya sudah, kalau begitu aku pergi dulu ya.”
“Ne, annyong Oppa.” Ucapku sambil tersenyum manis.
Kau mau tahu siapa nama pangeranku itu? Choi Min Ho. Ia Sunbae-ku di kampus. Ia sama sepertiku, suka membaca dan berdiam diri di perpustakaan. Pertama kali aku bertemu dengannya ya di tempat itu. Di perpustakaan saat aku sedang mencari buku untuk kakak tiriku yang tak tahu diri itu.
Saat aku akan kejatuhan buku dari rak yang paling atas, ia langsung menarikku agar tidak terkena jatuhan buku yang kujamin kalau terkena kepalaku aku akan langsung gegar otak.
Aku jatuh ke pelukannya. Mata kami beradu. Untuk beberapa menit mataku tak bisa lepas dari matanya yang berwarna coklat gelap itu. Entah mengapa jantungku berdetak sangat kencang.
“Ya, gwenchanayo?” tanyanya membuyarkan lamunanku.
“Ah, ne, mianhamnida aku menyusahkanmu.” Ucapku sambil membungkukkan badan sedalam-dalammya.
“Gwenchana. Aku hanya menolongmu saja.” Ucapnya datar sambil berlalu.
Mulai saat itu aku tetapkan ia adalah pangeranku. Pangeran yang kuharap bisa mengubah hidupku yang menderita ini.
“Ya Hyun Jae! Kau ngapain sih berdiam diri seharian di sini! Kau tidak mau pulang apa!” ucap Hyo Rim Onnie ketus.“Ne Onnie, aku sudah selesai kok.”
Lalu kami berjalan ke mobil. Lalu ia berbalik ke arahku. Sampai aku hampir menjatuhkan buku yang kubawa. “Ya, sana kau belikan aku minum. Aku haus.” Ucapya congkak.
Aku hanya bisa menghela nafas dan menurutinya.
Mungkin kalian berpikiran kalau aku ini gadis bodoh. Ini sudah tahun 2010 Hyun Jae, seharusnya kan kau bisa melawan? Pasti itu yang ingin kalian katakan padaku.
Masalahnya tiap kali aku akan melawan mereka mengancam akan berkata yang tidak-tidak pada ayahku tentang diriku. Mereka akan bilang kalau aku dan Jong Hyun, temanku, sudah melakukan hal yang tidak-tidak. Karena waktu itu mereka menadapati aku dan Jong Hyun dalam satu ruangan dan dalam keadaan yang tidak mengenakan.
Jong Hyun sedang merangkulku yang tertidur di pundaknya.
Padahal yang sebenarnya terjadi adalah, kami terkunci di ruangan itu, sampai akhirnya kami berdua tertidur dan hampir mati pengap di ruangan itu.
Kalau sampai berita itu sampai ke telinga ayahku ia bisa murka padaku. Dan yang lebih parahnya ia bisa saja mati secara dadakan karena jantungnya kaget. Ayahku memang mempunyai penyakit lemah jantung. Ia tidak bisa mendengar berita yang terlalu mengangetkan atau terlalu menyenangkan.
+++
Ternyata semua pikiranku salah besar. Aku mau mengubur diriku hidup-hidup saja rasanya. Ternyata pangeranku itu mendekatiku hanya untuk memanfaatkanku saja. Ia ternyata menyukai Onnie keduaku. Shin Hyo Rim. Kemarin ia akhirnya mengakui hal itu padaku. Hatiku rasanya langsung hancur berkeping-keping.
“Um..Hyun Jae, apa, apa Onnie-mu sudah mempunyai seorang namjachingu?” tanyanya ragu-ragu.
“Mwo? Onnie-ku yang mana? Kan ada 2.”
“Um...Hyo Rim. Apa, apa ia sudah mempunyai namjachingu?”
“Me, memang kenapa Oppa?”
Ia tersipu. “Aku menyukai Onnie-mu. Apa kau bisa bantu aku mendekatinya?”
Aku bagai tersambar petir di siang bolong. Ia terang-terangan menyatakan kalau ia menyukai Onnie-ku yang bagai nenek sihir berwujud barbie itu. Rasanya aku ingin merobek-robek wajahnya sampai hancur dan Min Ho Oppa membencinya.
Kenapa sih semua yang aku sukai selalu mereka rebut?
Pertama ayahku, kedua kamarku, ketiga barang-barangku, keempat pangeranku. Bahkan ia juga merebut pangeranku!! Pangeran yang kuanggap akan mengubah hidupku yang menderita ini.
Aigo...Oppa buka matamu, kau tidak sadar apa kalau gadis itu sebenarnya sangat jahat? Apa kau tidak sadar kalau ada seorang gadis yang sangat mencintaimu dengan tulus? Itu aku Oppa. Kurasa matamu tertutup kecantikan nenek sihir itu. Kau hanya melihat luarnya saja tanpa kau ketahui betapa busuknya gadis pujaanmu itu.
“Ya Hyun Jae, kenapa kau malah bengong?” ucapnya sambil menggoyang tubuhku.
“Ah, anni Oppa. Gwenchana.”
“Jadi, apa jawabannya?”
“Mwo?”
“Aish, apa Onnie-mu, Shin Hyo Rim, sudah memiliki namjachingu?”
Aku terdiam, lalu menggelengkan kepalaku dengan berat.
Ia tersenyum bahagia. Iya, dia berbahagia di atas penderitaanku.
“Bagus kalau begitu, berarti peluangku besar untuk mendapatkannya.”
Aku langsung berlari ke kamar mandi dan menangisi semua yang terjadi padaku. Menangisi nasibku yang sangat menyedihkan ini.
Kenapa sih? Kenapa aku harus seperti ini? Kenapa aku harus menderita terus-terusan? Aku kan juga ingin bahagia seperti gadis lainnya.
+++
Begitu pulang aku langsung menghampiri Jong Hyun dan menceritakan semua padanya. Air mataku langsung tumpah tak tertahan bagai aliran sungai yang memuncah.
Aku menangis tersedu-sedu di pelukannya. Ia hanya mendengarkan semua ceritaku dan mengelus-elus rambutku dengan lembut.
“Hiks, aku hiks, sangat membencinya, hiks, aku kesal padanya. Ia bodoh! Ia benar-benar pangeran yang bodoh!” Isakku di pelukan Jong Hyun.
“Huuss...kau tenang ya, mungkin pangeranmu itu bukan jodohmu, atau ternyata ia bukan pangeranmu.”
“Tapi aku hiks, sangat, menyukainya, aku benar-benar menyukainya Jong Hyun...kenapa ia begitu bodoh sih? Pabo!”
“Kau sabar ya gadis malang. Aku tahu bagaimana perasaanmu. Aku yakin suatu saat nanti kau akan mendapat pangeran yang jauh lebih tampan, lebih baik dan lebih pintar dari Min Ho.”
“Tapi, aku belum pernah menemukan pria setampan dia. Dia benar-benar pria yang sempurna di mataku.”
“Hah, kau ini, pangeranmu itu lebih memilih nenek sihir daripada kau, masa kau masih memujanya?”
Aku hanya terdiam sambil terisak.
“Ya, kenapa kau tidak menjadikan aku pangeranmu saja?” ucapnya sambil tersenyum konyol.
Aku menatapnya tajam. “Apa maksudmu Kim Jong Hyun! Kau sudah gila ya! Aku hanya menganggapmu Oppa-ku saja tahu! Tidak lebih!”
Ia malah tertawa dengan jumawanya. “Hahahaha...aku hanya bercanda Hyun Jae. Lagipula kau juga bukan tipeku kok. Jadi kau tenang saja, aku tidak akan jatuh cinta pada cinderella sepertimu. Aku lebih menyukai seorang barbie manis dan modis. Bukan cinderella yang malang dan cengeng sepertimu.”
“Jong Hyun~~~” rengekku.
+++
Akhirnya pangeranku yang bodoh itu berhasil jadian dengan Onnie-ku, Hyo Rim, dengan mudahnya. Prianya tampan dan gadisnya cantik (tapi hatinya busuk!).
Aku hanya bisa menatap dengan iri dan kesal tiap mereka berduaan di depanku. Apalagi tiap Min Ho Oppa datang ke rumahku Hyo Rim Onnie selalu bersikap manja pada Min Ho Oppa di depanku. Ia benar-benar membuatku muak setengah mati!
Dan bodohnya namja itu hanya diam saja dan sepertinya sangat menikmati sikap menjijikkan yeojachingu-nya itu.
Di kampus berita kalau mereka jadian sudah menyebar dengan luasnya. Hampir 1 kampus tahu kalau mereka jadian. Mereka bilang pasangan yang sempurna dan ideal. Aku benar-benar ingin muntah mendengarnya.
Sejak saat itu, saat Min Ho Oppa jujur padaku, aku tidak pernah menginjakkan kakiku di perpustakaan itu lagi. Aku tidak mau melihat wajahnya yang sangat tampan itu. Karena hanya akan membuatku kesal dan sedih saja.
Akhirnya aku pindah tempat merenung. Di atap kampusku. Di sana aku bisa meluapkan semua isi hatiku karena sangat sepi. Aku juga bisa berteriak atau bahkan menangis sepuasku tanpa ada yang melarang. Seperti sekarang, aku lagi-lagi memaki-maki pangeranku itu karena kebodohannya.
“CHOI MIN HO PABO!!! AKU SANGAT MEMBENCIMU!! MATAMU BUTA YA? MASA NENEK SIHIR SEPERTI ITU KAU SUKAI! BARBIE JADI-JADIAN ITU KENAPA BISA MEMBUATMU JATUH CINTA SIH!! AKU SANGAT MEMBENCIMU!!!!”
“Ya, gadis berisik, kau mau pita suaramu putus ya berteriak-teriak seperti itu?” ucap seorang namja berambut pirang.
Aku langsung diam. Kaget dan syok. Aku langsung membalikkan tubuh menghadapnya. “Ka, kau siapa?!”
Ia malah tersenyum. Demi Tuhan senyumnya amat sangat manis. Jauh lebih manis dari senyuman Min Ho Oppa. Bahkan 1 juta kali lebih manis! “Kau sedang apa sebenarnya di sini? Kenapa hanya meneriaki seseorang dari sini? Kenapa kau tidak bilang langsung pada orang itu? Siapa tadi? Choi Min Ho?”
“TIDAK PENTING SIAPA! Sebenarnya kau siapa sih? Tiba-tiba muncul dan menasehatiku!”
Lagi-lagi ia tersenyum. “Oh, aku baru ingat apa orang yang kau sebut tadi namja yang di sebut namja paling tampan di kampus ini? Apa ia Min Ho anak klub basket? Yang baru saja berpacaran dengan Shin Hyo Rim, barbie kampus kita.”
“Ne kau benar 100%. Choi Min Ho. Pangeran paling bodoh sedunia dan buta! Dan kau tahu, barbie itu adalah kakak tiriku! Orang yang paling aku benci!”
“Jadi kau cemburu padanya ya?”
Aku mengeryitkan mata. “Apa urusanmu? Urus saja dirimu sendiri!” ucapku dan langsung berniat pergi. Tapi namja itu malah menghalangi pintu di hadapanku. “YA! SEBENARNYA APA MAUMU!”
“Sebenarnya sih aku tidak mau apa-apa. Aku hanya ingin tahu saja kenapa kau sangat membenci Hyung-ku.”
To be continue...
Sabtu, 07 Agustus 2010
geje~~~ -____-"
maapkeun saya ya kawan2 sekalian, ga tau napa saya nih hari lagi jadi biang geje....
gw pengen aja nulis nih postingan. *walaupun menurut yg baca sama sekali ga penting banget*
do you know all??
i really miss him.
really...really miss him so much....
ga tau kenapa sejak dia bertransformasi gw jadi ngerasa ada yg beda ma sosok dia.
ga tau balik lagi jadi kayak dulu *cool & pendiem* ga tau gara2 apa, cuma dia dan Tuhan yg tau.
aigo~~~~
ngomong apa sih nih bocah sebenarnya?!?!?!
pada mao tau sapa yg telah bikin gw jadi geje kayak gini?!?!?!
ya tak lain tak bukan ya namjachingu sayah..
CHOI MIN HO SHINee...
ga tau knapa sejak Lucifer eksis gw ngerasa ada yg beda aja ma Minho *yg jelas gaya ma rambutnya beda..-___-" nenek2 salto juga tao!!*
entahlah, maapin noona ya Mino...
noona kayaknya jadi suka ma cowok lain...
dan itu adalah....
your best friend. your soulmate. your beloved dongsaeng.
LEE TAE MIN.
OMOOOOOO~~~~
GW FALL IN LOVE MA TAEMIN~~~~~
*Geblek bukan?!??!*
Taem ganteng banget sih pas jaman Lucifer enih..
bikin gw klepek2 kalo liatnya...
makin jadi noona2 sarap dah gw...
dulu ma Minho ja cumang beda setaon, nah ma Taem 3 taon bu.....
berasa tua gw....
ni bocah bertranspormasi jadi cute prince charming...
*walaopun malah jadi makin cantik dengan rambut barunya yg indah itu..*
gw jamin kalo Taem cewek pasti dia di tawarin jadi bintang iklan sampo dah!!
rambutnya boo~~~~bagus bgt!! ngiri gw...
hua~~~~~
gw pengen nangis guling2an di lante karena berkhianat untuk yg kesekian kalinya dari Minho...
hiks..hiks...
tapi jujur, gw ga bisa lepas dari dia.
walaupun gw lagi fall in love with Taem, tapi tetep aja di ati gw yg paling dalem *bahasanya jijikin bgt yak??* ada Minho...
kayaknya posisi die ga bisa di gantiin ma sapapun deh...soalnya dia 1st Love gw di SHINee..
gara2 dia juga gw jadi seorang SHAWOL...
MIAN YE YEOBO~~~~
noona sudah menduakan dirimu dengan your chingu....
*jahat bgt gw kesannya...*
kayaknya kalo ada shawol, flames & taemints yg baca ini gw bakal di kutuk abis2an...-___-"
karena ini mao puasa, gw minta maap ye yg sebesar2nya...
jangan kebiri saya ya sodara2...
saya kan cumang gadis biasa yg kapan aja bisa tergoda sama cowok cakep like SHINee boys...
udah ah gw pusing mo ngomong (baca:nulis) apalagi...
annyong~~~
yu dadah babay~~~~
bonus :

kangen ma Minho yg kayak gini....>//<
btw, ekspresinye dapet bgt yak?? syok gimana getoh...wkwkwkwkw~~~~
Selasa, 03 Agustus 2010
Says Love To You - Part 2 (End)
Main Cast : Kim Min Di, Choi Min Ho, Kim Ki Bum / Key
Other Cast : Kim Jong Hyun, Lee Jin Ki / Onew, Lee Tae Min
Jong Hyun menghampiri Min Ho yang sedang membaca komik. Ia duduk di sebelahnya. Saat Min Ho melihatnya ia malah tersenyum padanya.
“Um...Choi Min Ho, aku...aku ingin mengaku sesuatu padamu.”
“Mengaku? Mengaku apa? Kau merusak barang milik Key lagi ya? atau kau yang memakan puding coklat milik Tae Min?”
“Aish! Pabo! Bukan itu bodoh!”
“Lalu apa hyung?” lalu namja itu meletakkan komiknya dan menatap Jong Hyun.
“Aku, aku menyukai Min Di.”
“Hah? kau menyukai noona? Sejak kapan?”
“Sejak....seminggu yang lalu.”
“Oh, ya sudah kalau begitu.” Min Ho kembali mengambil komiknya dan membacanya lagi.
Jong Hyun yang kesal langsung menarik komik itu dan melemparnya ke lantai. “Ya! masa tanggapanmu hanya seperti itu!”
“Memang kau mau apalagi? Itu kan hakmu, aku bukan siapa-siapa kalian.”
“Aku tahu tapi....huh...kau memang menyebalkan Choi Min Ho!” ucap Jong Hyun sambil berlalu ke kamarnya.
“Pabo, masa tanggapannya hanya seperti itu? Tidak seru! Apa ia tidak menyukai Min Di? Tanggapannya beda sekali dengan Min Di. Saat gadis itu dengar ia sampai syok, itu jelas betul kalau ia menyukai pria lain dan itu pasti Min Ho. Tapi kenapa tanggapan Min Ho biasa saja ya? ah...aku pusing dengan kelakuan kedua mahluk itu!” gerutu Jong Hyun sambil mengacak rambutnya.
+++
Di taman kota.
“Noona, kenapa kau mengajakku ke sini sih?” tanya Min Ho ke gadis yang duduk di sebelahnya.
“Aku sedang bosan.”
“Um..kenapa aku yang kau ajak? Bukan yang lain?”
“Memang kenapa? Kau keberatan? Kalau kau keberatan ya sudah kau pergi saja.” Ucap Min Di lemas.
“A, maksudku bukan begitu tapi...aku merasa tidak enak saja.”
“Mwo? Apa maksudmu? Merasa tidak enak pada siapa?”
“Um...Jong Hyun hyung.”
“Mwo? Memang kenapa dia?”
“Um...beberapa hari yang lalu ia bilang kalau ia, ia menyukaimu noona.”
Min Di langsung kaget mendengar ucapan Min Ho barusan. “Di, dia bilang begitu padamu?!”
Min Ho menganggukkan kepalanya. “Ya noona, apa kau juga menyukainya?”
“ANNIYO! aku sama sekali tidak menyukainya! Aku sudah menyukai orang lain! Dan oang itu adalah-” kau Min Ho, kau orang yang aku sukai...
“Nugu noona? Apa kau boleh tahu?”
Wajah Min Di terlihat cemas, ia menggigit-gigit bibir bawahnya. “Lupakan, nanti juga kau tahu sendiri siapa orangnya.”
+++
“Key, ayo kita ke mal.”
“Sekarang?”
“Tidak, tahun depan! Tentu saja sekarang!”
“Kau kenapa noona?”
“Sudah cepat! Mau apa tidak!”
“Tentu saja mau!"
Di Mal.
“Hari ini aku yang akan mentraktirmu.”
Key langsung menatap Min Di. “Kau kenapa? Ya, apa kau sudah kalah ya dalam taruhan ini? Kau yakin noona? Kau sudah sadar ya kalau Min Ho tidak coccok denganmu?”
“Huh..mungkin yang kau bilang benar, ia tidak menyukaiku. Aku lebih baik menyerah saja. Bahkan saat Jong Hyun bilang padanya kalau ia menyukaiku ia tidak merasa apapun, bahkan ia merasa tidak enak pada namja gila itu.”
Key tertawa kecil lalu merangkul pundak Min Di. “Ya, jadi kau percaya kalau Jong Hyun menyukaimu?”
“Mwo? Waktu itu ia sendiri yang bilang padaku, bahkan ia mengatakan hal itu pada Min Ho. Pada orang yang kusukai.”
“Pabo kau noona. Ia hanya membohongi kalian.”
“Apa maksudmu?”
“Aku tahu semua dari Tae Min. Jong Hyun hyung bilang semua rencananya ke Tae Min. Ia hanya mau tahu apa kalian berdua itu saling menyukai atau tidak, makanya ia menjalankan misinya itu.”
“MWO! Brengsek kau Kim Jong Hyun....” geram Min Di.
“Noona, kau itu jangan cepat putus asa. Itu kan bukan tandanya kalau Min Ho tidak menyukaimu. Kupikir kau akan mati-matian meyakinkan pria itu agar menyukaimu, ternyata hanya segini saja.”
“Kalau begitu aku tidak jadi mentraktirmu Ki Bum.” Lalu Min Di langsung berlari keluar mal itu.
Min Ho temui aku di taman waktu itu.
Kim Min Di.
“Kau mau apa mengajakku bertemu di sini? Kan bisa di apartemen saja? Sekarang sudah mendung, lebih baik kita pulang saja.”
“Anni, aku mau bicara denganmu. Penting.”
Petirpun mulai menyambar dan akhirnya hujan pun turun.
Min Ho menarik Min Di berteduh di bawah pohon besar.
“Min Ho, apa kau mau tahu siapa orangnya?”
“Orang apa?”
“Orang yang aku sukai.”
Min Ho menatap Min Di dan mengeryitkan matanya. Lalu gadis itu malah mendekatkan wajahnya ke namja itu dan mencium bibirnya.
“Kau orangnya. Kau pria yang aku sukai.”
Min Ho masih syok dengan kejadian yang baru ia alami.
“Saranghae Choi Min Ho.”
“Noo, noona kau...”
“Mian kalau aku melakukan hal bodoh itu padamu, tapi aku sudah tidak tahan lagi. Sejak awal melihatmu aku sudah menyukaimu, aku, aku sudah tidak sanggup menahan perasaanku ini.” Ucap gadis itu gemetar karena kedinginan.
“Noona aku....” lalu pria itu menariknya ke pelukannya. “Na do saranghae noona.”
Min Di langsung melepaskan pelukan Min Ho dan mentap mata namja itu. “Kau, apa kau serius?”
Namja itu tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya. “Sebenarnya aku sedikit kesal saat mendengar Jong Hyun hyung menyukaimu, tapi Onew hyung bilang aku harus mempertahankan cintaku, aku tidak boleh cepat putus asa.”
“Ja, jadi kau...sejak kapan kau menyukaiku?”
“Um...sejak kau selalu bersikap manis padaku, sejak kau selalu membawakanku bekal dan menemaniku mengerjakan tugas-tugas.”
“Min Ho aku....”
“Mian noona kalau aku tidak mengatakannya padamu sejak awal, karena ku pikir kau hanya menganggapku adik sama seperti kau menganggap Key.”
Min Di tersenyum lebar dan memeluk namja di hadapannya dengan erat. Min Ho pun membalas pelukannya.
Sampai sekitar setengah jam mereka berdua masih berada di bawah pohon itu. Tubuh mereka berdua sudah basah dan menggigil akibat kedinginan. Min Di terus mengusap-usap telapak tangannya dan Min Ho masih merangkulnya.
“Hah, sampai kapan hujannya berhenti.” Ucap Min Di.
“Kau sendiri yang mengajak bertemu di sini.” Ujar Min Ho.
Min Di melirik namjachingu-nya itu dan tersenyum.
“Ya, apa kau kedinginan?” tanya Min Ho.
Min Di menggeleng.
“Ya jangan bohong, sejak tadi kau terus mengsusap telapak tanganmu, tubuhmu sudah basah kuyup seperti itu, jangan berbohong padaku noona.”
“Aku benar kok, selama kau ada di sebelahku aku masih bisa merasa hangat, apalagi kau merangkulku sejak tadi.” Ucapnya sambil tersenyum manis.
“Iya, tapi aku yang kedinginan. Hatcim!” ucapnya sambil bersin.
“Omo...mianhe Min Ho, aku sampai membuatmu sakit seperti ini. Mianhe...”
“Gwenchana, untung kau sekarang yeojachingu-ku, jadi aku rela kau buat sakit seperti ini.”
Lalu Min Di mengecup pipi namjachingu-nya itu. “Semoga kau cepat sembuh ya.”
Akhirnya hujan pun reda juga, mereka berdua pun pulang ke apartemen sambil bergandengan.
Sampai apartemen mereka langsung di serbu pertanyaan oleh Key.
“Aigo...kenapa kalian bisa basah kuyup begini! Kalau nanti kalian sakit bagaimana?”
“Ya, kenapa kau bisa ada di sini? Tadi kan aku meninggalkanmu di mal?” tanya Min Di.
“Ya aku pulanglah pabo! Aku tidak bawa uang, makanya aku langsung pulang saat kau kabur. Ternyata kau malah main hujan-hujanan ya dengan anak ini?” Key berdecak. “Ck..ck..ck...kalian seperti anak kecil saja.”
“Kami sudah dewasa bodoh! Buktinya saja kami sudah berpacaran sekarang.” Ucap Min Di.
“MWO!”
Min Di tersenyum. “Ne, sekarang aku sudah resmi menjadi yeojachingu-nya Choi Min Ho. Puas kau Ki Bum?”
Key menatap Min Di dan Min Ho bergantian. “Ya Min Ho, apa benar yang Min Di noona bilang?”
Min Ho hanya mengangguk. “Ne, aku sekarang namjachingu-nya. Semoga kau menyetujuinya.”
Min Di tersenyum penuh arti pada Key. “Hahaha...Key, aku menang, jadi cepat kau serahkan baju itu padaku.”
“Hah...menyesal aku sudah menyemangatimu tadi.”
“Hehe...gomawo Ki Bum-ah, kau memang saudaraku yang paling baik. Kalau kau tidak berkata seperti tadi aku pasti tidak akan bisa bersatu dengan Min Ho.”
Lalu Min Ho berlalu ke dalam untuk mengganti bajunya yang basah kuyup.
Min Di berjalan kearah Key dan berbisik di telinganya. “Key, apa kau tahu tadi apa yang aku lakukan dengan Min Ho?”
“Apa memang?”
Min Di menyeringai lagi. “Kami...berciuman di bawah hujan....” bisik Min Di.
Key langsung menegakkan tubuhnya. “Aish! kau menjijikkan noona! Kenapa harus bilang hal itu padaku sih!”
“AHAHAHA...biar kau iri padaku! Huahahaha....”
“Pabo kau noona!”
“Jagiya, cepat ganti bajumu atau kau nanti akan sakit sepertiku.” Teriak Min Ho dari dalam.
“Ne jagiya.” Balas Min Di dan masuk ke dalam.
Key hanya bengong mendengar keduanya. “Apa yang tadi mereka bilang? Jagiya???? Bahkan mereka sudah memanggil jagiya? Padahal baru saja berpacaran... dasar micyeoh!”
FIN
Other Cast : Kim Jong Hyun, Lee Jin Ki / Onew, Lee Tae Min
“Aku pulang....”
“Ya, kau dari mana? Kenapa kau baru pulang? Aku sangat menghawatirkanmu tahu!”
“Key, kau ini bawel sekali sih?”
“Ya! sekarang sudah jam 8 malam, dan kau baru pulang. Ponselmu aku telepon tidak bisa-bisa, kalau terjadi sesuatu padamu bagaimana! Aku bisa di bunuh oleh Omma dan Appa-mu!”
“Aku lelah Key. Berdebatnya besok saja.” Lalu Min Di berjalan gontai ke kamarnya.
“YA NOONA! KIM MIN DI NOONA!!”
“Noona-mu sudah pulang?” tanya Onew.
Key hanya mengangguk pelan. “Ya Min Ho, aku mau bicara denganmu.” Ucap Key pada Min Ho yang lewat di hadapannya.
“Mwo? Ada apa?”
“Apa kau tahu apa yang terjadi pada noona-ku?”
“Mwo? Kenapa kau tanya aku? Dia kan noona-mu?”
“Aish! Jawab saja! Apa kau tahu sesuatu tentangnya? Kau kan dekat dengannya.”
“Anniyo, memang noona kenapa? Kemarin ia masih baik-baik saja?”
“Hah sudahlah, lupakan.” Ucap Key sambil duduk kembali di sofa.
+++
“Ya, kau dari mana? Kenapa kau baru pulang? Aku sangat menghawatirkanmu tahu!”
“Key, kau ini bawel sekali sih?”
“Ya! sekarang sudah jam 8 malam, dan kau baru pulang. Ponselmu aku telepon tidak bisa-bisa, kalau terjadi sesuatu padamu bagaimana! Aku bisa di bunuh oleh Omma dan Appa-mu!”
“Aku lelah Key. Berdebatnya besok saja.” Lalu Min Di berjalan gontai ke kamarnya.
“YA NOONA! KIM MIN DI NOONA!!”
“Noona-mu sudah pulang?” tanya Onew.
Key hanya mengangguk pelan. “Ya Min Ho, aku mau bicara denganmu.” Ucap Key pada Min Ho yang lewat di hadapannya.
“Mwo? Ada apa?”
“Apa kau tahu apa yang terjadi pada noona-ku?”
“Mwo? Kenapa kau tanya aku? Dia kan noona-mu?”
“Aish! Jawab saja! Apa kau tahu sesuatu tentangnya? Kau kan dekat dengannya.”
“Anniyo, memang noona kenapa? Kemarin ia masih baik-baik saja?”
“Hah sudahlah, lupakan.” Ucap Key sambil duduk kembali di sofa.
+++
Jong Hyun menghampiri Min Ho yang sedang membaca komik. Ia duduk di sebelahnya. Saat Min Ho melihatnya ia malah tersenyum padanya.“Um...Choi Min Ho, aku...aku ingin mengaku sesuatu padamu.”
“Mengaku? Mengaku apa? Kau merusak barang milik Key lagi ya? atau kau yang memakan puding coklat milik Tae Min?”
“Aish! Pabo! Bukan itu bodoh!”
“Lalu apa hyung?” lalu namja itu meletakkan komiknya dan menatap Jong Hyun.
“Aku, aku menyukai Min Di.”
“Hah? kau menyukai noona? Sejak kapan?”
“Sejak....seminggu yang lalu.”
“Oh, ya sudah kalau begitu.” Min Ho kembali mengambil komiknya dan membacanya lagi.
Jong Hyun yang kesal langsung menarik komik itu dan melemparnya ke lantai. “Ya! masa tanggapanmu hanya seperti itu!”
“Memang kau mau apalagi? Itu kan hakmu, aku bukan siapa-siapa kalian.”
“Aku tahu tapi....huh...kau memang menyebalkan Choi Min Ho!” ucap Jong Hyun sambil berlalu ke kamarnya.
“Pabo, masa tanggapannya hanya seperti itu? Tidak seru! Apa ia tidak menyukai Min Di? Tanggapannya beda sekali dengan Min Di. Saat gadis itu dengar ia sampai syok, itu jelas betul kalau ia menyukai pria lain dan itu pasti Min Ho. Tapi kenapa tanggapan Min Ho biasa saja ya? ah...aku pusing dengan kelakuan kedua mahluk itu!” gerutu Jong Hyun sambil mengacak rambutnya.
+++
Di taman kota.
“Noona, kenapa kau mengajakku ke sini sih?” tanya Min Ho ke gadis yang duduk di sebelahnya.
“Aku sedang bosan.”
“Um..kenapa aku yang kau ajak? Bukan yang lain?”
“Memang kenapa? Kau keberatan? Kalau kau keberatan ya sudah kau pergi saja.” Ucap Min Di lemas.
“A, maksudku bukan begitu tapi...aku merasa tidak enak saja.”
“Mwo? Apa maksudmu? Merasa tidak enak pada siapa?”
“Um...Jong Hyun hyung.”
“Mwo? Memang kenapa dia?”
“Um...beberapa hari yang lalu ia bilang kalau ia, ia menyukaimu noona.”
Min Di langsung kaget mendengar ucapan Min Ho barusan. “Di, dia bilang begitu padamu?!”
Min Ho menganggukkan kepalanya. “Ya noona, apa kau juga menyukainya?”
“ANNIYO! aku sama sekali tidak menyukainya! Aku sudah menyukai orang lain! Dan oang itu adalah-” kau Min Ho, kau orang yang aku sukai...
“Nugu noona? Apa kau boleh tahu?”
Wajah Min Di terlihat cemas, ia menggigit-gigit bibir bawahnya. “Lupakan, nanti juga kau tahu sendiri siapa orangnya.”
+++
“Key, ayo kita ke mal.”
“Sekarang?”
“Tidak, tahun depan! Tentu saja sekarang!”
“Kau kenapa noona?”
“Sudah cepat! Mau apa tidak!”
“Tentu saja mau!"
Di Mal.
“Hari ini aku yang akan mentraktirmu.”
Key langsung menatap Min Di. “Kau kenapa? Ya, apa kau sudah kalah ya dalam taruhan ini? Kau yakin noona? Kau sudah sadar ya kalau Min Ho tidak coccok denganmu?”
“Huh..mungkin yang kau bilang benar, ia tidak menyukaiku. Aku lebih baik menyerah saja. Bahkan saat Jong Hyun bilang padanya kalau ia menyukaiku ia tidak merasa apapun, bahkan ia merasa tidak enak pada namja gila itu.”
Key tertawa kecil lalu merangkul pundak Min Di. “Ya, jadi kau percaya kalau Jong Hyun menyukaimu?”
“Mwo? Waktu itu ia sendiri yang bilang padaku, bahkan ia mengatakan hal itu pada Min Ho. Pada orang yang kusukai.”
“Pabo kau noona. Ia hanya membohongi kalian.”
“Apa maksudmu?”
“Aku tahu semua dari Tae Min. Jong Hyun hyung bilang semua rencananya ke Tae Min. Ia hanya mau tahu apa kalian berdua itu saling menyukai atau tidak, makanya ia menjalankan misinya itu.”
“MWO! Brengsek kau Kim Jong Hyun....” geram Min Di.
“Noona, kau itu jangan cepat putus asa. Itu kan bukan tandanya kalau Min Ho tidak menyukaimu. Kupikir kau akan mati-matian meyakinkan pria itu agar menyukaimu, ternyata hanya segini saja.”
“Kalau begitu aku tidak jadi mentraktirmu Ki Bum.” Lalu Min Di langsung berlari keluar mal itu.
Min Ho temui aku di taman waktu itu.
Kim Min Di.
“Kau mau apa mengajakku bertemu di sini? Kan bisa di apartemen saja? Sekarang sudah mendung, lebih baik kita pulang saja.”
“Anni, aku mau bicara denganmu. Penting.”
Petirpun mulai menyambar dan akhirnya hujan pun turun.
Min Ho menarik Min Di berteduh di bawah pohon besar.
“Min Ho, apa kau mau tahu siapa orangnya?”
“Orang apa?”
“Orang yang aku sukai.”
Min Ho menatap Min Di dan mengeryitkan matanya. Lalu gadis itu malah mendekatkan wajahnya ke namja itu dan mencium bibirnya.
“Kau orangnya. Kau pria yang aku sukai.”
Min Ho masih syok dengan kejadian yang baru ia alami.
“Saranghae Choi Min Ho.”
“Noo, noona kau...”
“Mian kalau aku melakukan hal bodoh itu padamu, tapi aku sudah tidak tahan lagi. Sejak awal melihatmu aku sudah menyukaimu, aku, aku sudah tidak sanggup menahan perasaanku ini.” Ucap gadis itu gemetar karena kedinginan.
“Noona aku....” lalu pria itu menariknya ke pelukannya. “Na do saranghae noona.”
Min Di langsung melepaskan pelukan Min Ho dan mentap mata namja itu. “Kau, apa kau serius?”
Namja itu tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya. “Sebenarnya aku sedikit kesal saat mendengar Jong Hyun hyung menyukaimu, tapi Onew hyung bilang aku harus mempertahankan cintaku, aku tidak boleh cepat putus asa.”
“Ja, jadi kau...sejak kapan kau menyukaiku?”
“Um...sejak kau selalu bersikap manis padaku, sejak kau selalu membawakanku bekal dan menemaniku mengerjakan tugas-tugas.”
“Min Ho aku....”
“Mian noona kalau aku tidak mengatakannya padamu sejak awal, karena ku pikir kau hanya menganggapku adik sama seperti kau menganggap Key.”
Min Di tersenyum lebar dan memeluk namja di hadapannya dengan erat. Min Ho pun membalas pelukannya.
Sampai sekitar setengah jam mereka berdua masih berada di bawah pohon itu. Tubuh mereka berdua sudah basah dan menggigil akibat kedinginan. Min Di terus mengusap-usap telapak tangannya dan Min Ho masih merangkulnya.
“Hah, sampai kapan hujannya berhenti.” Ucap Min Di.
“Kau sendiri yang mengajak bertemu di sini.” Ujar Min Ho.
Min Di melirik namjachingu-nya itu dan tersenyum.
“Ya, apa kau kedinginan?” tanya Min Ho.
Min Di menggeleng.
“Ya jangan bohong, sejak tadi kau terus mengsusap telapak tanganmu, tubuhmu sudah basah kuyup seperti itu, jangan berbohong padaku noona.”
“Aku benar kok, selama kau ada di sebelahku aku masih bisa merasa hangat, apalagi kau merangkulku sejak tadi.” Ucapnya sambil tersenyum manis.
“Iya, tapi aku yang kedinginan. Hatcim!” ucapnya sambil bersin.
“Omo...mianhe Min Ho, aku sampai membuatmu sakit seperti ini. Mianhe...”
“Gwenchana, untung kau sekarang yeojachingu-ku, jadi aku rela kau buat sakit seperti ini.”
Lalu Min Di mengecup pipi namjachingu-nya itu. “Semoga kau cepat sembuh ya.”
Akhirnya hujan pun reda juga, mereka berdua pun pulang ke apartemen sambil bergandengan.
Sampai apartemen mereka langsung di serbu pertanyaan oleh Key.
“Aigo...kenapa kalian bisa basah kuyup begini! Kalau nanti kalian sakit bagaimana?”
“Ya, kenapa kau bisa ada di sini? Tadi kan aku meninggalkanmu di mal?” tanya Min Di.
“Ya aku pulanglah pabo! Aku tidak bawa uang, makanya aku langsung pulang saat kau kabur. Ternyata kau malah main hujan-hujanan ya dengan anak ini?” Key berdecak. “Ck..ck..ck...kalian seperti anak kecil saja.”
“Kami sudah dewasa bodoh! Buktinya saja kami sudah berpacaran sekarang.” Ucap Min Di.
“MWO!”
Min Di tersenyum. “Ne, sekarang aku sudah resmi menjadi yeojachingu-nya Choi Min Ho. Puas kau Ki Bum?”
Key menatap Min Di dan Min Ho bergantian. “Ya Min Ho, apa benar yang Min Di noona bilang?”
Min Ho hanya mengangguk. “Ne, aku sekarang namjachingu-nya. Semoga kau menyetujuinya.”
Min Di tersenyum penuh arti pada Key. “Hahaha...Key, aku menang, jadi cepat kau serahkan baju itu padaku.”
“Hah...menyesal aku sudah menyemangatimu tadi.”
“Hehe...gomawo Ki Bum-ah, kau memang saudaraku yang paling baik. Kalau kau tidak berkata seperti tadi aku pasti tidak akan bisa bersatu dengan Min Ho.”
Lalu Min Ho berlalu ke dalam untuk mengganti bajunya yang basah kuyup.
Min Di berjalan kearah Key dan berbisik di telinganya. “Key, apa kau tahu tadi apa yang aku lakukan dengan Min Ho?”
“Apa memang?”
Min Di menyeringai lagi. “Kami...berciuman di bawah hujan....” bisik Min Di.
Key langsung menegakkan tubuhnya. “Aish! kau menjijikkan noona! Kenapa harus bilang hal itu padaku sih!”
“AHAHAHA...biar kau iri padaku! Huahahaha....”
“Pabo kau noona!”
“Jagiya, cepat ganti bajumu atau kau nanti akan sakit sepertiku.” Teriak Min Ho dari dalam.
“Ne jagiya.” Balas Min Di dan masuk ke dalam.
Key hanya bengong mendengar keduanya. “Apa yang tadi mereka bilang? Jagiya???? Bahkan mereka sudah memanggil jagiya? Padahal baru saja berpacaran... dasar micyeoh!”
FIN
Home Sick
baru sekali-kali seumur idup gw ngalamin yang namanya home sick.
2 minggu yg lalu (Sabtu, 24 Juli 12010) gw pulkam ke Medan, ke kamung halaman emak gw tercinta.
gw pikir gw bakalan bahagia di sana.
nggak taunya gw MENDERITA!!!
Ga bisa nonton tipi, ga bisa maen internet. berasa tinggal di pedalaman dah gw..-__-"
pokoknya sedih banget.
gw kangen ma kamar gw, rumah gw, tempat tidur gw, sama mamah gw, sama semuanya deh pokonya!!
tadinya gw mau pulang hari rabu sekalian ambil nilai di kampus. tapi gw di tahan2.
akhirnya gw putuskan hari jumat pulang. tapi GW GA DAPET TIKET!!!
Akhirnya baru hari sabtu gw bisa pulang.
& waktu gw sms-an ma onnie gw (Ika Onnie) dia bilang SHINee MENANG DI MUBANK!!!
Dy nanya gw..dan gw jawab gw ga tau~~~~karena gw ga bisa nonton... :'(
ternyata setelah besoknya pulang & gw buka FB. bener klo Jumat lalu SHINee menang di MuBank.
CHUKAE SHINee~~~~ ^^
pokoknya gw sedih bgt dah jauh dari rumah *gw cuma pergi selama seminggu tapi berasa 100 taon!!*
I LOVE MY HOME~~~MY ROOM~~~
2 minggu yg lalu (Sabtu, 24 Juli 12010) gw pulkam ke Medan, ke kamung halaman emak gw tercinta.
gw pikir gw bakalan bahagia di sana.
nggak taunya gw MENDERITA!!!
Ga bisa nonton tipi, ga bisa maen internet. berasa tinggal di pedalaman dah gw..-__-"
pokoknya sedih banget.
gw kangen ma kamar gw, rumah gw, tempat tidur gw, sama mamah gw, sama semuanya deh pokonya!!
tadinya gw mau pulang hari rabu sekalian ambil nilai di kampus. tapi gw di tahan2.
akhirnya gw putuskan hari jumat pulang. tapi GW GA DAPET TIKET!!!
Akhirnya baru hari sabtu gw bisa pulang.
& waktu gw sms-an ma onnie gw (Ika Onnie) dia bilang SHINee MENANG DI MUBANK!!!
Dy nanya gw..dan gw jawab gw ga tau~~~~karena gw ga bisa nonton... :'(
ternyata setelah besoknya pulang & gw buka FB. bener klo Jumat lalu SHINee menang di MuBank.
CHUKAE SHINee~~~~ ^^
pokoknya gw sedih bgt dah jauh dari rumah *gw cuma pergi selama seminggu tapi berasa 100 taon!!*
I LOVE MY HOME~~~MY ROOM~~~
Langganan:
Postingan (Atom)