Hello, SHINee World in here~~ ^o^

Kamis, 01 Juli 2010

kelakuan autis anak grafis

kemaren di akhir bulan yang ga ada indah2nya ituh, gw dan 8 orang temen2 gw ngerjain tugas buat UAS.
akhirnya gw pun pagi2 ke Meruya dateng ke kosannya cumi, gagu & adit buat ngerjain tugas multimedia *soalnya gw sklompok bareng euis, kiky, cina, ma gagu*
sampe sana gw emang bener2 ga guna..
cumang maen2 & numpang tidur2an aja di kasurnya gagu dengan jumawanya.
sedangkan euis sibuk ngerjain tugas studionya yang nggak kelar2 plus di gangguin ma cina *makin lama aja udah...-_-"*
gw yang udahan mah cuma nongtonin aja bareng tiwul, sedangkan gagu sibuk ngotak atik kompinya skalian ngerjain tudas multi kelompok kita ituh.

padahal cumang gitu2 ajah, tapi gw pulang jam 4 sore!
kampret! niat mao pulang cepet biar bisa negjilid akhirnga gagal!

tapi untungnya gw masih bisa sampai di rumah dengan selamat & tepat sebelum jam 5 sore.
kenapa saya ngebet banget pengen pulang sebelom jam 5??

Soalnya di KBS channel ada Dream Team!! episode yg lawan Suju!!
untungnye gw kesampean nonton..soalnya udah lama gw menanti2 episode itu..kekeke~~

masalah ngejilid, tadi akhirnya gw ngejilid juga, dan apa yg terjadi??
si mbak nya bilang kalo kerjaan itu ga bisa di tunggu, harus di tinggal!!

JENGJENG!!

Langsunglah jatoh batu 1 ton di pala gw!

gila kali lo! besok tu tugas harus gw kumpul & gw masuk kelas pagi!!
gimana ceritanya?!??!

akhirnya kata si mbak, printingan itu buka 24 jam, jadi besok pagi jam 7 bisa gw ambil

huh~~~tinggal menanti apa yang terjadi besok..

DOAKAN SAYA YA KAWAN-KAWAN!!!

HWAITING!!!

Selasa, 29 Juni 2010

Stand By Me - part 7~END (FF Series)

CAST :
Lee Jin Ki / Onew SHINee
Kim Jong Hyun SHINee
Kim Ki Bum / Key SHINee
Choi Min Ho SHINee
Lee Tae Min SHINee
Kim Min Di (author)



Author POV.

Hari ini Min Ho pulang ke Korea. Atas paksaan Jong Hyun, Min Di terpaksa ikut menjemputnya di bandara Incheon bersama manajer SHINee.
Jantung Min Di terus berdegup kencang. Ia merasa tak tenang menunggu namja itu datang. Min Di terus meremas tangannya yang dingin sedingin es. Apalagi saat ini sedang musim dingin. Bodohnya ia lupa membawa sarung tangan.
Akhirnya setelah menunggu beberapa lama rombongan Dream Team sampai juga di bandara, mata Min Di langsung menjelajah satu-satu orang yang datang. Saat menemukan sosok yang ia cari wajahnya langsung berseri.
Min Ho langsung menghampiri manajernya yang di sebelahnya terdapat Min Di. Saat bertatap pandang mereka berdua hanya terdiam saja. Min Ho memperhatikan Min Di dari atas ke bawah.
“Um...kau kenapa? Kenapa memperhatikan aku seperti itu? Aku, aku aneh ya?” ucap Min Di sambil menggigit bibir bawahnya.
Min Ho menggeleng dan tersenyum. “Anni, aku, kau hanya berbeda saja. Aku baru sekali melihatmu seperti ini.”
Min Di hari itu mengenakan baju hangat panjang di atas lutut berwarna baby pink, bots putih panjang dan topi rajut berwarna senada dengan bajunya.
“Aku aneh ya?”
“Anni. Kau...kau...yeppeo...”
Min Di langsung memerah wajahnya. Ia serasa mau terbang saat mendengar Min Ho memujinya.

Di van mereka berdua duduk bersebelahan. Min Di masih mengusap-usap telapak tangannya yang kedinginan. Min Ho yang melihatnya langsung meraih tangannya dan mengusapnya. “Mana sarung tanganmu? Kenapa tidak kau pakai?”
“Aku, aku..aku lupa membawanya.”
“Huh, dasar gadis ceroboh.”
Selama perjalanan kembali ke dorm mereka berdua hanya terdiam saja. Bingung mau memulai pembicaraan darimana. Apalagi ada sang manajer di sana. Min Ho tidak bisa bersikap seenaknya pada Min Di.

Begitu sampai depan apartemen, mereka langsung turun semua.
“Um...oppa, apa...aku boleh bicara sebentar dengan Min Ho?” tanya Min Di.
Manajer SHNee itu hanya mengernyitkan alisnya. “Ya sudah, tapi jangan lama-lama ya.”

Di taman dekat apartemen.

Pemandangan di sana sangat indah. Pepohonan di penuhi oleh salju yang berjatuhan. Jika memandang luas yang terlihat hanya hamparan salju di mana-mana. Mereka berdua duduk di bangku taman.
“Kau mau apa sebenarnya? Kenapa kita harus pergi?” tanya Min Ho.
Min Di hanya diam saja dan mengeluarkan sesuatu dari tasnya. “Ini. Untukmu.” Ucapnya sambil menyerahkan sesuatu.
Min Ho langsung mengambil benda itu dari tangan Min Di. “Apa ini? Kado?”
Min Di mengangguk. “Kado ulang tahunmu. Mian kalau terlambat.”
Min Ho langsung membuka kotak itu dan membaca kartu yang terdapat di dalamnya.

Um...Min Ho, saengil chukae.
Mian kalau aku hanya bisa memberimu ini saja.

Um..Ya, aku sebenarnya sudah bosan terus bertengkar denganmu, aku bosan tiap hari harus beradu mulut denganmu. Tapi entah kenapa selama kau pergi aku merasa kesepian, aku...aku merindukanmu....aku ingin bertengkar denganmu lagi, ingin beradu mulut denganmu. Aku ingin melihat wajahmu. Yang menyebalkan itu! Tapi berhasil membuatku meleleh dan jatuh cinta...
Ya, apa kau tahu kalau aku sebenarnya menyukaimu?
Kalau aku memang ingin menjadi yeojachingu-mu?
Pabo kan aku?
Padahal aku tahu kau hanya mau mempermainkanku, tapi aku malah berharap itu kenyataan.
Ya, pabo namja, aku menyukaimu. Benar-benar menyukaimu. Walaupun kau selalu mengajakku bertengkar dan membuat emosiku naik, tapi kau pria pertama yang membuatku merasa melayang.
Tiap kali berada di dekatmu aku selalu merasa bahagia. Walau ujungnya kita pasti bertengkar. -_-“
Aku bosan, aku ingin menjadi yeojachingu-mu yang sungguhan. Bukan hanya main-main.
Tapi kalau itu tidak bisa terjadi ya sudah. Mungkin aku memang hanya cukup menjadi asistenmu saja. Aku tidak apa-apa kok.

Um...sekali lagi saengil chukae Choi Min Ho.
Saranghaeyo...

Kim Min Di.

Min Ho tersenyum membaca surat yang di tulis Min Di untuknya. “Pabo kau, memang selama ini aku menganggapmu apa?”
“Kau kan hanya mempermainkanku! Kau tidak serius!” ucap gadis itu sambil mengerucutkan bibirnya.
“Hah, aku jadi bingung.”
Min Di sekilas menatapnya. Lalu ia kembali menatap tanah. “Kalau tidak bisa ya tidak usah di paksakan. Aku tidak apa-apa kok.”
“Mana bisa begitu? Kau pikir aku ini pria macam apa? Kau pikir aku ini pria yang kejam?”
“Memang....”
“Mwo?”
“Ne, kau selalu membuatku kesal dan naik darah. Dari kalian berlima hanya kau yang selalu mencari masalah denganku!”
“Tapi kau malah menyukaiku. Pabo kau.”
“Hah, lupakan. Aku menyesal sudah jujur. Semuanya gara-gara ide Jong Hyun yang pabo itu!”
“Mwo? Jadi semua ini ide Jong Hyun hyung?”
Min Di mengangguk. “Aku bilang padanya semuanya. Kalau sebenarnya kau hanya membohongi mereka.”
“Noona, kau, kau bilang semuanya? Kau gila ya? kau mau aku mati ya?”
“Ya! aku sudah bilang padanya untuk tidak bilang pada siapapun. Apalagi Key.”
“Sampai dia tahu aku akan mati di tangannya!”
“Makanya aku melindungimu bodoh! Aku menyuruh Jong Hyun tutup mulut, tapi ia malah menyuruhku melakukan hal bodoh seperti ini.”
“Maksudmu?”
“Berdandan manis, membeli kado untukmu dan....menyatakan perasaanku di kartu itu....” wajah Min Di lebih merona kali ini.
“Hah, ya sudah, kau resmi jadi yeojachingu-ku sekarang.”
“M, mwo?”
“Ne, aku tidak mau mati di tangan Key! Kalau ia tahu aku hanya membohonginya bisa kacau. Lebih baik semuanya di buat nyata saja.”
“Ya, jadi kau menerimaku hanya karena takut dengan Key saja? Aku tidak mau jadi yeojachingu-mu kalau begitu!”
“Hah, kau ini sebenarnya mau apa sih noona? Kau senang ya nyawaku terancam?”
“Anni, tapi...hah, kenapa sih kau senang mempermainkanku! Aku ini punya perasaan tahu!”
“Aku tahu, aku serius, kenapa sih kau banyak tanya?”
“Tapi kau mau karena hanya takut dengan Key saja!”
“Aish kau ini! Lama-lama bikin aku emosi saja! Ne, ne, dengar aku.” Ucap Min Ho sambil menggenggam tangan Min Di. “aku mau menjadi namjachingu-mu, menjadi romeo-mu, menjadi...apapunlah! aku mau.”
“Ya, kau....serius?....”
Min Ho mengangguk.

Get Down(It’s okay, and ya’ll can relax son)
Nanana Nanana Nanana
(Just stay there, you stay there)
Get Down!
(I’ll show you what I got man)
Get Down
Nanana Nanana Nanana
(Just stay there, you stay there)
Get Down!

Ponsel Min Ho berbunyi.
“Yoboseo.”
“Ya kau dimana? Kami sudah kelaparan tahu menunggumu!” omel Key.
Min Ho langsung menjauhkan ponsel itu dari telinganya. “Aku pulang sekarang. Sabar.”
“CEPAT! ATAU KAU TIDAK DAPAT BAGIAN!”
“Iya bawel!”

“Ayo cepat, Key sudah marah karena kita belum pulang, yang lain menunggu kita untuk makan siang.” Ucap Min Ho sambil menarik tangan Min Di.

Di lift.
Tangan mereka berdua masih bergandengan. Min Di menatap namja di sebelahnya terus, sedangkan Min Ho hanya menatap angka di lift yang berubah-ubah sambil mengetuk-ngetukkan kakinya.
“Um...Min Ho....”
“Wae?”
“Um....”
Pintu lift terbuka. Min Ho langsung keluar, Min Di masih di dalam. Lalu Min Ho berbalik ke arahnya dan mencium pipinya. “Saranghae do, ayo cepat.”
Min Di hanya terpaku dan tersenyum sumringah.

FIN

Jumat, 25 Juni 2010

Stand By Me - part 6 (FF Series)

CAST :
Lee Jin Ki / Onew SHINee
Kim Jong Hyun SHINee
Kim Ki Bum / Key SHINee
Choi Min Ho SHINee
Lee Tae Min SHINee
Kim Min Di (author)



Author POV.


Min Di berjalan ke kamar di sebelahnya sambil membawa segelas susu coklat. Ia langsung menghampiri Min Ho yang sedang duduk di ranjangnya.
“Um...ini untukmu.” Ucap Min Di sambil menyodorkan segelas susu pada Min Ho.
“Mwo? Ya, aku Min Ho, noona, bukan Tae Min, kau salah orang.”
“Aku tahu, ini memang untukmu.”
“Hah? kau kerasukan setan ya?”
“Ya aku serius!”
Min Ho tertawa dan mengambil gelas itu. “Gomawoyo.”
Lalu Min Di duduk di ranjang Onew di depan Min Ho. “Um...Min Ho, gomawoyo....”
“Mwo? Untuk apa?”
“Um...headphone itu.”
“Oh, itu, aku pikir apa. Gwenchanayo, kebetulan sedang ada promosi, beli satu dapat satu jadi aku beli saja.” Ucapnya sambil menyodorkan headphone yang sama dengan milik Min Di namun beda warna. Milik Min Ho berwarna biru dengan bintang putih.


“Oh....um..Min Ho, kau pabo ya, kenapa kau bicara seperti itu sih?”
“Hah? oh masalah di majalah itu ya?”
Min Di mengangguk. “Kenapa kau harus berkata yang aneh-aneh sih? Kan sekarang kau juga yang sial karena di marahi manajer oppa. Apalagi para Shawol, pasti mereka kecewa saat membaca berita itu.”
“Aku tidak peduli. Kan aku memang sudah mempunyai yeojachingu?”
“Pabo kau, aku jadi merasa bersalah tahu pada kalian semua.”
“Hah?” Min Ho tertawa. “Ya, jadi kau pikir gadis yang aku maksud itu dirimu? Begitu?”
“Hah?” Min Di langsung berdiri. “Menyesal aku sudah mengasihanimu! Seharusnya aku senang kau di marahi oleh manajer oppa!”
Min Ho malah tertawa. “Pabo yeoja kau, memang yang aku maksud itu kau. Dan headphone itu, itu tanda kalau kau itu sekarang sudah menjadi milikku. Araso?”
“Andwe! Aku tidak mau! Aku belum mau mati muda karena di bunuh oleh manajer oppa dan fans-fans-mu!”
“Kau tahu kalau kau itu gadis yang lucu?”
“Kau pria yang bodoh!”
“Kau lebih bodoh dari aku.”
“Hah terserah kau sajalah!” Min Di langsung keluar kamar Min Ho.



Min Ho POV.

“3 hari lagi kau akan pergi ke Vancouver untuk syuting Dream Team. Jadi lebih baik kau menjaga kesehatanmu agar tidak sakit.” Ucap manajer hyung.
Aku hanya mengangguk. “Ne.”

“Kau serius akan pergi hyung?” tanya Tae Min saat kami selesai makan.
Aku hanya mengangguk.
“Senangnya....bisa sekalian liburan...”
“Tapi aku sedih..”
“Waeyo?” tanya Jong Hyun hyung.
Aku menatap mereka berlima. Member SHINee lainnya dan Min Di noona.
“Ya, waeyo? Kau belum menjawab pertanyaan Jong Hyun hyung.” Ucap Key.
Aku tersenyum kecut dan menggeleng. “Anniyo.” Lalu aku berjalan ke kamar.
“Aneh sekali sih anak itu?” ucap Key.

Di kamar.

Aku membanting tubuhku di ranjangku yang nyaman itu. Aku menatap ke atas, lalu menghela nafasku. “Mereka lupa apa kalau bulan ini aku akan berulang tahun? Kalau aku pergi berarti nanti aku kan merayakan ulang tahunku sendiri di sana. Apa mereka tidak sedih? Noona pasti senang, karena untuk beberapa hari tidak ada yang mengganggunya. Huh...aku jadi pusing memikirkannya...”

+++

Hari ini hari ulang tahunku. Baru kali ini aku melewatinya sendiri tanpa keluarga dan member SHINee lainnya. Apa mereka benar-benar lupa ya pada ulang tahunku?

Selesai syuting aku langsung kembali ke hotel dan membaringkan tubuh ke ranjang empuk itu. Lalu ponselku berbunyi. Aku langsung mengambilnya.
“Yoboseo.”
“Saengil chukae Min Ho....” ucap 4 suara di seberang sana. Aku langsung tersenyum mendengarnya.
“Gomawo semuanya. Kupikir kalian lupa ulang tahunku.”
“Pabo kau! Mana mungkin kami lupa. Kita kan keluarga, mana mungkin melupakan ulang tahunmu.” Ucap Key.
“Hyung...saengil chukae ne....jangan lupa bawa oleh-oleh yang banyak ya untukku!” ujar Tae Min.
“Ya, kau jangan dengarkan omongannya ya. Kau jaga kesehatanmu saja.” ucap Onew hyung.
“Ne hyung, gomawo.”
“Ya, kau sedang apa di sana? apa kau senang di sana?” kali ini Jong Hyun hyung yang bicara.
“Aku baru selesai syuting. Sedang istirahat saja. Kalian sendiri bagaimana? Apa Korea baik-baik saja?” ucapku sambil tertawa.
“Ya kau pikir kau ini siapa? Korea akan baik-baik saja kau tinggalkan! Hanya 1 orang saja yang merasa kehilangan.” Aku tahu betul ini suara Key.
“Mwo? Nugu? Tae Min-ah?”
“Pabo! Yeojachingu-mu bodoh! Min Di noona! Ia terlihat murung sejak kau pergi!”
Aku tersentak mendengar omongan Key. Dari tadi aku tidak mendengar suaranya. Hanya keempat namja bandmate-ku saja yang terdengar suaranya.
“Um, Key, apa aku bisa bicara dengannya?”
“Hah? tunggu aku panggilkan sebentar.”
“Yo, yoboseo.” Ucap suara di seberang sana.
“Yoboseo. Ya, kau tidak mau mengucapkan selamat padaku?”
“Um...saengil chukae Min Ho.”
“Gomawo. Ya, apa kau sedih aku tinggal?”
“Kau bicara apa sih? Jangan bicara yang aneh-aneh.”
“Sudah jujur saja, apa kau merindukanku? Apa kau sedih saat aku pergi?”
Ia mendesah pelan. “Terserah kau sajalah.”
“Hah, payah kau noona, seharusnya kau merindukan namjachingu-mu ini. Apalagi hari ini ia sedang berulang tahun.”
“Lalu kau maunya apa”
“Um....mau kau.”
“M, MWO! Apa maksudmu?”
Aku terkekeh mendengar teriakkannya. “Aku hanya bercanda, aku hanya ingin bertemu dengan kalian saja. Aku meridukan kalian berlima. Dan merindukan Korea.”
“Kau kan baru pergi, masa sudah merindukan Korea?”
“Entahlah, sebenarnya kalau boleh aku tidak mau pergi, tapi ini kan sudah menjadi tanggung jawabku.”
“Um...Min Ho...aku...aku....”
“Mwo?”
“Ya, cepat bicaranya! nanti mahal bayarnya!” celetuk Key.
“Min Ho sudah dulu ya. Umma sudah marah-marah, annyong.” Ia memutuskan hubungan telepon itu.
Aku tersenyum menatap layar ponselku.


Min Di POV.

Sudah seminggu Min Ho pergi. Entah kenapa aku merasa aneh. Aku merasa ada sesuatu yang hilang. Aku merasa kesepian.
Pabo. Aku sepertinya memang mulai menyukainya. Walaupun ia selalu bersikap seenaknya dan mempermainkanku, tapi aku tahu ia pria yang baik dan manis. Makanya aku bisa menyukainya. Huh...sedang apa ya dia sekarang?
Tiba-tiba Jong Hyun membuyarkan lamunanku dengan mengagetkanku. “WHA!” ucapnya tepat di wajahku. “Kenapa kau? Sepertinya sedang ada masalah ya? melamun saja.”
“Anni. Gwenchanayo.”
“Bohong!”
“Terserah kau!!”
“Heh adik kecil, kau tidak boleh bohong padaku, cepat bilang kau kenapa?”
“Ya, aku bukan adik kecilmu! aku seumur denganmu! Cuma berbeda bulan saja.”
“Sama saja. Seharusnya kau itu memanggilku oppa. Sama seperti memanggil Onew hyung.”
Aku menatapnya sinis. Lalu mengalihkan pandangan.
Ia balik menatapku. Ia sampai mengernyitkan alisnya, seolah sedang meneliti sesuatu padaku.
Aku mulai merasa risih padanya. “Ya, kau kenapa menatapku seperti itu? Aku risih tahu!”
“Kau memikirkan Min Ho ya?”
Aku langsung mendelik mendengar omongannya. “A, apa maksudmu!”
“Jujur saja, kau memikirkan namjachingu-mu itu kan? Kau merindukannya kan?”
“Dia bukan namjachingu-ku!”
“Ah sudahlah tidak usah berbohong, aku tidak akan bilang pada manajer hyung kok.”
“Aku serius Kim Jong Hyun! Aku bukan siapa-siapanya anak itu!”
“Hah, kau ini, walaupun kalian ini hobinya bertengkar tapi kan tidak bisa di pungkiri kalau kalian itu sepasang kekasih. Min Ho sendiri kan yang mengakuinya pada kami?”
“Dia membohongi kalian! Dia hanya mempermainkanku tahu!”
“Apa maksudmu?”
“Ia tidak sungguh-sungguh menyukaiku, ia hanya mau mempermainkanku saja, dan menipu kalian berempat saja.”
Jong Hyun makin tidak mengerti omonganku. “Kalau memang seperti yang kau bilang, kenapa waktu di wawancarai majalah itu ia bilang kalau ia sudah punya yeojachingu? Yang ia maksud itu kau kan?” tanya Jong Hyun sambil menunjuk ke arahku.
Aku mengangkat bahu.
“Ya, kau itu membuatku bingung tahu! Sebenarnya apa sih yang terjadi antara kau dan Min Ho?”
“Tidak ada apa-apa.”
“Lalu, status kalian berdua sekarang sebenarnya apa?”
“Hah? um....aku juga tidak tahu? Yang pasti aku bukan kekasihnya. Chingu? Entahlah...sepertinya bukan juga. Mungkin sama dengan kalian semua. Aku ya asistennya, asisten kalian, SHINee.”
“Jadi, Min Ho, membohongi kami semua?!”
Aku mengangguk.
“Matilah anak itu! Ia pasti habis di bunuh Key sampai ia tahu!”
Aku langsung memikirkan perkataan Jong Hyun. Aku langsung memikirkan nasib Min Ho kalau sampai Key tahu ia hanya membohongi mereka semua. “Ya, ya, ya, kau jangan bilang ini pada siapapun ya? termasuk Key. Aku....aku takut....”
“Mwo?”
“Aku...aku takut Min Ho......di hajar Key....”
“Hah? ya, sebenarnya kau ini memiliki perasaan apa sih padanya? Suka atau benci?”
“Entahlah, kadang aku membencinya, kadang aku menyukainya.” Jawabku jujur. Aku langsung menyadari apa yanga kuucapkan barusan. Aku langsung melirik Jong Hyun yang duduk di sebelahku ia tersenyum licik.
“Ya....kau menyukai Min Ho kan sebenarnya?! Iya kan??!”
“A, aku...aku...”
Ia malah tertawa. “Hahahaha....jadi kau benar-benar menyukainya ya? makanya kau mau saja ia mengakuimu yeojachingu-nya. Ya kan?”
“A, aku....huh, entahlah. Sepertinya kau senang sekali sih membuatku terpojok?”
“Ya, besok anak itu akan pulang, nanti kau pasti akan menjemputnya kan?”
“Anni, manajer oppa saja yang menjemputnya.”
“Hah, kau ikut saja!”



to be continue...

Minggu, 20 Juni 2010

DILEMA~~~



SAYA MENGALAMI DILEMA~~~

apa yang harus saya lakukan kawan~~~~


saya harus pilih sapa diantara ketiga namja ganteng2 inih!!!!!


CHOI MIN HO SHINee yg cool, charismatic, sexy & selalu bikin saya gila tiap waktunya


JUNG IL WOO yang senyumnya bikil saya melted~~~


or

KIM SUNG JE SUPERNOVA yg cute-nya ampunampunan yg baru saya kenal & langsung bkin saya selingkuh ke dy...


UWAAAHH~~~~~ saya jadi bingung.....*garuk2 tanah*

saya selingkuhin Minho~~~~*soalnya dy pacar pertama saya..*


maap ya min...noona berpaling~~~abis noona ga tahan sama aura-nya Il Woo oppa & Sung Je oppa...



tapi kayaknya saya udah ada keputusannya deh..(??)
Minho saya jadikan namjachingu, kekasih, pacar, tunangan, belahanjiwa, soulmate, calon suami & calon bapak dari anak2 sayah nantinya...
Il Woo oppa saya jadika TTM saja ya oppa~~
Sung Je oppa jadi selingkuhan & selingan kalo lagi BT / berantem ma Minho...
(kaga mao rugi 3,3 nya di embat juga!!)

*author lagi stres tingkat akut gara2 mao UAS & tugasnya ga kelar2...*

Sabtu, 19 Juni 2010

Stand By Me - part 5 (FF Series)

CAST :
Lee Jin Ki / Onew SHINee
Kim Jong Hyun SHINee
Kim Ki Bum / Key SHINee
Choi Min Ho SHINee
Lee Tae Min SHINee
Kim Min Di (author)



Min Di POV.

Kami harus berjalan selama kurang lebih satu jam untuk sampai ke kantor majalah itu. Selama perjalanan aku terus sibuk membaca catatan kegiatan SHINee selama sebulan ini yang baru tadi pagi di berikan manajer oppa. Sedangkan kelima member SHINee itu malah tidur semua. Betapa menyenangkannya hidup mereka?
Tiba-tiba Min Ho menyenderkan kepalanya ke pundakku. Aku langsung mengangkat kepalanya. Tapi ia tetap tidak mau bergerak.
“Aku pinjam pundakmu. Kalau kau masih mau hidup, lebih baik kau setuju saja. Atau aku akan bilang pada manajer hyung kalau kau terus menggodaku dan memintaku menjadi kekasihmu.” Ucap Min Ho sambil tetap terpejam.
Aku langsung terdiam. Aku tidak mau ia mengatakan fitnah itu pada manajer oppa. Bisa-bisa aku langsung di pecat saat ini juga. Dan mencari pekerjaan di zaman sekarang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Sampai kantor majalah itu kelima namja itu langsung di make up dan di tata busananya. Aku hanya melihat mereka berlima saja yang sedang bekerja. Mereka hebat. Pikirku. Mereka berlima masih sangat muda-muda, seumuran denganku, tapi mereka sudah mendapat tanggung jawab sebesar ini. Mereka sudah bekerja keras di usia muda seperti ini. Aku salut dengan mereka berlima.
Selesai sesi pemotretan itu mereka langsung duduk di sofa di ruang make up. Aku langsung memberikkan mereka masing-masing air mineral. Tapi pekerjaan itu belum selesai, setengah jam lagi mereka masih harus mengadakan sesi wawancara.
Akhirnya semua pekerjaan mereka selesai juga hari ini. Mereka berjalan pelan ke van, aku hanya memperhatikan mereka dengan wajah melas.
“Oppa...kau kelihatan lelah.” Ucapku pada Onew hyung.
Ia malah tersenyum dan mengacak rambutku. “Anniyo, ini kan memang pekerjaan kami.” Lalu ia berjalan masuk ke van.
Aku berlari ke minimarket dekat kantor majalah itu, balik dari sana aku langsung menyodorkan berbagai macam cemilan dan susu kotak pada mereka berlima. Mereka langsung menyerbu kantung itu.
“Tada...aku punya hadiah untuk kalian...”
“Wah....” ucap mereka berlima ceria. Dan langsung menyerbu isi kantung itu.
“Wah..ada banana milk!” ujar Tae Min ceria.
“Wah keripik kentang.” Ujar Jong Hyun.
“Ya Noona, kau mau membuat kami menjadi gemuk ya? Kau membelikan makanan yang merusak kami saja.” Ucap Key sambil menyipitkan matanya.
“Ah kau Key, masih saja memikirkan masalah dietmu itu.” Ujar Onew oppa sambil mengunyah sekantung cemilan.
“Diam kau Lee Jin Ki! Aku tidak mau sampai aku seperti bocah itu, yang perutnya sebentar lagi meledak karena kebesaran!” ejek Key ke Jong Hyun.
Jong Hyun langsung berhenti mengunyah dan melempar Key dengan sekantung cemilan yang belum di buka.
Lalu Min Ho malah mengambil cemilan itu dan membukanya, lalu ia malah berebut cemilan itu dengan Tae Min.
Aku hanya tersenyum melihat kelakukan mereka berlima yang seperti anak kecil.
“Ya, kau tumben bersikap baik dengan kami?” ujar Min Ho.
“Tentu saja hyung, kan sekarang ia sudah menjadi calon keluarga kita, kan ia....” mulut Tae Min langsung di bekap Min Ho.
Tae Min langsung kelihatan takut. “Mianhe...aku lupa...”
Saat turun aku lihat Key membisikkan sesuatu pada Tae Min. “Awas sampai kau keceplosan mengatakan hubungan mereka berdua di depan orang lain, termasuk manajer hyung. Bisa kacau semuanya.”
“Ne Umma, aku tadi lupa...”

Aku turun terakhir sambil membawa sekantung properti yang mereka bawa tadi di bantu oleh manajer oppa. Lalu Min Ho menarik kantung di tanganku dan berjalan mendahuliku.
Lalu ia berbalik. “Ya, sampai kapan kau mau berdiam di situ?”
Lalu aku langsung berjalan menyusulnya.
“Ya, seharusnya kau bilang hal tadi padaku, bukan Onew hyung, kan aku namjachingu-mu, bukan ia. Kau bukan sengaja membuatku cemburu kan?” godanya.
Aku menatapnya. “Ha, kau lucu sekali sih Choi Min Ho. Untuk apa aku membuatmu cemburu? Dan ingat, aku bukan yeojachingu-mu! Aku hanya asistenmu. Asisten SHINee!”
“Kau yeojachingu-ku.”
“Anni! Jangan bercanda Min Ho, ini sama sekali tidak lucu!”
“Ya, seharusnya kau itu merasa beruntung karena aku mau menjadi namjachingu-mu. Kau kan tahu banyak gadis yang ingin menjadi yeojachingu-ku.”
“Aku sama sekali tidak merasa beruntung, justru sebaliknya! Aku tahu kau tidak benar-benar menyukaiku, kau hanya mau menyiksaku kan? Menyiksa batinku!”
Min Ho tersenyum licik. “Kau memang gadis pintar Kim Min Di. Makanya aku menyukaimu.”
“Diam kau pabo!”

Author POV.

Hari ini mereka berlima di suruh manajer mereka datang ke kantor SM. Min Di tidak ikut karena ia harus masuk kuliah, karena hari ini ada tes yang sangat penting. Kalau ia tidak mengikutinya ia bisa di DO dari kampusnya.
Saat sedang di kantin Min Di melihat majalah yang sedang di baca salah seorang gadis. Beberapa orang gadis itu terlihat sedang membahas berita yang terdapat di majalah itu. Saat ia lihat di halaman majalah itu terdapat foto kelima pria yang saat ini sangat dekat dengannya, kelima pria yang tinggal bersamanya selama enam bulan ini. SHINee.
Karena merasa penasaran ia meminjam majalah itu dari salah satu gadis itu, saat membaca artikel itu mata Min Di langsung membulat, sangking kagetnya mata bulat gadis itu sampai hampir melompat keluar.
Omona....apa-apaan ini? Apa yang di tulis di sini? Apa ini memang kenyataan atau hanya gosip semata? Omo....bisa kacau semuanya sampai semuanya tahu tentang hal ini.

Lalu Min Di langsung berlari pulang ke apartemennya, apartemen SHINee. Sampai sana ia tidak mendapatkan siapapun. Mereka belum pulang. Batinnya.
15 menit kemudian kelima namja itupun pulang. Min Di langsung berjalan ke arah pintu. Ia melihat wajah kelimanya terlihat lemas dan tertekuk. Ia tahu kalau telah ada yang terjadi diantara mereka. Apalagi Min Ho, wajahnya benar-benar tidak enak di pandang, ia kelihatan sangat sedih dan kacau.
Onew langsung merebahkan tubuhnya ke sofa di ruang tengah. Min Di langsung duduk di sebelahnya. “Um....o, oppa...sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kalian terlihat lemas? Um...Min, Min Ho kenapa? Apa ada masalah?”
Onew tersenyum. “Kau sudah baca majalah hari ini?”
Min Di mengangguk pelan.
“Kurasa kau sudah tahu apa masalahnya.” Ia mengambil nafas. “Min Ho di marahi manajer hyung karena sudah berkata yang aneh-aneh.”
“Ja, jadi aku benar. Karena masalah itu...jadi yang ia bilang benar? Itu bukan hanya gosip murahan saja?”
Onew menggeleng.
“Mi, mianhe...semua ini karena aku...”
“Anni, ini bukan karena kau, ini salah Min Ho sendiri. Ia terlalu asal bicara, tidak memikirkan dampaknya pada dirinya sendiri dan kami. Padahal ia tahu kalau manajer hyung sangat galak dan profesional.”

Min Di berjalan ke kamarnya gontai.
“Pabo kau Choi Min Ho, untuk apa sih kau bilang kalau kau sudah mempunyai yeojachingu? Aku kan bukan yeojachingu-mu? Kau kan hanya mau mempermainkanku. Hah...kalau begini kan aku jadi merasa bersalah pada mereka berlima. Kalau manajer oppa tahu semua ini aku dan Min Ho bisa-bisa mati di tangannya...Omo...bagaimana sekarang....” keluh Min Di.
Saat menoleh ke ranjangnya. Di sana terdapat sebuah kotak dan kartu ucapan berwarna pink. Ia langsung membuka kotak itu.
“Headphone?”
Lalu ia membaca kartu yang terdapat di atas kotak itu.

Noona, mianhe aku sudah merusak headphone-mu waktu itu. Maaf juga kalau aku baru bisa menggantinya, dan maaf lagi karena aku tidak bisa mengganti dengan yang sama persis. Penjaga tokonya bilang hanya tinggal yang berwarna pink ini saja, yang putih seperti milikmu sudah habis. Jadi aku membelikan yang ini saja.
Semoga kau suka.

Choi Min Ho

Min Di tersenyum membaca kartu itu, tapi tanpa ia sadari air matanya turun melewati pipi mulusnya.
“Pabo kau Min Ho, kau memang pabo namja. Pabo...”

Flash back.

Min Ho sedang bermain game bersama Tae Min dan Onew di ruang tengah. Karena kesal kalah tanding dengan Onew ia langsung membanting buku di hadapannya dan membanting tubuhnya ke sofa.

KREK.

Ada bunyi sesuatu yang sepertinya terduduki olehnya. Ia langsung bangun dan mengambil bantal yang menutupi benda itu. Saat ia lihat ada sebuah headphone berwarna putih dengan gambar bintang hitam di tengahnya.
“Ya, ini punya siapa?” tanyanya sambil mengacungkan benda itu.
Tae Min menoleh ke arahnya. “Oh, punya Min Di noona.”
“Mwo?! Min Di noona punya? Bukan punya Key?”
“Key hyung punya kan yang berwarna pink dan bintang hitam, kalau yang kau pegang itu punya Min Di noona.”
“Mati aku!”
“Memang kenapa?” tanya Onew.
“Hah? a, aku...aku tidak sengaja mendudukinya...”
“MWO!” pekik Tae Min dan Onew.

Min Di datang dan mencari headphone-nya yang tertinggal di sofa tadi. Tapi ia tidak menemukan benda itu.
Onew, Min Ho dan Tae Min hanya diam saja menatap TV di hadapannya.
“Ya, apa kalian ada yang melihat headphone-ku?”
Mereka bertiga menggeleng.
Lalu Min Di mencari lagi. Saat berjalan kakinya tidak sengaja menyentuh sesuatu, saat ia melihat kebawah ia melihat headphone-nya sudah pecah dan rusak. Ia memunggutnya dan menggenggamnya erat. “YA! SIAPA YANG MERUSAK INI!”
“Bukan aku noona! Sungguh!” ucap Tae Min ketakutan.
“Aku juga bukan!” ucap Onew.
Min Ho malah berdiri. “Aku yang merusaknya. Tadi aku tidak sengaja mendudukinya.”
“Apa kau bilang? Apa kau tahu aku membeli benda ini memakai gaji pertamaku? Sudah lama aku ingin membeli benda ini, tahu kau! Hah!”
“Kan aku sudah bilang kalau aku tidak segaja! Kau ini tuli ya!” jawab Min Ho tak kalah sewot.
“Kau memang tak punya otak Choi Min Ho. Kau pria paling menyebalkan yang pernah aku temui!” lalu Min Di berlari ke kamarnya.

End of flash back.



to be continue...