Hello, SHINee World in here~~ ^o^

Minggu, 31 Oktober 2010

GOMAWO 4 ALL~ ^O^

kmaren *30 0ktober 2010* gw ulang tahun yg ke 20 lho~~~~ ^^
kekekekek...
udah tua yah sayah?? wkwkkwk


gomawo 4 all yg udah ngucapin saengil chukae di FB *chaewon, chaerunisa, nurul, yanti, juwita, taerin, vita onn, wulan, temen2 SMA gw, temen2 kuliah gw & semua yg ga bisa gw sebutin 1,1*
& yg udah SMS juga makasih bgt yah ^^ *ika onn, taerin (again), meutia, nisa,*


makasih ya buat semua doa kalian :D
i love u all~~ *chu~

um.. i hope in 2o i will be a better person, more mature, panjang umur, sehat selalu, cepet lulus kuliah, sehat2 aja, makin tegar ngadepin hidup, makin rajin, bisa nyenengin umma gw, dll

oh iya

semoga sPARKle *Kim Min Di, Hwang Tae Rin & Kim Chae Won* awet2 aja ^^
makin sukses, makin kompak & akrab ^^
i love sPARKle ~~ :D
nyahahah~~~ini poster FF sPARKle with SHINee >,<


terus....

SEMOGA GW BISA KETEMU LANGSUNG SAMA SHINee !!!!



trus bisa di kasih boneka teddy bear segede gaban sama Min Ho kayak di MV Hello XD


semoga sayah tetep jadi shawol & langgeng sama Choi Min Ho :P


oh iya, kebetulan kemaren juga 2nd year-nya A.MI.GO lho :D
happy A.MI.GO day 4 all shawol~~~~ ^^

Rabu, 27 Oktober 2010

Because I Trust You - part 2 (END)

Main cast : Choi Min Ho, Kim Sung Je, Kim Min Di (author, indi)
Other cast : Kim Jong Hyun, Kim Chae Won (tya)


warning : a litte bit NC in ending... XD

Cafe Orange Crush.

“Ini cafe milik temanmu?” tanya Min Ho sambil mengedarkan pandangannya ke cafe itu.
“Ne, ia sudah kuanggap seperti oppa-ku sendiri. Ia juga sangat baik dan sayang padaku.”
Min Ho hanya mengangguk-angguk tanda mengerti.
“Min Di, hari ini datang dengan orang yang spesial ya?”
Min Di langsung mendongak. “Oh, oppa. Oppa ini Min Ho, namjachingu-ku.”
“Annyeong, Min Ho imnida.”
“Annyeong, Sung Je imnida.” Ucapnya sambil tersenyum manis.
“Min Ho ini Sung Je oppa. Orang yang aku bilang tadi.”
Lagi-lagi, Min Ho hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
“Oppa, bagaimana kalau kau duduk bersama kami?”
“Mwo? mana bisa. Kalian kan sedang berkencan.”
“Tidak apa-apa kok. Min Ho tidak akan marah. Ya kan Min Ho?”
Kali ini ia hanya diam saja sambil menyendok patbingsu ke mulutnya.

Selama setengah jam itu Min Di terus mengobrol dengan Sung Je, ia sama sekali tidak memperdulikan namjachingu-nya yang jelas-jelas berada di hadapannya. Ia mengobrol dengan penuh semangat pada Sung Je, bahkan tertawa bersama.
“Min Di, aku ke toilet dulu ya.” Akhirnya namja itu buka suara.
“Oh iya.” Jawabnya singkat.

10 menit kemudian.

PRAAANG....

“Ah, maaf..maaf aku tidak sengaja...”
Min Ho langsung mengusap-usap kausnya yang terkena tumpahan jus tomat itu. Si pelayan terus meminta maaf padanya.
“Sudah, tidak apa-apa. yang penting kau tidak membuatku terluka.”
Lalu si pelayan itu membersihkan pecahan gelas di lantai itu.
“Ahhh....” tangannya terkena pecahan beling.
Min Ho langsung berjongkok di depannya. “Kau tidak apa-apa?”
“Ada apa?” tiba-tiba Sung Je dan Min Di sudah berada di tempat itu.
“Ah, Maaf Tuan, aku tidak sengaja menyenggol Tuan ini, lalu gelasnya jatuh dan pecah...” ucap gadis itu takut.
“Ya sudahlah. Kau bersihkan saja pecahannya. Lain kali jangan seperti ini lagi ya?”
“Ne Tuan. Sekali lagi maafkan aku...” lalu ia hendak membereskan pecahan gelas itu lagi namun Min Ho berhasil mencegahnya.
“Tanganmu sedang terluka. Kalau kau paksakan yang ada lukanya akan infeksi dan jarimu bisa bengak. Hyung, apa boleh aku saja yang membereskannya?”
Mata Min Di langsung membesar. Sangat-sangat besar, bahkan hampir copot dari rongganya. Apa-apaan kau Choi Min Ho!!
“Mwo? kau kan tamu di sini. Mana mungkin aku membiarkan kau yang membereskannya.”
“Tidak apa-apa hyung, lagipula tadi aku yang tidak hati-hati berjalan.”
“Tidak perlu Tuan..aku tidak apa-apa, ini memang salahku..”gadis itu mulai memerah wajahnya. Dan sayangnya, Min Di melihatnya.
“CUKUP! MIN HO KAU SENGAJA YA MEMBALAS DENDAM PADAKU! KAU SENANG MEMBUATKU CEMBURU SEPERTI INI! HAH!” Teriaknya.
Min Ho hanya bisa memasang wajah tak mengertinya. Sung Je menatap gadis itu kaget. Dan si gadis pelayan itu langsung merasa nyawanya terancam saat ini.
Min Di menatap Min Ho dan pelayan itu bergantian dengan tatapan yang berapi-api. Lalu langsung pergi meninggalakan tempat itu.
“YA KIM MIN DI!” Teriak Min Ho.

“Apa-apaan dia? Kenapa bisa-bisanya dia membela gadis itu?!?! Memang gadis itu siapanya sampai perlu ia bantu! Ia mau membalas dendam padaku karena tadi aku mendiamkannya! Arrghh....tujuanku kan membuatnya cemburu! Ini malah aku yang dibuat cemburu olehnya! Kau memang menyebalkan Choi Min Ho!!!”

+++

“HUAHAHAHAHAHAHA.....” tawa Jong Hyun pecah di ruangan itu.
“Ya pabo! Kenapa kau malah mentertawaiku!!” bentak Min Di kesal.
“Ahahahahaha..kau memang gadis pabo Kim Min Di. Malah kau yang marah pada Min Ho..jadi, rencanamu gagal dong?”
“DIAM KAU! Aku muak denganmu!”
“Lho? Kenapa kau jadi menyalahkanku?”
“AAAHHHHH!!!! AKU KESAL POKOKNYA!!”
“Gadis gila...” guman Jong Hyun.

Beberapa hari kemudian.

“Min Di, apa bisa kau temani aku ke toko buku hari ini?”
“Um..maaf ya Min Ho aku sudah ada janji dengan orang lain.”
“Oh, bailkah. Aku ajak Jong Hyun saja kalau begitu.”

Akhir-akhir ini Min Di mulai menjauh dari Min Ho, mereka sudah jarang jalan bersama. Bahkan saat hari Minggu Min Di tiba-tiba saja membatalkan rencana kencannya dengan Min Ho. Padahal namja itu sudah menunggu di depan bioskop selama 1 jam.
Min Di seolah memiliki dunia barunya, dan ia sama sekali tidak ingin di usik oleh orang lain. Termasuk Min Ho, namjachingu-nya sendiri.

+++

“Chae Won, apa aku tahu akhir-akhir ini Min Di sering kemana?”
“Mwo?”
“Anni, maksudku..sepertinya akhir-akhir ini ia selalu sibuk sendiri. Tapi ia tidak pernah bilang apapun padaku.”
Chae Won tersenyum. “Kau merasa kehilangan ya? Kau kesepian ya? Merindukan kebawelan yeojachingu-mu itu ya?” goda Chae Won.
“Kau bicara apa sih? Aku kan hanya tanya!”
“Ah~~~sudahlah, jujur saja Min Ho...aku sudah lama jadi temanmu. Jadi tidak perlu malu lagi...”
“Hah, menyesal aku tanya padamu.”
“Hah..kau ini, begitu saja ngambek! Payah! Aku tidak tahu Min Di ada urusan apa akhir-akhir ini. tapi setahuku Min Di akhir-akhir ini dekat dengan namja yang bernama Kim Sung Je.”
“Kim Sung Je?”
Chae Won mengangguk. “Kau mengenalnya?”
Min Ho mengeryitkan alisnya. “Aku pernah bertemu denganya sekali. Min Di bilang ia sudah seperti oppa-nya sendiri. Sepertinya hubungan mereka memang dekat.”
“Whoa....bisa bahaya kalau begitu!”
“Apanya?”
“Yeojachingu-mu! Bisa-bisa ia berpaling ke lain hati! Kalau ia jatuh cinta pada namja itu bagaimana?!”
“Tidak lucu Kim Chae Won.”
“Ini memang tidak lucu! Tapi menyeramkan! Kalau Min Di jatuh cinta pada Sung Je itu bagaimana? Dan kalau pria itu juga suka pada kekasihmu bagaimana?”
“Min Di kan tidak bodoh. Ia sadar kok ia punya aku. Mana mungkin ia melakukan hal gila seperti yang kau bayangkan.”
“Ya...aku kan hanya memperingatimu saja. Aku tidak mau kau kehilangan gadis berisik itu nantinya...”
Sejenak Min Ho memikirkan omongan Chae Won barusan. Tapi ia tidak pikir panjang. Ia percaya kalau kekasihnya tidak mungkin melakukan hal gila seperti berselingkuh di belakangnya.

+++

“Ya, sampai kapan kita harus seperti ini? aku bisa gila lama-lama kau suruh jadi ‘selingkuhanmu’.”
“Ah...kau sabar sedikit kenapa. Nanti juga ia akan merasa cemburu dan kesal gara-gara aku selalu menolak permintaannya.”
“Apa kau yakin?” tanya Sung Je.
“Um...60% aku yakin....”
“GADIS GILA! KAU BENAR-BENAR MENJADIKANKU KELINCI PERCOBAANMU YA!!!”
“Ah~~~oppa...tidak usah berteriak di telingaku kan bisa!!!”
“Pabo kau!” ucap Sung Je lalu menjitak kepala Min Di.

+++

“Min Di, apa bisa besok kau temani aku menonton pertandingan basket di universitas Seoul?”
“Um...maaf ya Min Ho, aku mau pergi dengan Sung Je oppa. Kau bisa nonton sendiri saja kan?” lagi-lagi Min Di menolak permintaan Min Ho.
“Um, baiklah. Sepertinya kau lebih senang pergi dengannya ketimbang aku.” Gumam Min Ho.


“Ya, kau kok datang sendiri? mana Min Di? Biasanya ia selalu menempel padamu?”
“Ia sedang pergi dengan Sung Je hyung.”
“Sung Je?” tanya Jong Hyun.
“Temannya Min Di. Dan ia sudah menganggap seperti oppa-nya.”
“Oppa? Kau yakin Choi Min Ho?”
“Maksudmu?”
“Kau, percaya dengan omongan Min Di? Ah, anni, maksudku dengan namja itu. Kau yakin ia tidak akan mendekati kekasihmu?”
Min Ho mengeryitkan matanya.
“Kau bisa percaya kalau ia hanya menganggap Min Di dongsaeng-nya saja? Kau yakin kalau ia tidak akan punya perasaan pada kekasihmu itu?”
“Jangan bicara yang bertele-tele Jjong.”
“Maksudku...apa kau tidak khawatir kekasihmu berselingkuh dengan namja itu?” ucap Jong Hyun pelan dan hati-hati.
“Kau menuduh Min Di?”
“Bukan menuduh..tapi aku punya buktinya...”
“Mwo?”
“Ne, hyung-ku bilang ia melihat Min Di beberapa hari yang lalu berdua dengan seorang namja di taman sedang makan es krim. Dan mereka terlihat sangat dekat. Saat aku bilang mungkin itu kau ia bilang bukan. Ia bilang namja itu tidak setinggimu dan gayanya juga beda dari kau.”

+++

“Sudah hampir sebulan Min Di...” ucap Sung Je sambil mengayun ayunan itu.
“Lalu?”
“Sampai kapan kerjaanku akan selesai?”
“Sampai Min Ho sadar kalau ia harus menjaga kekasihnya dari pria lain.”
“Huh...” Sung Je hanya bisa menghela nafas.
Saat Min Di turun dari ayunan tempat dimana ia tadi berdiri sambil menggoyang-goyangkannya, ia terpelset dan hampir jatuh ke pasir di hadapannya. Namun untungnya Sung Je sempat menangkapnya.
“Ffyyuuuhh....untung aku tidak mencium pasir itu...” ucap Min Di lega. “Gomawo oppa.”
Sung Je hanya mengangguk. Saat Min Di ingin berdiri, Sung Je tidak melepaskan tangannya dari gadis itu.
“O, oppa...tanganmu...aku sudah tidak apa-apa kok.”
Sung Je lalu menatap tangannya. Tapi ia tidak melepaskannya. Entah kenapa jantungnya berdegup kencang saat menangkap tubuh Min Di tadi.
Lalu ia menatap gadis yang berdiri di hadapannya itu. “Min Di...”
“Ye oppa?”
“Bagaimana kalau...kalau aku..aku ingin menjadi selingkuhanmu yang sungguhan?”
Min Di mengeryitkan alisnya. “Kau bicara apa sih?”
“Aku..kurasa..aku mulai menyukaimu Kim Min Di. Apa..apa kau mau menjadi kekasihku? Aku tidak apa-apa kok kau jadikan selingkuhanmu..”
“Oppa, kau bercanda kan? Ini sama sekali tidak lucu.”
“Aku serius pabo. Coba kau lihat mataku.”
Min Di menatap mata namja itu sunguh-sungguh. Ia serius...tatapan matanya sama seperti saat Min Ho bilang ia mencintaiku dan akan menjagaku...
“Aku serius Min Di..aku..aku menyukaimu...”
Mereka berdua saling tatap dalam beberapa menit. Lalu entah muncul darimana keberanian Sung Je untuk mengecup bibir ranum gadis itu.
Mata Min Di langsung membulat. Ia kaget setengah mati.
“Min Di...”
Sung Je langsung memutus ciumannya dan mereka berdua langsung menatap sumber suara.
“M, M, Min, Min Ho....” ucap Min Di gelagapan.
Min Ho berjalan ke arah mereka berdua.
“Min Ho...se, sejak kapan kau....”
“Sejak kalian berciuman.”
Min Di benar-benar membatu di tempat. Kakinya terasa lemas dan aliran darah plus detak jantungnya serasa berhenti.
“Kalau kau memang mencintainya kenapa kau tidak pernah bilang padaku?”
“Min Ho aku...”
“Maaf, ini semua salahku. Awalnya Min Di hanya meminta bantuanku saja untuk membuatmu cemburu, karena ia merasa kau terlalu dingin padanya. Tapi kelamaan aku merasa kalau ia gadis yang menarik dan aku..aku mulai menyukai kekasihmu...”
“Min Ho aku....”
Min Ho tersenyum. “Gadis bodoh! Kenapa bisa aku mempunyai kekasih sepertimu.”
“Choi Min Ho maaf, aku tahu aku salah mencium kekasihmu. Tapi aku menyukainya. Tapi aku juga tahu kalau ia tidak akan pernah bisa menyukaiku. Karena di hatinya cuma ada seorang Choi Min Ho saja.” Ucap Sung Je sambil melirik Min Di yang matanya mulai basah.
Min Ho menatap gadis itu lalu menarik lengannya dan membawanya pergi.

Min Di menangis sesenggukan di bawah pohon itu. Ia berjongkok di bawahnya sambil menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya.
“Kenapa kau bisa-bisanya merencanakan ide bodoh macam ini sih? Kau pikir ini akan membuatku cemburu? Kau bodoh atau terlalu polos sebenarnya?”
“Aku hiks..aku..hanya ingin kau bersiakap lebih baik dan perhatian padaku saja...hiks..”
“Apa kurang perhatianku selama ini? kau lupa saat kau sakit? Aku orang yang paling panik setengah mati. Aku bahkan tidak bisa konsentrasi belajar. Padahal besoknya aku ujian.”
“Mian..aku memang bodoh...aku tahu kau marah...sekarang terserah kau saja mau melakukan apa padaku...”
“Sebegitu inginnyakah kau membuatku cemburu? Lalu apa kau senang kalau aku sudah merasakan hal itu?”
Min Di mendongakkan wajahnya menatap Min Ho yang berdiri di hadapnnya.
Min Ho berjongkok di depannya. Ia menghapus air mata Min Di dengan jarinya. “Aku cemburu bodoh. Aku kesal saat melihat kekasihku berciuman dengan pria lain. Apalagi ternyata pria itu punya rasa pada kekasihku yang pabo ini.”
Bukannya diam, Min Di malah menangis lagi.
“Ya, ya, ya! Kenapa kau malah menangis lagi!?!” Min Ho mulai panik.
“Aku, hiks..merasa bersalah padamu...maaf..aku memang pabo. Aku janji tidak akan melakukan hal pabo lagi...”
Min Ho lalu menariknya ke pelukannya.

+++

“Ya, apa kau mau tahu apa alasanku tidak pernah merasa cemburu padamu?”
“Kenapa?”
“Karena aku percaya padamu. Aku percaya kalau kau gadis baik-baik dan kau hanya mencintaiku di dunia ini. Makanya aku tidak pernah merasa curiga atau cemburu.”
Min Di mengeryitkan alisnya dan memanjukan bibirnya. “BODOH!”
“Kenapa kau bilang aku bodoh?”
“Kau memang bodoh! Kenapa kau tidak pernah bilang hal ini padaku sih! Aku kan jadi tidak perlu susah-susah membuatmu cemburu!”
“Kau yang bodoh! Untuk apa kau menyuruh Jong Hyun dan Chae Won mengompor-ngomporiku agar cemburu padamu! Buang-buang energi saja!”
“MIN HO MEMANG PABO!!!”
Min Ho langsung membekap Min Di yang berteriak-teriak seperti orang kesetanan itu. “Kau bisa diam tidak sih! Tidak malu apa di lihat orang-orang?”
Min Di hanya mengerucutkan bibirnya saja. Lalu menjulurkan lidahnya.
“Gadis pabo dasar!” ucap Min Ho sambil tertawa lalu mengacak rambut Min Di.
“Jadi..kau percaya ya padaku? Kau percaya kalau aku tidak akan berselingkuh darimu?”
“Um...ya begitulah...”
“Kenapa?”
“Karena aku tahu kalau kau sangat mencintaiku. Chae Won bilang sejak SMA kau sudah memperhatikanku, ia bilang kau sangat tergila-gila padaku dan tiap saat selalu membicarakanku, sampai ia muak mendengar namaku kau sebut berkali-kali.”
Min Di langsung syok. “M, MWOO!!! CHAE WON BILANG BEGITU!!!”
“Ne.” Jawabnya enteng.
“CHAE WON MICHYEOH!! KENAPA IA BILANG SEMUA PADAMU SIH!!”
“Ahahahahaha...jadi benar semua itu? Benar kalau sejak SMA kau sudah menyukaiku secara diam-diam?”
Wajah Min Di mulai memerah. Ia tidak berani menatap Min Ho.
“Sudah tidak usah malu. Toh sekarang aku sudah jadi kekasihmu. Lagipula berkatnya juga aku mau menjadi kekasihmu.”
“Mak, maksudmu? Chae Won mengancammu ya??!”
“Bukan pabo! Kau pikir ia preman apa? ia bilang kau itu gadis yang baik dan setia. Kalau kau suka pada sesuatu kau pasti akan menjaga dan mempertahankannya agar selalu bisa berada di sisimu. Makanya aku memilihmu menjadi kekasihku.”
Kali ini wajah Min Di makin merah.
“Kkaja. Aku sudah lapar. Cepat jalannya.”
“Hah..sampai kapan sih kau akan bersikap seperti ini? perutmu itu isinya apa sih? Kenapa kelaparan terus?”
“Dari pada aku memakan kau? Kau mau?”
Min Di langsung diam dan mengikuti Min Ho saja.

Sampai depan restoran itu Min Ho menghentikan langkahnya. “Um..Min Di, aku jadi tidak selera.”
“Apa kau bilang? Aku mengerjaiku ya?!?!”
“Andwe..hanya ingin makan yang lain saja...”
“APA!!”
“Um...ingin sesuatu yang manis dan kadang suka berwarna merah kalau sedang malu...”
“A, apa maksudmu?”
Tiba-tiba namja itu mengeluarkan evil smile-nya. Ia mendekat ke wajah Min Di dan membisikkan sesuatu di kupingnya. “Aku..aku ingin memakan pipimu yang merona itu...dan kalau bisa...bibirmu yang berasa cherry itu...” bisiknya menggoda.
Tubuh Min Di langsung menegang. Ia kaget setengah mati. Ia menelan ludahnya.
“Aku kangen dengan rasa cherry lembut dan manis itu...” bisiknya lagi.
Lagi-lagi Min Di menelan ludahnya. Ia menggigit bibir bawahnya dan sedikit menjilat lip gloss di bibirnya itu. Yang memang beraroma cherry.
Min Ho mulai menjauh dari kupingnya dan lalu matanya menatap pada bibir pink itu dan mulai mendekat.

5 senti..4 senti..3 senti...2 senti...

“HUAHAHAHAHAHA.....Wajahmu lucu sekali Min Di!! Harusnya tadi aku merekamnya! Ekspresimu benar-benar lucu! Huahahahahaha...”
Gadis itu merasa kesal. Ia mengepal tangannya. “MIN HO PABOOOO!!! AWAS KAU!!!” ia pun mulai mengejar Min Ho yang kabur, karena tahu akan di aniaya oleh gadisnya itu.

FIN

Senin, 25 Oktober 2010

saengil chukae Yoogeunnie~~~ ^o^


hohohoho...ni hari baby cute-nya SHINee Appa`s b`day yg ke 3 tahun lo~~~ (4 taun umur Korea)

saengil chukae yoogeunnie~~~
moga panjang umur, cepet gede, makin lucu, makin cute, tenar kayak Appa2 nya, ganteng kayak Appa2 nya XD

hehehhe~~~


pokoknya i wish d best 4 yoogeunnie~~ ^^


Yoo Geun's Profile :

Real Name : Jung Yoo Geun
Birthday : 25 October 2007
Height : 91 cm
Weight : 13 kg
Interests : Power Rangers





BONUS~~~~~
O.o wkwkwkkw mino Appa~~
nampyon-ku tercintah...kekekke

Senin, 18 Oktober 2010

life is so complicated

semua orang juga tau kalo dalam kehidupan kita ga mungkin lancar2 aja, pasti suatu saat ada saat di mana kita bakal jatoh & terpuruk.
ya cara mengatasi masalah itu ya dengan menarik hikmah dari semua kejadian yang kita alamin itu. baik yang bagus ataupun yang buruk.
mungkin aja itu jadi salah 1 proses pendewasaan kita.

beberapa waktu yang lalu, gw sempet ngalamin masa2 sulit itu, & jujur gw menderita banget sama masalah gw itu.
gw baru sekali ngalamin hal kayak gitu, & buat gw itu terlalu menyakitkan buat di jalannin.

tapi untungnya gw masih punya temen2 yang setia ad di samping gw. buat tenangin gw, kasih solusi dari masalah gw, dengerin semua unek2 gw, & bikin gw happy lagi di saat gw down

jadi....
gw mo ngucapin makasih banget2 buat Ika Onnie, Tae Rin & Chae Won
*kalin pasti tau kan masalah apa yang aku maksud?*

makasih bgt2 ya, kalo ga da kalian mungkin aku bakalan terpuruk banget ngejalanin hal itu sendirian ^^


& satu hal yg gw tau.

sahabat itu adalah orang yang dimana kita merasa senang ataupun susah sekalipun bakal setia ada di samping kita buat bantu kita ngadepin segala masalah hidup.

cari temen emang gampang, tapi cari sahabat susahnya kayak cari jarum di tumpukan jerami...

& yg namanya sahabat itu, ga bisa di ukur juga dari udah berapa lama kita temenan sama tu orang.
bisa aja kita baru kenal beberapa waktu sama seseorang tapi kalo udah ngerasa cocok ya bisa aja dia jadi sahabat sejati kita ^^


+++


sekarang gw mo ngomongin masalah kuliah gw.

sekarang gw udah semester 5, dan gw rasa....gw udah berada di titik jenuh.

sumpah, ga tau kenapa gw mulai ngerasa bosen & males buat kuliah, gw udah jenuh banget tiap hari musti ke kampus, ngerjain2 tugas, bikin power point, cari makalah, bikin sejuta design, dll

ga tau kenapa gw rasanya capeeeee banget,

gw pengen istirahat buat beberapa waktu. tapi ga akan bisa... -___-"


yes, life is so hard & so complicated for me...


gw harap gw bisa ngejalanin hidup gw ini dengan sebaik2 nya.


AMIN!

Minggu, 17 Oktober 2010

Because I Trust You - part 1

Main cast : Choi Min Ho, Kim Sung Je, Kim Min Di (author, indi)
Other cast : Kim Jong Hyun, Kim Chae Won (tya)


“HAH....sudahlah! aku lelah berdebat denganmu! Kenapa kau selalu membahas masalah ini terus sih!!”
“Ini juga salahmu pabo! Kenapa kau selalu dekat dengan namja-namja itu!! Apa kau lupa kalau kau sudah memiliki namjachingu!”
“Aku ingat pabo! Aku masih ingat kalau aku memiliki namjachingu yang pencemburu sepertimu!! Sampai kapan sih kau mau seperti ini? bisa tidak sekali saja percaya padaku? Mereka hanya temanku saja.”
“Kau! Hah, lelah aku bertengkar denganmu! Kalau di bilangi malah membantah!” namja itu pun berjalan meninggalkan yeojachingu-nya.
“YA! KAU MAU KEMANA! KENAPA MALAH MENINGGALKANKU SENDIRI! YA! YA!”

Sepasang kekasih lainnya yang sejak tadi menonton pertengkaran mereka berdua hanya bisa bengong dan mengerjap-ngerjakan matanya.
“Drama season kelima ratus di mulai lagi...” ucap si yeoja pelan.
Namja yang menggenggam tangannya hanya mengangguk.
Lalu gadis yang sedang marah tadi langsung menatap mereka berdua tajam. “YA! SEDANG APA KALIAN BERDUA DI SITU!!”
“Menonton drama...” ucap sepasang kekasih itu kompak.
“APA MAKSUD KALIAN! JADI PERTENGKARAN AKU DENGAN SI BODOH ITU KALIAN ANGGAP DRAMA LIFE YA! HAH!!”
“Ne...” jawab keduanya kompak lagi.
“Kalian! Arrgghh...dosa apa sih aku punya sahabat seperti kalian berdua!!”
Gadis berambut panjang itu menghampiri gadis yang sedang mengamuk itu lalu merangkul pundaknya. “Ya, sampai kapan sih kau dan Jjong akan bertengkar terus? Kami bosan tahu melihatnya.”
“SAMPAI SI BODOH ITU BOSAN MENUDUHKU YANG TIDAK-TIDAK!”
“Memang kau berbuat apalagi?” tanya si pria.
“Ia menuduhku beselingkuh lagi! Padahal aku hanya jalan dengan temanku saja, tapi ia malah memikir aku jalan dengan selingkuhanku. Gila kan dia!”
Pria itu menghela nafas.
“Sudahlah, aku mau pulang saja! Kesal aku dengan si bodoh itu!!”

Gadis berambut panjang itu lalu menghampiri kekasihnya. “Ya, apa kau akan bersikap sama seperti Jong Hyun kalau melihatku pergi dengan namja lain?”
“Andwe.”
“Waeyo?”
“Untuk apa marah. Buang-buang energi saja. Sudahlah, aku lapar.” Ucapnya sambil memegangi perutnya lalu berjalan meninggalkan kekasihnya yang sedang merutuk tak jelas.
“YA CHOI MIN HO!! TUNGGU AKU!”

+++

Gadis itu menyedot jus jeruknya dengan bibir yang di maju-majukan.
Lalu seorang namja datang dan memukul kepalanya. “Jangan monyong-monyong seperti itu bodoh! Nanti cafe-ku tidak ada yang mau mendatanginya karena melihat gadis yang sedang frustasi sepertimu!”
“Ah~~~oppa! Sakit tahu!”
“Habis, kau ini kalau ke sini pasti selalu bersikap seperti itu!”
“Oppa...aku kan sedang berpikir!”
“Memang kau punya otak untuk berpikir?”
“OPPA~~~~~”
Namja itu menutup telinganya. “Heh bocah bawel! Bisa tidak sih kau tidak teriak-teriak seperti itu!! Kau mau pelanggan cafe-ku kabur semua ya?”
Gadis itu memajukan bibirnya lagi. Lalu menjulurkan lidahnya pada namja di hadapannya.
Namja itu tersenyum dan mengacak rambut gadis itu.
“Ada apa sih sebenarnya? Kau ada masalah dengan namjachingu-mu?”
Gadis itu mengangguk pelan.
“Kau bertengkar dengannya?”
Ia menggeleng.
“Lalu? Um..apa ia berselingkuh di belakangmu ya?!?!”
“YA! Min Ho bukan namja seperti itu! Ia namja baik-baik, jadi mana mungkin ia berselingkuh di belakangku!”
“Lalu? Apa masalahnya?”
“Aku...aku..huh..kadang aku merasa kesal juga punya namjachingu yang sifatnya seperti anak itu. Ia terlalu dingin padaku. Selalu cuek dan tidak pernah peduli padaku. Beda dengan Jjong yang selalu memperhatikan Chae Won...”
“Jadi...kau iri dengan temanmu?”
Ia mengangguk.
“Ya sudah kalau begitu. Kau pacari saja Jong Hyun!” ucapnya enteng.
Min Di berdiri dari kursinya lalu menjitak kepala pria di hadapannya itu.
“YA! SAKIT PABO! Seenaknya saja kau memukul kepalaku!” ucapnya sambil memegangi kepalanya.
“Habis kau! Bicara yang aneh-aneh saja! Kau kan tahu kami berempat sudah bersahabat sejak SMA. Mana mungkin aku memacari Jjong pabo itu!”
“Tadi kau bilang iri, sekarang malah tanggapannya begini. Kau maunya apa sih Kim Min Di??”
“Aku..aku hanya ingin Min Ho lebih perhatian dan peduli saja padaku...Masa kemarin saat aku tanya kalau aku pergi dengan namja lain apa ia akan marah, ia malah menjawab tidak. Kau tahu apa alasannya?”
Namja itu menggeleng.
“Percuma membuang-buang energi untuk bertengkar denganmu.” Ucap Min Di sambil menirukan gaya Min Ho.
Sung Je langsung terkekeh melihatnya. “Hhmmp...”
“Ya! Kenapa kau tertawa!”
“Kau sama sekali tidak cocok menirukan Min Ho. Aktingmu jelek sekali Min Di.”
“Oppa~~”
“Iya, iya aku tidak akan menertawaimu lagi. Lalu kau maunya apa?”
Min Di menatap Sung Je penuh arti lalu tersenyum pada namja itu. Entah kenapa Sung Je merasa suatu hal buruk akan menimpanya saat itu juga.
“Oppa, kau kan namja paling baik se-Korea ini, kau mau membantuku kan?”
Huh...kubilang juga apa...pasti ia ada maunya..
“Mwoya?” tanya Sung Je malas.
Min Di tersenyum pada Sung Je. “Kau, kau mau kan pura-pura menjadi pacarku?”
“Apa maksudmu? mau kau kemanakan Choi Min Ho itu?!?!”
“Hah! kau pabo memang! Hanya pacar bohongan! Aku hanya mau membuatnya cemburu saja! habis aku kesal, selama ini ia tidak pernah mencemburuiku kalau sedang bersama pria lain. Beda dengan Jong Hyun...”
“Kau memang gadis gila Kim Min Di. Aku tidak sudi membantumu kalau begini caranya!” lalu Sung Je bangkit dari kursinya. Namun Min Di langsung menarik lengannya.
“Oppa...ayolah tolong aku...kau tidak kasihan padaku apa?”
“Aku lebih kasihan pada Min Ho daripada kau! Masa kau mau menjalani ide gila ini cuma untuk membuatnya cemburu? Kalau nanti ia cemburu betulan bagaimana?”
“Bagus itu! Memang itu yang kuharapkan!” ucap Min Di sambil menepuk tangannya.
Satu jitakan langsung mampir di kepalanya.
“Iya, lalu ia akan membunuhku karena sudah mendekati kekasihnya! Kau mau aku mati muda ya!!”
“Mana mungkin ia membunuhmu! Memang ia sudah bosan hidup apa? mana mau ia mengotori tangannya untuk membunuhmu lalu masuk penjara seumur hidup. Tindakan yang tidak sebanding.” Ucapnya sambil geleng-geleng kepala.
“Oke, lalu kalau Min Ho minta putus darimu bagaimana?”
Min Di langsung diam. Sung Je merasa menang, ia langsung tersenyum lebar dan berjalan ke arah dapur.
“Oppa~~~tunggu~~~~” teriak Min Di sambil berlari mengikuti Sung Je.
+++

BRUKK!!

Jong Hyun melempar tasnya dengan kasar ke meja. Min Di sampai hampir tersedak di buatnya.
“KIM JONG HYUN!!! KAU GILA YA! KAU MAU MEMBUATKU MATI TERSEDAK!”
“Mana ada orang mati karena tersedak?” jawabnya enteng.
“ADA! KALAU KAU BERSIKAP SEPERTI ITU TERUS KAU BISA MENJADI PENYEBAB SEORANG GADIS MATI KARENA TERSEDAK PLUS KAGET!”
“Hah...dasar gadis bawel!”
“YA!”
“Ssssttt...kalian bisa tenang tidak sih? Coba lihat, semua orang di kantin ini menatap kalian.” Ucap Min Ho sambil meletakkan jari di bibirnya.
Min Di langsung diam dan duduk kembali. Jong Hyun pun duduk di hadapan mereka berdua.
“Kau kenapa lagi? Ada masalah?” tanya Min Ho.
Jong Hyung mengangguk. “Biasalah, masalah Chae Won.”
“Hah...masalah itu lagi. Tidak ada masalah lain apa?”
“Heh bodoh! Masalah yang satu ini saja susah di selesaikan! Kau malah ingin aku dapat masalah lain! Chingu macam apa kau!”
“Jjong, bisa tidak kau tidak berteriak? Mereka semua menatap kita tahu.” ucap Min Di.
“HEH BODOH! TADI JUGA KAU YANG AWALNYA BERTERIAK PADAKU! GILIRAN AKU MEMBENTAK NAMJACHINGU-MU KAU MALAH MEMARAHIKU!!”
Min Di langsung membekap mulut Jong Hyun yang sedang berkoar-koar itu. “Hhhmmppt....hhmmpptt....”
“Sudah lepaskan dia. Aku tidak mau kekasihku jadi seorang pembunuh.” Ujar Min Ho asal.
Akhirnya Min Di melepaskannya. Jong Hyun langsung menarik nafas banyak-banyak. “Hah...micyeoh! mau membuatku mati ya!!”
“SSTTT!” ucap Min Di.
“Sebenarnya ada apa lagi dengan kalian berdua?” tanya Min Ho serius.
“Aku muak dengan sifat Chae Won. Ia selalu dekat dengan namja-namja pabo itu! Ia tidak pernah bisa menghargai perasaanku. Apa ia tidak tahu kalau aku mencemburuinya!”
“Jjong, kau sangat mencintai Chae Won ya?” tanya Min Di polos.
“Tentu saja pabo! Kalau tidak untuk apa aku menjadi kekasihnya!”
Min Di hanya memajukan bibirnya karena kesal di bentak.
“Kau terlalu protektif pada Chae Won. Kurasa Chae Won tahu apa yang di lakukannya. Ia juga tidak mungkin mengkhianatimu. Kalian kan sudah lama berpacaran.”
“Ya, kalau kau jadi aku apa yang akan kau lakukan? Tiap hari kekasihmu selalu dekat pria lain, bahkan bersikap manis padanya. Apa kau tidak akan sakit hati?”
“Anni.”
Mata Jong Hyun langsung membesar. Mulutnya menganga. “Ka, kau bercanda kan? Kau, kau masih menjadi kekasihnya Min Di kan?”
“Masih. Iya kan Min Di?” tanyanya pada gadis yang duduk di sebelahnya.
Min Di mengangguk pelan.
“Kau gila ya Choi Min Ho? Bisa-bisanya kau tidak merasa kesal kalau kekasihmu dekat dengan pria lain. Kau punya perasaan tidak sih sebenarnya?”
“Hah..kalau aku tidak punya perasaan mana mungkin aku bisa berpacaran dengan Min Di. Pertanyaan bodoh!”
Jong Hyun mulai merasa kesal dengan tanggapan namja jangkung itu. Akhinya ia hanya bisa menghela nafas saja. “Terserah kau sajalah!” lalu ia mengambil tasnya dan hendak pergi lagi. Namun ia berbalik ke arah Min Di. “Kim Min Di, kurasa kau salah mencari kekasih. Lebih baik kau pikirkan lagi masa depan hubungan kalian.”
Min Ho sekilas menatapnya lalu mendesah pelan. Sedangkan Min Di hanya diam dan lalu melirik Min Ho, gadis itupun menghela nafasnya panjang.
“Jangan dengarkan omongan si gila itu.” Ucap Min Ho dingin.
Min Di menatapnya lalu menarik-narik bajunya. “Ya, apa benar yang kau bilang tadi? Kau tidak akan merasa cemburu kalau aku dekat namja lain?”
“Ne.”
“Waeyo? Aku kan yeojachingu-mu...apa kau tidak sungguh-sungguh mencintaiku ya makanya kau tidak marah?” ucapnya pelan.
“Hah, kau sudah ketularan gilanya. Sudahlah, aku malas membahasnya. Sudah ya aku harus masuk kelas lagi. Nanti kau tunggu aku di parkiran saja ya kalau mau pulang. Annyeong Min Di.” Lalu ia meninggalkan Min Di sendirian di kantin.
Min Di hanya melihatnya berlalu dari hadapannya.

+++

“Ah terserah kau sajalah! Kau memang keras kepala dan tidak bisa kubilangi!” Chae Won langsung memutuskan sambungan telepon itu dan melempar ponselnya ke sebelah Min Di yang sedang duduk di ranjangnya.
“Pasti dari Jong Hyun.”
“Kalau sudah tahu untuk apa tanya!”
“Kenapa sih kalian bertengkar terus? Tidak bosan apa?”
“Aku bosan Min Di, sangat malah! Tapi Jong Hyun selalu mencari-cari kesalahanku. Masa karena aku pergi ke acara ulang tahun mantan kekasihku ia marah padaku. Padahal aku tidak melakukan apa-apa dengannya! Ia juga sudah memiliki yeojachingu baru.”
“Kalau aku jadi Jong Hyun aku juga akan marah...”
Chae Won langsung menatap Min Di tajam. Min Di langsung membungkam mulutnya.
“Um.. Chae Won, sebenarnya Jjong sangat mencintaimu, makanya ia bersikap seperti itu padamu. Ia tidak mau kau meningalkannya makanya ia jadi sedikit protektif padamu.”
“Dia sudah keterlaluan Min Di! Ia terlalu pencemburu! Padahal waktu SMA dulu ia tidak begitu. Entah kenapa sejak masuk universitas ia berubah jadi namja yang super duper pencemburu seperti itu!”
“Kau sebenarnya gadis yang beruntung Chae Won. Kau memiliki namjachingu yang sangat mencintaimu.”
“Tapi kan tidak perlu seperti itu Min Di..”
“Min Ho malah sama sekali tidak pernah mencemburuiku...kadang aku merasa iri pada kalian berdua..”
“Kau gila ya? Seharusnya kau senang karena namjachingu-mu tidak banyak tanya dan lurus-lurus saja. Tidak seperti Jjong yang bawel itu!”
“Tapi kan aku jadi ragu pada perasaannya! Apa ia benar-benar mencintaiku? Orang bilang kan kalau kau cemburu itu tandanya kau sangat mencintai kekasihmu dan tidak ingin ia di dekati orang lain...”
“Kau ini polos atau bodoh sebenarnya? Kan tidak semua ucapan itu benar. Tidak berarti kalau Min Ho tidak pernah cemburu itu tandanya kalau ia tidak mencintaimu. Apa kau lupa saat kakimu terkilir ia sangat khawatir setengah mati? Sampai tidak masuk kelas dan menemanimu di ruang kesehatan selama seharian. Lalu ia menggendongmu sampai ke motornya. Apa itu kurang menunjukkan kalau ia benar-benar mencintaimu?”
“Tapi...”
“Kalau begitu, bagaimana kalau aku saja yang menjadi kekasihnya Min Ho? Kau jadi kekasihnya Jong Hyun. Kau kan ingin punya kekasih yang pencemburu seperti dia. Aku sudah bosan dengan sikapnya itu.”
“KAU GILA YA CHAE WON! AKU SANGAT MENCINTAI MIN HO TAHU! MANA MUNGKIN AKU MENYERAHKANNYA PADAMU!”
“Habis kau aneh-aneh saja.”
Min Di hanya manyun-manyun sambil memainkan jarinya.

+++

Min Ho melirik jam tangannya lagi. Sudah yang ke lima kalinya. Ia mendesah pelan.
Tiba-tiba datang seorang gadis berbaju pink berlari kecil sambil memegangi tas selempangnya. Sampai depan Min Ho ia langsung membungkukkan tubuhnya dengan cepat. “Maaf..kau marah ya? Maaf ya aku telat...”
“Sudahlah. Aku sudah lelah menunggumu. Mana hari ini sangat panas pula.”
Min Di mendongakkan wajahnya. “Ka, kau tidak marah padaku?”
“Percuma, tidak ada manfaatnya buatku.”
Min Di berdecak kesal. Sesungguhnya ia ingin menginjak kaki namja di hadapnnya itu, tapi berhubung itu adalah namjachingu yang paling ia cintai, ia mengurungkan niatnya. Mengingat betapa susahnya ia mendapatkan pria dingin itu, yang sebenarnya sangat perhatian dan peduli padanya.
“Kita kemana sekarang?” tanya Min Ho datar.
“Ke cafe saja. Punya temanku. Nanti kita bisa dapat makanan gratis kalau kesana!” jawabnya kesal. Lalu berjalan.
Min Ho mengeryitkan matanya. Seharusnya kan aku yang marah padanya?

to be continue...