Hello, SHINee World in here~~ ^o^

Jumat, 02 April 2010

curhatan anak stres...

kemaren waktu hari rabu pas mata kuliah multimedia, sumpah gw ga konsen sama sekali!!
konsen sih, tapi cuma dikit.
otak gw lagi dongdong tuh kemaren.

apalagi makin di akhir jam, makin penget cepet keluar gw..!!

di otak gw terus terngiang-ngiang satu kata...

GW PENGEN DENGERIN GET DONW!!!

HUA.....

saya ngebet banget mao denger suara my prince charming CHOI MIN HO ituh...
hiks...hiks...

akhirnya gw denger lewat MP3 HP gw ja...(wlopun klas gw belom klar padahal...-_-)
bodo dah, yang penting hasrat saya tersampaikan buat dengerin GET DOWN. ^^

MUAHAHAHA....

kemaren hari kamis, gara2 gw bosen makan di kampus mulu, atas ide teman saya yang bernama Sonya Widia, akhirnya kita pada makan di texas di CBD (Seakalian jalan2 lah, masa udah setengah taon gw kuliah tapi ga tao daerah sekitar?? gembel amat!!)

akhirnya gw jalan ber6 sama temen2 gw.
Gw, Onya, Tiwi, Euis, Feny & Abas (namjachingu-nya Feny)

sampe sana mah kita langsung menjalankan misi dan tujuan awal buat makan.
abis itu pada ngajakin jalan2 ya udah gw mao aja..

yg ada bukannya jalan2, tapi cuma naek turun eskalator kaga jelas mao ngapaen..-_-
ke 21 cumang mao liat pelm apa yang lagi keluar..

(gemana mao nonton! duit gw di dompet tinggal 10 rebu!!)

akhirnya selesai survey yang amat sangat tidak jelas itu kita balik, tapi sebelumnya beli es krim dulu,

kelarnya gw sakit perut gara2 kekenyangan...
ampun dah...

mana pulangnya macet banget lagi!
nyampe rumah jam 6 gw..

aigo aigo aigo....

Senin, 29 Maret 2010

(FF SHINee) Noona Saranghae part 1


Noona Saranghae

Main Cast :
Kim Min Di (author)
Lee Tae Min SHINee

Other cast :
Lee Jin Ki / Onew SHINee
Choi Min Ho SHINee
Kim Jong Hyun SHINee
Kim Ki Bum / Key SHINee

Inspiration : Replay (Noona Neomu Yeppeo) Song. ^^ v

Tae Min POV.

“Lee Tae Min! Apa-apaan ini! Kenapa nilai-nilaimu seperti ini! Kenapa kau tidak bisa seperti hyung-mu sih! Ia selalu mendapat nilai yang bagus! Seharusnya kau mencontohnya!”
Aku mengerucutkan bibirku. “Kenapa sih Appa selalu membanding-bandingkan aku dengan Jin Ki hyung! Aku tahu kalau ia sangat pintar! Bahkan ia selalu mendapat peringkat 2 dulu waktu di sekolah. Bahkan sekarang di kampusnya ia juga menjadi salah satu mahasiswa yang paling pintar di kampusnya. Tapi sayangnya aku memang tidak sepintar dia!”
“Lee Tae Min, jaga bicaramu! Aku ini Appa-mu! Seharusnya kau rajin belajar seperti Jin Ki. Bukannya hanya main-main terus. Kau ingat sekarang kau sudah kelas 3 SMA. Sebentar lagi kau akan masuk universitas. Seharusnya kau makin giat belajar.”
“Aku tahu Appa. Tapi memang aku lemah di bahasa Inggris. Semuanya tidak ada yang mau mengajariku. Bagaimana nilaiku bisa bagus?”
Appa menghela nafasnya. “Jin Ki, kalau begitu kau mulai sekarang harus mengajarkan anak ini, kan bahasa Inggis-mu lumayan bagus.”
“Mwo? Aku? Appa, kau kan tahu aku sudah semester akhir, mana aku ada waktu untuk mengajari Tae Min?”
“Lalu bagaimana? Kalau terus-terusan seperti ini bisa-bisa anak ini tidak lulus SMA!”
“Um...bagaimana kalau kita carikan dia guru les privat saja?” usul Jin Ki hyung.
“Iya, Omma juga setuju. Jin Ki kan sedang sibuk dengan kuliahnya, lebih baik Tae Min di panggilkan guru les saja.”

Aku membanting tubuhku ke ranjang, lalu Jin Ki hyung duduk di sebelahku.
“Ya, kau jangan terus cemberut seperti itu.” Ujarnya.
“Aku kesal hyung. Kenapa sih Appa selalu membanding-bandingkan aku denganmu? Aku tahu kalau aku tidak sepintar kau! Tapi kenapa sih ia selalu berskap seperti itu?”
“Ya, Appa itu ingin kau menjadi anak yang pintar dan nilaimu bagus-bagus. Sebenarnya niatnya baik kok.”
“Tapi hyung aku kan juga jadi kesal selalu di banding-bandingkan!”
“Hah, ya sudahlah lupkan saja. Kau mau kan aku carikan guru les privat?”
“Memangnya mesti apa hyung?”
“Tentu saja. Kau memang mau tidak lulus SMA?”
Aku menggelengkan kepalaku.

“Tae Min, aku sudah mendapat guru yang akan mengajarimu. Nanti sore ia akan datang ke rumah mengajarmu. Sepulang sekolah kau langsung pulang kerumah ya.” Ujar Jin Ki hyung tadi saat di telepon.
Aku mengehela nafasku. Rasanya aku ingin tidak pulang kerumah saja. Aku bosan berada di rumah. Apalagi aku harus les. Hah, betapa malangnya nasibku.

Begitu sekolah usai, aku pulang dengan ogah-ogahan. Di halte bis aku hanya duduk sambil mendengarkan MP3-ku saja. Aku malas menaiki bis yang melewati rumahku. Setelah mulai bosan aku baru pulang.

Sampai rumah Omma langsung menyambutku dengan ocehannya.
“Aigo Tae Min-ah...kau dari mana saja sih? Kenapa baru pulang sekarang? Kasihan guru les-mu sudah menunggu dari tadi. Sudah sana cepat ganti bajumu lalu temui dia di ruang tengah.”
“Omma...apa aku harus les?”
“Kau bicara apa sih? Tentu saja. Memangnya kau mau Appa marah lagi? Ayolah Tae Min, Omma juga sedih melihatmu terus di marahi seperti itu. Sekali-sekali kau menurutinya bisa kan?”

Aku langsung naik ke kamarku di lantai 2. Begitu sampai sana aku langsung melempar tasku dan mengganti seragam.
“Aigo...bagaimana kalau guru itu galak? Ah, aku bisa habis olehnya. Matilah aku...”

Aku berjalan gontai ke ruang tengah. Sampai sana aku melihat seorang wanita sedang duduk sambil membolak-balik buku bahasa Inggris.
“Permisi, aku Tae Min. Maaf sudah membuatmu menunggu.” Ucapku lemah.
Lalu wanita itu menaruh bukunya di meja dan membalikkan badannya menghadap ke arahku.
“Oh, kau sudah pulang. Annyong, naneun Kim Min Di imnida. Aku guru lesmu.” Ucapnya sambil tersenyum.
“Na, naneun Lee Tae Min imnida.”
“Jadi kau yang akan aku ajari ya?”
Aku mengangguk.
“Kau adiknya Jin Ki oppa ya?”
Aku kembali mengangguk.
“Aku temannya. Lebih tepatnya hoobae-nya di kampus.”
“Oh...” lalu aku duduk di depannya.
“Nah, apa bisa kita mulai sekarang?” tanyanya.
“Hm.”
“Baiklah. Um..apa yang mau kau pelajari pertama kali?”
“Mwo?”
“Ne, apa yang ingin kau tanya padaku. Apa kau ada tugas sekolah? Siapa tahu aku bisa membantumu. Jin Ki oppa bilang kau lemah di bahasa Inggris ya? Ya..walaupun aku tidak terlalu pintar tapi orang-orang bilang bahasa Inggris-ku lumayan kok. Makanya Oppa menyuruhku mengajarimu.”
“Oh...jadi Sonsaengnim sudah tahu ya? Aku memang payah kan? Padahal hyung-ku sangat pintar. Tapi dongsaeng-nya pabo.”
“Ya, tidak ada orang yang pabo di dunia ini. Yang ada hanya orang yang malas dan rajin. Mungkin kau kurang rajin, makanya seperti ini.”
“Tapi aku memang pabo Sonsaengnim, teman-temanku saja heran kenapa aku tidak sepintar hyung-ku itu.”
“Ya Tae Min-ssi. Apa bisa kau berhenti memanggilku Sonsaengnim? Aku berasa sudah sangat tua. Aku seumuran hyung-mu, hanya lebih muda setahun. Dan kalau kau sekarang kelas 3 SMA Berarti kita hanya berbeda 3 tahun.”
“Mwo? Lalu aku harus memanggilmu apa Sonsaengnim?” aku menutup mulutku dengan tangan. “Mianhe...”
“Tidak apa-apa. Um..panggil aku noona saja bagaimana? Min Di noona.”
“Min, Min Di noona?”
“Ne. Setuju kan?”
Aku mengangguk.
Memang iya sih, ia kelihatan masih muda, dari pakaiannya saja jelas terlihat. Gadis itu mengenakan kaus berwarna ungu muda, rompi hitam dan celana jins skiny coklat. Sepertinya ia baru pulang kuliah.
“Nah, jadi sekarang kita mau mulai dari mana?” tanyanya membuyarkan lamunanku.
“Um, terserah Sonsaengnim saja. Eh, maksudku noona. Ne, noona.” Ucapku dengan menekankan kata-kata noona.
Ia tersenyum. “Baiklah, kalau begitu kita mulai dari pelajaran tenses saja. Oke?”
Aku menganggukkan kepala.

Author POV.

Awalnya Min Di hanya seminggu sekali mengajari Tae Min les, namun setelah beberapa minggu frekuensinya makin meningkat. Masalahnya nilai Tae Min tetap tidak ada perubahan. Dan yang aneh, Tae Min sendiri yang mengusulkan ide itu!
Padahal dari awal ia sudah ogah-ogahan di suruh les. Tapi sekarang malah ia yang mengusulkan untuk frekuensi lesnya di tambah. Akhirnya sekarang ia les seminggu 3 kali.

“Um..bagaimana kalau jadwal lesku di tambah saja hyung?”
“MWO? Ya, kau sedang sakit ya Lee Tae Min?” tanya Jin Ki sambil memegang dahi anak itu.
“Aku serius hyung! Memang kau mau dongsaeng-mu ini tidak naik kelas?”
“Sebenarnya yang salah itu kau, apa Min Di? Bagaimana bisa kau tetap mendapat nilai rendah? Padahal sudah les.”
“Ah, tidak penting masalah itu! Ayolah hyung...kau bujuk Min Di noona untuk menambah jadwalku. Mau kan hyung?” bujuk Tae Min.
Jin Ki menatapnya tak berdaya. “Kau pikir Min Di tidak punya kesibukan lain apa? Dia kan juga harus berkuliah.”
“Kau benar-benar mau aku tidak naik kelas dan terus di marahi Appa ya hyung?”
“Anniyo...tapi...”
“Hyung...” Tae Min mulai merengek dan menunjukan wajah memelasnya.
“Hah, baiklah, nanti aku tanya Min Di.”
Tae Min langsung tersenyum dan memeluk Jin Ki. “Gomawo hyung. Kau memang hyung terbaik sedunia.”

Tae Min POV.

“Mian Ajuma, kalau nilai Tae Min masih saja rendah. Mungkin memang salahku yang kurang bisa mengajar dengan baik. Mianhe..” ucap Min Di noona pada Omma-ku.
“Sudahlah Min Di, kau tidak perlu meminta maaf seperti itu. Mungkin memang Tae Min yang nakal dan susah belajar, makanya nilainya tetap tidak ada perubahan.”
“Mianhe Ajuma...”

Lalu noona berjalan ke sofa dan duduk di depanku. Ia kelihatan sedih dan kecewa.
“Noona, kau kenapa? Kau di marahi Omma ya?”
Noona menggelengkan kepalanya. “Mian Tae Min, aku memang tidak becus mengajar, makanya nilaimu masih rendah.” Ucapnya sambil menunduk.
“Noo, noona, ini bukan salahmu kok. Ini salahku, aku memang malas dan pabo. Makanya nilaiku masih jelek.”
“Hah...aku jadi sedih dan kecewa pada diriku sendiri...”
“Noona, kalau kau sedih nanti aku jadi ikut sedih dan merasa bersalah padamu.”
Lalu noona mendongakkan kepalanya dan tersenyum manis. “Aku janji akan mengajar lebih giat lagi agar Omma-mu dan Jin Ki oppa tidak kecewa padaku.”
“Ne noona.”
“Ya, kau mau tahu satu hal tidak?”
“Mwo?”
“Kau itu orang pertama yang aku ajar tahu. Makanya aku sangat sedih saat tahu muridku tidak mengalami perubahan.”
“Mwo? Kupikir kau sudah sering mengajar noona.”
Ia tertawa. “Anni, Jin Ki oppa saja mendadak menyuruhku mengajarmu. Sebenarnya bukan dia sih yang meminta? Tapi Ki Bum, adik sepupuku. Dia yang mengenalkan aku pada Jin Ki oppa. Apa kau mengenal Ki Bum?”
“Sepertinya aku kenal? Dia teman hyung di kampus ya?”
“Ne, dia adik sepupuku.”

Mian noona, aku memang sengaja mendapat nilai jelek agar kau tetap mengajariku, agar frekuensi lesku di tambah dan aku bisa sering bertemu denganmu.
Mian noona kalau aku sudah menyusahkanmu dan membuatmu di tegur oleh Omma-ku.
Itu semua aku lakukan karena sepertinya.....

Aku menyukaimu noona. Aku mulai jatuh cinta padamu.

Kau benar-benar gadis yang baik dan ramah. Kau juga tidak pernah marah tiap kali aku tidak mengerti pelajaran yang kau ajarkan. Kau selalu menjawabnya dengan sabar.

Tapi...apa kau menyukaiku? Yang hanya seorang anak SMA kelas 3 yang nilai-nilainya rendah. Apalagi bahasa Inggris.

Min Di POV.

Aku berjalan lemas ke ruang kelasku. Teguran Lee Ajuma masih terngiang di kepalaku. Aku benar-benar merasa malu karena tidak becus mengajar Tae Min. Ah...ini semua gara-gara Ki Bum! Ia yang memaksaku mengambil pekerjaan ini! Aisshh!! Ingin kuhajar rasanya anak itu sampai babak belur!
Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku. “Ya, kenapa kau lemas seperti ini?”
“Oh Kau, anni, gwenchanayo.”
“Ya, kau jangan membohongiku. Aku ini namjachingu-mu.” Ucapnya sambil menunjuk hidungku.
Aku tersenyum padanya. “Kenapa aku tidak pernah bisa berbohong padamu?”
“Karena kau memang sangat buruk kalau berbohong.”
“Ya!...”
Ia tersenyum padaku lagi dan merangkul pundakku. “Kkaja.”
“Mwo? Kemana?”
“Tentu saja ke kelas. Memang kau tidak mau masuk?”
“Iya aku tahu, lalu kau? Memang kau sekelas denganku?”
“Ya kau sudah lupa ingatan ya? kan mata kuliah kali ini aku sekelas denganmu Min Di. Tunggu, jangan-jangan kau lupa ingatan karena terlalu sering mengajar les ya? Ya, apa kau ingat namaku?”
“Jangan bercanda. Sama sekali tidak lucu tahu!”
“Ayo jawab. Siapa namaku?”
Aku tersenyum dan menghela nafas. “Min Ho! Choi Min Ho! Kau pikir aku sudah gila apa sampai lupa nama namjachingu-ku sendiri?”
“Lalu, sudah berapa lama kita berpacaran? Kapan kita pertama kali bertemu? Kapan tanggal ulang tahunku?”
“1 tahun. Saat kau datang ke rumah Ki Bum dan aku sedang ada di sana. 9 Desember. Puas kau!”
Min Ho tersenyum padaku dan mengelus kepalaku. “Bagus, ternyata kau masih ingat aku.”
“Ya Min Ho kau pikir aku sudah gila apa?”
“Habis kau sampai lupa kalau mata kuliah kali ini kita sekelas. Padahal kan sudah hampir 3 bulan kita sekelas.”
“Iya, iya aku minta maaf.”
“Hah, sepertinya kau benar-benar terlalu sibuk sampai bisa lupa seperti itu. Bahkan sekarang kita jarang pulang bersama.”
“Mianhe Min Ho...ini semua gara-gara Ki Bum sial itu!”
Tanpa terasa kami berdua sudah sampai depan ruang kelas. Lalu kami duduk bersebelahan di barisan ke tiga.

Saat kelas usai aku dan Min Ho berniat makan bersama di kantin.
“Min Ho, kau mau temani aku tidak?”
“Kemana?”
“Jalan-jalan. Sudah lama kan kita tidak jalan-jalan? Aku sedang suntuk.”
“Memang kau tidak mengajar les?”
“Anni. Aku hari ini libur. Kan aku hanya mengajar 3 kali seminggu.”
“Um...baiklah. Ya, kau ini hebat juga ya? bisa menjadi guru les privat. Aku saja belum bisa menghasilkan uang sendiri.”
“Iya, tapi anak yang aku ajar nilanya tidak berubah sama sekali.” Ucapku pelan.
“Mwo?”
“Ne, bahkan ibunya sampai menegurku kemarin. Ah...aku malu sekali Min Ho...”
“Oh...jadi kau seperti ini karena hal itu ternyata?”
“Memang aku kenapa?”
“Kau seperti bunga yang sudah setahun tidak di siram dan tidak melihat matahari. Layu dan kusam.”
“Benarkah?”
“Ne.”
“Lalu siapa matahari dan airnya?”
“Pabo, tentu saja aku. Choi Min Ho. Namjachingu-mu.”
“Apa maksudmu?”
“Kalau kau melihatku mood-mu langsung baik lagi kan? bahkan dalam keadaan terburuk pun tiap kali bertemu aku kau pasti tersenyum. Walaupun di paksa.”
Aku tertawa dan memukul lengannya pelan. “Pabo kau! Bagaimana aku tidak tersenyum kalau melihat wajahmu yang manis itu.”
Lalu kami berdua tertawa.

“Min Di, kita kan sudah berpacaran setahun, tapi kau belum pernah mengajariku. Malah mengajari adiknya Jin Ki hyung.”
“Lalu kenapa?”
“Kenapa kau tidak menjadi guru lesku juga?”
“Mwo? Ya, bahasa Inggris-mu kan juga lumayan lancar, untuk apa aku ajari?”
“Aku tidak mau di ajar bahasa Inggris.”
“Lalu apa?”
“Um...” ia mendekat ke arah wajahku dan membisikkan sesuatu di telingaku. “Ajari aku tentang sarang (cinta)...” bisiknya.
Aku langsung bergidik karena merasakan hembusan nafasnya di telinga dan leherku. Suaranya yang berat dan dalam. Dan beberapa helai rambutnya yang menyentuh kupingku. Jantungku langsung berdetak cepat. Aku yakin pipiku pasti memerah karena malu. Dan Min Ho pasti mengetawaiku habis-habisan.
“Bagaimana? Kau mau mengajariku kan ‘Sonsaengnim’?” ucapnya sambil menekankan kata-kata Sonsaengnim.
“Ya, anak yang aku ajar saja memanggilku noona! Aku benci di panggil Sonsaengnim!”
“Wae?”
“Aku seolah sudah tua dan ibu-ibu. Padahal kan aku masih 20 tahun.”
Min Ho malah tertawa. “Min Di, Min Di, kau ini ada-ada saja.”
Aku mengerucutkan bibir dan menggembungkan pipiku.


Tae Min POV.

“Tae Min, pokoknya nilai ujianmu kali ini harus bagus ya? Kalau tidak aku bisa di pecat oleh Omma dan Appa-mu.”
“Mwo? Noo, noona serius?”
“Ne. Kau memang tega padaku?” tanyanya memelas.
“Ne, noona aku akan belajar dengan giat.”

to be continue....

Sabtu, 27 Maret 2010

(FF SHINee) When The Devil Fall In Love part 3 (end)

When The Devil Fall In Love part 3 (end)

Main Cast :
Lee Hyun Jae (author)
Choi Min Ho SHINee

Other cast :

Lee Jin Ki / Onew SHINee
Lee Tae Min SHINee
Kim Ki Bum / Key SHINee
Kim Jong Hyun SHINee

Inspiration : Ring Ding Dong song & MV. ^^ v




Author POV.

Key langsung menghampiri Min Ho yang sedang berada di atap bangunan yang sudah tidak terurus itu.
“Min Ho, gawat, ini benar-benar gawat!” ucapnya.
“Apa maksudmu?”
“Gadis itu, gadis manusia itu, Lee Hyun Jae, ia, ia akan di mangsa oleh Jong Hyun hyung malam ini!”
“MWO!” Min Ho sampai berteriak mendengar omongan Key barusan. “Apa maksudmu Key?”
“Iya, aku dengar Jong Hyun hyung sekarang sedang mengganggu gadis itu dan berniat membunuhnya!”
“Pabo kau Key! Kenapa kau tidak bilang dari tadi!” Min Ho langsung melebarkan sayapnya dan terbang ke tempat Hyun Jae berada.
“YA INI SEMUA KAN SALAH KAU JUGA! AKU SUDAH BERKALI-KALI MENASEHATIMU JANGAN MENDEKATI GADIS ITU TAPI KAU MASIH SAJA MENDEKATINYA DAN MALAH BERHUBUNGAN DENGANNYA!” teriak Key. Tapi percuma, Min Ho tidak akan mendengar ucapnnya barusan.


Saat sampai sekolah Hyun Jae, Min Ho langsung memeluknya dan melindunginya dari terjangan Jong Hyun. Lalu ia membawa Hyun Jae terbang ke tempat yang lebih aman dan jauh dari Jong Hyun.

“Brengsek!” geram Jong Hyun. “Kalau iblis pemula itu tidak muncul aku pasti sudah berhasil membunuh gadis itu!”

Saat sampai sekolah Jin Ki berkali-kali menelepon Hyun Jae, namun ponselnya tidak diangkat.
“Hah, anak ini kemana sih? Kenapa ponselnya tidak diangkat sih?” gumam Jin Ki.
“HYUNG! LIHAT ITU! BUKANKAH ITU HYUN JAE NOONA?” pekik Tae Min sambil menunjuk ke arah taman.
“HYUN JAE!!” Pekik Jin Ki.
Lalu mereka berdua langsung berlari ke arahnya dan menggoyang-goyangkan tubuhnya. “Hyun Jae, Hyun Jae kau kenapa?” ucap Jin Ki panik.
Jin Ki langsung menggendong adiknya itu ke mobil. Tae Min mengikuti di belakangnya dengan cemas.
“Hyung, noona kenapa sebenarnya?”
“Aku tidak tahu. Sudah cepat buka pintu belakang!”
“Ne hyung.”
“Ya Tae Min, kau duduk di depan saja. Biar Hyun Jae bisa tidur di belakang.”
“Ne Hyung.” Lalu ia membuka pintu belakang mobil. Jin Ki pun meletakkan tubuh Hyun Jae.


Author POV.

Min Ho langsung menghampiri Jong Hyun dan memukul wajahnya dengan kasar.
“CHOI MIN HO! APA YANGKAU LAKUKAN!” Teriak Key.
“Kau dengar ya Kim Jong Hyun, aku sudah muak dengan semua tingkah lakumu. Kesabaranku sudah habis kali ini. Berani-beraninya kau mengganggu gadisku itu! Takkan ku maafkan kau kali ini!” ucap Min Ho penuh emosi sambil memegangi kerah kemeja Jong Hyun.
Jong Hyun malah tersenyum. “Choi Min Ho, apa kau sudah lupa siapa kau sebenarnya? Kau itu seorang IBLIS! KAU LUPA ITU PABO! Kau bukan seorang manusia yang bisa jatuh cinta semaumu! Pakai otakmu untuk memikirkan ini!”

BUK!

Min Ho memukul Jong Hyun kembali. “Apa bisa kau tutup mulutmu! Hah! aku bukan anak kecil yang perlu kau peringatkan berkali-kali! Aku juga tahu kalau aku itu seorang iblis! Sama sepertimu! Tapi kau benar-benar iblis paling terkutuk di dunia ini! Kau terus-terusan menganggapku rendah dan selalu menyepelekanku. Aku sudah muak dengan kau yang selalu sombong dan menjelek-jelekkanku di depan dewan iblis! Sebenarnya apa maumu hah! kali ini aku sudah benar-benar tidak tahan dengan kelakuanmu. Kenapa kau menyerang Hyun Jae! Kan masih banyak gadis yang bisa kau bunuh! Kenapa kau malah memilihnya!”
“Karena dia adalah kekasimu!”
“Lalu kenapa kalau ia kekasihku! Kau belum puas membuatku kesal ya!”
“Ya, pabo iblis, kau dengar ya. Kalau kau masih berhubungan dengan gadis manusia itu kalian berdua akan di hukum berat oleh raja iblis. Kau akan di kurung di penjara bawah tanah selama berabad-abad dan gadis manusia itu akan di hilangkan ingatannya. Bahkan yang lebih parah nyawanya juga akan di renggut.”
“DIAM KAU! Aku akan melindunginya. Aku tidak akan membiarkannya terluka sedikitpun. Awas sampai aku melihatmu mendekatinya lagi. Aku akan benar-benar menghajarmu!”
Lalu Min Ho meninggalkan Jong Hyun dan Key.
“Benar-benar iblis bodoh! Dan keras kepala.” Gumam Jong Hyun.
“Kau juga sih hyung, kenapa sih kau selalu mencari masalah dengannya? Apa sih salah anak itu? Seolah kau selalu mencari masalah dengannya.”
“Dia benar-benar mudah di pancing emosinya. Dan aku sangat menyukai itu.”
“Kau benar-benar iblis sejati hyung.” Ucap Key sambil menggelengkan kepalanya.


Hyun Jae POV.

Saat aku membuka mataku aku sudah ada di kamarku. Lalu aku melihat Jin Ki oppa dan Tae Min di sana dengan wajah cemas.
“Oppa..Tae Min...” lirihku.
“Hyun Jae, kau sudah bangun.” Ucap Jin Ki oppa.
“Noona...” ucap Tae Min dan memelukku.
“Oppa...apa yang sebanarnya terjadi?”
“Semalam saat aku dan Tae Min menjemputmu di sekolah kami malah melihatmu tergeletak di taman sendirian. Sebenarnya apa yang terjadi sampai kau bisa pingsan?”
“Mwo? Pingsan?”
Aku mengingat-ingat kejadian tadi malam. Bayangan iblis itu muncul lagi. Lalu sesosok mahluk yang melindungiku juga terpatri di bayanganku. Aku tidak mengetahui siapa ia sebenarnya. Tapi sepertinya aku melihat sayap hitam lebar di depan mataku.
“Oppa, apa kau percaya kalau ada iblis di dunia ini?”
“Hyun Jae kau bicara apa sebenarnya!”
“Aku serius oppa. Semalam aku bertemu dengan seorang iblis, dan ia hendak membunuhku dan mengambil jantungku.”
“Noona, kau jangan bercanda. Ini sama sekali tidak lucu.” Ucap Tae Min.
“Aku serius Lee Tae Min! aku benar-benar bertemu dengan seorang iblis! ia sendiri bilang padaku kalau ia adalah seorang iblis! Untuk apa sih aku berbohong!”
“Hyun Jae, sepertinya kau masih mengigau, lebih baik kau istirahat lagi.”
“Oppa...aku serius, untuk apa aku mengarang cerita? Dan kali bukan mimpi seperti waktu itu! ini kenyataan!”
“Kau terlalu lelah, makanya sampai bisa berhalusinasi.”
“Oppa...”
“Sudah kau istirahat saja lagi. Aku akan memasakan bubur untukmu. Ayo Tae Min, bantu aku.”
Lalu mereka berdua meninggalkan aku sendiri di kamarku.
“Ah, kenapa sih tidak ada yang percaya padaku? Aku kan serius! Mereka pikir aku ini orang gila apa! Kenapa sih Jin Ki oppa tidak percaya padaku!”


Author POV.

Ucapan Hyun Jae terus terngiang di kepala Jin Ki. “Apa maksud anak itu? Kenapa ia bisa berbicara seperti itu?”
“Hyung, apa kau percaya apa yang di bilang Hyun Jae Noona?”
tanya Tae Min polos.
“Entahlah, cuma aku pernah dengar kalau sekolah Hyun Jae memang di kenal sangat angker dan terdapat mahluk pengganggu di sana.”
“Ja, jadi noona benar-benar melihatnya ya?”
“Aku tidak tahu. Nanti akan kutanya lagi.”

TOK TOK.
Jin Ki mengetuk pintu kamar Hyun Jae.

“Masuk.”
“Hyun Jae ini bubur untukmu. Makanlah selagi hangat.”
“Gomawo oppa.”
Jin Ki menatap adiknya dengan nanar. “Ya, apa, yang kau bilang tadi benar?”
Hyun Jae langsung menghentikan makannya. Ia mengangguk kencang. “Kau percaya kan oppa?”
“Kau benar-benar bertemu dengan seorang iblis? Bukan seperti mimpimu waktu itu?”
“Ne oppa. Ini nyata, bukan mimpi.”
Jin Ki menghela nafas. “Mungkin kau benar, cuma sulit untuk membuktikannya. Aku tahu kalau sekolahmu itu angker. Lagipula mahluk seperti itu kan tidak bisa menunjukkan sosoknya pada semua manusia. Hanya orang yang terpilih yang bisa melihatnya, mungkin salah satunya kau.”
“Kenapa harus aku oppa?”
“Entahlah.” Jin Ki mengelus kepala Hyun Jae. “Sudahlah lupakan saja. Semoga ia tak akan mengganggumu lagi.”


Jong Hyun masih belum berhenti mengganggu Hyun Jae. Malam ini saat gadis itu sedang mencatat di agendanya di ranjangnya, iblis itu datang ke kamarnya. Ia duduk di tepi jendela kamar Hyun Jae.
“Annyong Lee Hyun Jae.” Ucap Jong Hyun sambil menyeringai.
Hyun Jae sampai menjatuhkan agendanya. Ia menarik selimut dan mundur-mundur. “Ka, kau...mau apalagi kau!”
“Aku hanya ingin menemuimu saja Hyun Jae. Dan aku hanya ingin menemanimu malam ini. Aku sedang bosan, jadi aku ke sini saja.”
Lalu ia menyembunyikan sayapnya dan turun dari jendela itu lalu menghampiri Hyun Jae.
“Ap, apa maksudmu? Sebenarnya apa sih yang kau mau dariku? Apa kau masih mau menggangguku? Atau....kau masih ingin membunuhku?”
Jong Hyun tersenyum. “Pabo yoja, tapi yeppeo. Pantas Choi Min Ho menyukaimu.”
Hyun Jae membelalakan matanya. “A, apa kau bilang? Kau tadi menyebut nama siapa?”
“Choi.Min.Ho. Namjachingu-mu.”
“Ka, kau, bagaimana kau tahu tentang Min Ho?”
“Aku kan sudah bilang aku ini iblis yang pintar. Kurasa aku lebih pintar dari kakakmu yang selalu menjadi juara 2 di sekolahnya. Oh, iya aku belum memperkenalkan namaku ya? Aku Kim Jong Hyun. Salah satu iblis kepercayaan raja iblis.”
“Aku tidak peduli siapa kau. Yang aku mau kau pergi dari sini!”
“Lee Hyun Jae. Jangan bersikap kasar pada seorang pria. Nanti kau bisa jatuh cinta padanya.” Ucapnya sambil tersenyum.
“Kau gila ya? Mana mungkin aku bisa jatuh cinta pada seorang iblis? Aku masih waras! Apalagi dengan kau, iblis yang hampir merenggut nyawaku!”
“Kau belum tahu ternyata, kalau sampai kau tahu mungkin kau akan gila.”
“Apa maksudmu?”
“Aku tidak perlu menjelaskannya, suatu saat nanti kau juga akan mengetahuinya.”
Lalu Jong Hyun berjalan ke arah jendela dan merentangkan sayapnya, lalu terbang meninggalkan kamar itu.


Min Ho POV.

“Choi Min Ho, sampai kapan kau mau berhubungan dengan gadis manusia itu? Kenapa kau sangat keras kepala sih?” ucap Key.
“Entahlah Key, aku benar-benar jatuh cinta padanya.”
“Ya, tidak ada yang namanya cinta di dunia kita. Yang ada hanya aura negatif, sifat buruk, pelanggaran, kemunafikan, kebohongan, dan segala macamnya. Dan semua hal yang buruk-buruk.”
“Lalu apa yang kualami saat ini? Apa namanya kalau buka cinta?”
“Kau memang benar-benar bodoh Min Ho. Kumohon, kalau kau masih ingin menjalani kehidupan dengan tenang lebih baik kau melupakannya saja. Karena sampai kapanpun kalian tidak akan pernah bersatu. Kalau kau memang mencintai gadis itu lebih baik kau pikirkan omonganku barusan.”
Aku terdiam mendengar omongan Key barusan.
“Aku sahabatmu Choi Min Ho, dan aku tidak mau melihat kau di hukum oleh raja iblis dan menyesali perbuatanmu.”


Berhari-hari aku memikirkan omongan Key padaku. Kurasa aku memang sudah salah mengambil keputusan. Aku merasa bersalah pada Hyun Jae karena sudah menutupi semua darinya. Karena aku sudah membohonginya. Kalau aku ini sebenarnya adalah seorang iblis. Bukan manusia biasa.

Malam ini aku mengajaknya bertemu di atap sebuah gedung. Keadaan di sana sangat sepi dan gelap. Tempat yang sempurna bagi para iblis berkumpul dan memperhatikan mangsanya dari kejauhan.
“Min Ho, kau mau apa sebenarnya? Kenapa kau membawaku ketempat ini? Aku takut....” ucapnya sambil memegang erat tanganku.
“Aku mau membicarakan sesuatu padamu.”
“Mwo? Kenapa harus di sini sih? Apa tidak ada tempat lain?”
Aku menghela nafasku. “Hyun Jae, apa kau ingin tahu siapa yang menyelamatkamu waktu kau hampir di bunuh oleh iblis itu?”
Hyun Jae mengangguk.
“Sekarang kau tutup matamu.”
Lalu gadis itu pun menuruti kata-kataku.
Aku memejamkan mataku dan mengeluarkan sayapku. “Sekarang kau boleh buka matamu.”
Gadis itu perlahan membuka matanya. Wajahnya langsung pucat dan kaget melihat hal yang terdapat di depannya.
“Min...Min Ho, kau....kau....”
Aku menganggukkan kepalaku. “Mianhe Hyun Jae, aku selama ini sudah membohongimu. Aku sebenarnya adalah seorang.....iblis.”
“Min Ho, kau bercanda kan? Jangan mempermainkanku Min Ho, ini sama sekali tidak lucu.”
“Aku serius jagiya, kau lihat sayap ini kan? Sama persis dengan yang ada di dalam mimpimu bukan? Mian jagiya aku sudah menyakitimu.”
“JANGAN PANGGIL AKU JAGIYA! Aku bukan kekasihmu! kau tega, kau benar-benar tega. Aku sudah memberikan seluruh cintaku padamu tapi kau malah membohongiku seperti ini. Apa sebenarnya rencanamu? Apa kau juga mau mengambil jantungku dan membunuhku sama seperti Kim Jong Hyun?” gadis itu mulai mengeluarkan air matanya.
“Hyun Jae, aku benar-benar mencintaimu. Aku tahu ini salah. Seharusnya seorang iblis tidak boleh jatuh cinta pada seorang manusia, tapi aku tidak bisa menahan perasaan ini.”
“Kau benar-benar iblis Choi Min Ho! Bisa-bisanya kau memperdayaiku! Aku benar-benar gadis bodoh! Gadis bodoh yang sudah jatuh cinta pada seorang iblis seperti kau!”
“Mian Hyun Jae...jeongmal mianhe...”
“Jangan meminta maaf padaku. Aku tidak akan pernah bisa memaafkanmu. Sampai aku matipun aku tidak akan pernah memaafkanmu.”

Hyun Jae makin mundur, sekarang ia berada di pinggir atap gedung itu.
“Hyun Jae kau jangan mundur-mundur seperti itu! Kalau kau melangkah sekali lagi kau akan jatuh ke bawah.”
Ia memejamkan matanya dan menarik nafasnya. “Choi Min Ho, kalau kau memang mencintaiku apa kau mau melakukan hal yang kuminta?”
“Mwo?”
“Bunuh aku. Ambil jantungku dan bunuh aku. Aku sudah tidak sanggup hidup lagi. 2 kali aku di sakiti oleh pria, aku sudah tidak sanggup menanggungnya lagi. Lebih baik aku mati di tangan orang yang paling aku cintai.”
“Kau gila Lee Hyun Jae!”
“Aku memang gila, aku gila kau buat!”
“Hyun Jae berhenti melangkah atau...”
“Atau apa Choi Min Ho? Apa yang mau kau katakan?”
“Aku bukan iblis seperti Jong Hyun, Hyun Jae, aku tidak bisa membunuh satu-satunya gadis yang paling aku cintai. Gadis yang sudah membuatku melanggar semua aturan dunia iblis.”
“Baik kalau memang itu yang kau mau. Aku memang harus mengambil cara ini.”
Ia makin mundur dan menjatuhkan tubuhnya ke bawah. Aku hanya terdiam dan melihatnya dari atas gedung itu.

Pabo, kenapa aku hanya melihatnya? Kenapa aku tidak mencegahnya? Kenapa aku tidak menyelamatkannya? Kenapa aku hanya diam melihat ia melompat ke bawah? Pabo...aku benar-benar pabo memang...


Author POV.

Sampai kapanpun iblis dan manusia tidak akan pernah bersatu. Begitu juga degan Min Ho dan Hyun Jae.
Akhirnya gadis itu mati bunuh diri dengan cara melompat dari atap gedung itu. Sedangkan Min Ho, ia di hukum oleh raja iblis. Ia di kurung di penjara bawah tanah selama berabad-abad.

Semua itu terjadi karena suatu hal.

CINTA.

Begitu besarnya pengaruh cinta sampai bisa membuat seorang iblis jatuh cinta pada manusia dan melanggar semua aturan dunianya.

Tapi sampai kapanpun cinta mereka tidak akan pernah bersatu...

Menyakitkan memang, namun memang semua itu sudah takdir. Takdir yang tidak pernah bisa di langgar oleh siapapun.

FIN


mianhe chingu kalo FF na geje..
maklum FF pertama...
kekeke...^^

Kamis, 25 Maret 2010

Intro...

Intro...

(Biarlah, walaupun sudah sangat telat sekali, cumang saya lagi pengen narsis2an..)

ANNYONGHASEYO...NANEUN FAHADA INDI IMNIDA....^^ *bow 90°


Nama lengkap gw ya kaya yang di atas itu Fahada Indi.
Gw biasa di panggil Fahada, Mpah, ada juga yg manggil Indi. Ya mao2 lo dah manggil gw ape, yg penting bener aja..

Gw lahir di Jakarta pada tanggal 30 Oktober 1990. tepatnya hari Selasa.
jadi sekarang gw berumur 19 tahun.

Gw anak satu2nya dari emak bapak gw. Jadi ya wajarlah jikalau saya ini agak sedikit manja dan egois. (tapi sebenarnya saya gadis yang baik hati & tidak sombong kok)

Gw suka banget sama all about CAT, PINK, & KOREAN..


Oh iye, gw punya nama Korean yaitu Kim Min Di (jadi kalo di FF gw ada nama itu ya itu adalah saya...hehe..)
Japanese name: Sayuri
Mandarin name : Ming Yu

Aduh…sayah bingung mao nulis apalagi???

Ya gw itu sekarang sedang berkuliah di Universitas Mercu Buana Fakultas Tehnik Sipil & Perencanaan (FTSP), Jurusan Desain Grafis & Multimedia semester 4.

Gw punya hobi nulis, nonton, baca, denger musik, ngobrol, nge-net, maen, makan, tidur, danmasihbanyaklagidahpokoknya!

Sekarang gw lagi belajar jadi seorang penulis dengan cara bikin Fanfiction.
Dan rata2 FF yg gw buat itu pemaennya adalah anak2 SHINee. Boyband Korea paporit saya itu.

Ya masalah yg saya suka itu pertama gw suka banget sama KUCING!
Dulu mah gw piara 4 kucing di rumah, namun naasnya ke-4,4nya di buang semua sama nenek saya!!
Kejam bukan?!?!?
Saya aja sampe nangis…hiks…hiks…

Kalo masalah warna paporit, saya itu kata orang2 Pinky Girls. Karena saya suka banget sama tuh warna (samaan sama Key SHINee..mehehehe…^^) ga tau dah napa saya suka sama tuh warna, (coba kamu tanya sama si Key aja, sapa tau dia punya jawabannya?!?!?) buat gw tuh warna kerena aja gitu. Cerah, ceria, soft & cantik (bahasa macam apa….ini!!)

Dan gw juga lagi keranjingan virus ALL ABOUT KOREAN!!

Gw lagi tertarik banget sama budaya, masyarakat, bahasa, bahkan lagu2, artis & film Korea.

Awalnya karena nonton Full House tuh, gw jadi memiliki angan2 jalan2 ke Seoul. Ibu kotanya Korea Selatan itu yg cuma saya bisa liat di tipi ajah.

Eh terus waktu BBF booming gw juga jadi ikutan demen dah, makin ngebet gw pengen ke sana!!
Sekarang saya lagi ngepens sama 5 namja dari SHINee. Tambahtambah ngebet dah gw pengen ke SEOUL!!


Masalahnya…..


Bahasa Korea saya masih superduper acakkadut bin berantakan. (paling cumang bisa bilang Annyonghaseyo, Saranghae, Gomawo samah Pabo)
Dan saya ga punya duit sebanyak itu buat beli tiket PP Jakarta-Seoul.
(malang nian nasibku….)

*Napa gw jadi curhat gini yak??? Pabo!


Gw itu suka banget liat bunga cherry, cantik aja gitu, pinky2 gitu…^^

Nah, kalo udah berkaitan dengan bunga cherry otomatis berkaitan dengan musim semi kan?
Dan waktu gw baca satu buku, kalau warna pink itu salah satu artinya adalah musim semi.

Cocok kan sama gw!!

Pink+Cherry bloosom+Spring = ME..^^V



Mungkin hanya itu saja yang bisa saya jelaskan, lebih lengkapnya lagi bisa hubungi saya di:

FB & E-mail : fhada_indi@yahoo.com
Blog: indi3010@blogspot.com


GAMSAHAMNIDA 4 UR ATTENTION…
ANNYONG…^^


Selasa, 23 Maret 2010

Lyric Graze - SHINee (with Eng. Sub)


Romanji lyric :


[rap/Minho] Uh! You gave me, you gave me a heart break! Come on!

[Onew] seuchyuhganda murujyuganda numoo jogahaettdun geunyuhga
[Key] deungeul dollin chaero dorasuhburyuh chorahan giboon mwo gata
[Minho] ajiro samkyuh
[Jonghyun] naboda mutjyuh boyuh nee yupeh geunamja (nuyeh yupeh geu namja) ujjum geuri dareun geunyuh moseubdo

*[All] seuchyuhganda geu saram soneul jabeun chae...mulujyuganda jogeum jinhan hwajangeul hago...
[Jonghyun] ubsuttjanee nan chueumbootuh
[All] geujuh chaghanchingoo jungdoil bbooneeya
[rap/Minho] uh! geujuh nan pyunhan saramil bboon, uh! geujuh seuchyuhan sarangil bboon[Taemin] seuchyuhganda mulujyuganda duh yebbuhjin deuthan geunyuga
[Key/Jonghyun] hwajochado an na munghaejyuburyuh
[Jonghyun] chorahan giboon mwot gata
[Minho] ugjiro samkyuh

[Onew] naboda jalna boya neh yupeh geu namja (nuyeh yupeh geu namja) uhhum geuri dareun geunyuh moseubdo

*[All] seuchyuhganda geu saram soneul jabeun chae...mulujyuganda jogeum jinhan hwajangeul hago...
[Key] ubsuttjanee nan chueumbootuh
[All] geujuh chaghanchingoo jungdoil bbooneeya

[rap/Minho] dodaecheh naega udiga geu saramgwa dareun geh mwolgga geunyuhyeh noonbitgwa momjishi nal won halji mollana hollo saengakeh jamgida baramee dwe-uh seuchyugan geunyuhyeh moseubeh noonmoolee na

[rap/Key] Have you tried thinking about me Given any thought about meThe times we stayed together like lovers flying freeI still love you! Seems like I should forget youBut when I see the picture that we took together I can't ever forget you

[Onew] mwoga mothan guni nuyeh geu saramboda
[Jonghyun] noogooboda jalhaejool soo issutneundeh

*[All] seuchyuhganda geu saram soneul jabeun chae...mulujyuganda jogeum jinhan hwajangeul hago...
[Key] ubsuttjanee nan chueumbootuh
[All] geujuh chaghanchingoo jungdoil bbooneeya
*[All] seuchyuhganda geu saram soneul jabeun chae...mulujyuganda jogeum jinhan hwajangeul hago...
[Jonghyun] ubsuttjanee nan chueumbootuh
[All] geujuh chaghanchingoo jungdoil bbooneeya

[rap/Minho] naemameul hoomchyugan geunyuga seuchyuga dalkomhan hyanggi naegehsuh ddunaga gaseum sogeh heureuneun noonmooreul ujiro samkyuh moonuhjineun nae mam geunyuh allga? (x2)



English translate :


You gave me
You gave me a heart break

Come on
She is passing me by, getting further away

The girl that I liked so muchWith her back turned, she looks back at me
This miserable feeling is like…*(But I force it down)
Is the man next to you better looking than me?
Even the way you look is so different now
She passes me by, tightly holding his hand

Getting further away, wearing more makeup

There was never a time, since the beginning

I was only ever a convenient friend
Uh, I was only ever a comfortable person

Uh, My love was only a passing thought
She is passing me by, getting further away

The girl that has become much more beautiful

I can’t even get mad, I’m completely numb

This miserable feeling is like…*(But I force it down)

Is the man next to you richer than me?(The man next to you)

Even the way you look is so different now
She passes me by, tightly holding his hand

Getting further away, wearing more makeup

There was never a time, since the beginning

I was only ever a convenient friend
So what the hell is the differencebetween that person and me?

Maybe then, her eyes and her movementsmight want me too.

Caught up in my own thoughts

Because her image has become like airand passed me by, my tears fall

Have you tried thinking about me

Given any thought about me

The times we stayed togetherlike lovers flying freeI still love you

Seems likeI should forget you

But when I see the picture that we took together I can’t ever forget you
What is it I lack that your new man has?

I could have been better to you than anyone
She passes me by, tightly holding his hand

Getting further away, wearing more makeup

There was never a time, since the beginning

I was only ever a convenient friend

She passes me by, tightly holding his hand

Getting further away, wearing more makeup

There was never a time, since the beginningI was only ever a convenient friend



N.B : Gw lagi suka banget sama lagu ini. pertama kali dengerin langsung jatuh cinta..^^


pertama kali gw denger nih lagu tuh di salah satu radio (Gaya FM) tanpa si penyiarnya bilang gw udah tau kalo nih lagu SHINee yang nyanyiin. {secara gw udah apal mampus suara mereka ber5.}

tapi masalahnya gw bingung??


nih lagu ada di album yg mana??


The SHINee World or Year Of Us (Y.O.U) ??


setau gw da di album Y.O.U, tapi pas gw liat di web, katanya di album The SHINee World??


saya jadi bingung??!?!?


maklumlah saya Shawol baru, jadi rada2 pabo..


untuk para Shawol yg tau tolong beritahu saya ya...


gomawoyo...^^