Hello, SHINee World in here~~ ^o^

Sabtu, 18 September 2010

Anything For You (part 4)

Cast : Lee Jin Ki, Kim Jong Hyun, Kim Ki Bum, Choi Min Ho, Lee Tae Min, Kim Min Di (me, author), Han Hye Rim (Ika Onnie)

Little inspired from SHINee`s School of Rock >.<

Jong Hyun POV.

“Aku pulang~~” ujar Min Ho lemas.
“Oh..uri yoedongsaeng sudah pulang ternyata.” Ucapku sambil tersenyum jahil.
Min Ho langsung duduk di sofa dengan lemas. Sedangkan Tae Min langsung kabur ke kamarnya untuk berganti pakaian. Maklum mereka masih memakai seragam sekolahnya, dan itu adalah seragam wanita.
Aku langsung duduk di sebelah Min Ho. “Ya Min Jeong, kenapa kau? Kenapa wajahmu seperti itu? Biasanya kalau pulang kau selalu menceritakan tentang gadismu itu.”
“Namaku Min Ho, hyung, bukan Min Jeong.”
“Tapi kau kan masih memakai baju itu?” ucapku sambil menunjuk dirinya.
“Hah..terserah kau sajalah hyung.”
“Kau kenapa? Sakit ya?” tanyaku sambil memegang dahinya.
“Ne. Sakit hati.”
“Mwo? Apa maksudnya?”
“Noona. Noona menyukai orang lain.”
“Maksudmu gadis yang kau sukai itu? Sepupunya Ki Bum itu?”
Min Ho mengangguk. “Apa kau tahu hyung siapa yang ia sukai?”
Aku menggeleng. “Pabo kau, mana aku tahu? Wajah gadis itu saja aku tidak tahu.”
“Jin Ki hyung. Lee Jin Ki.”
“M, mwo? J, Jin Ki hyung? Bagaimana bisa?”
Akhirnya Min Ho menceritakan semuanya padaku dengan detail.

“Hah..kenapa jadi seperti ini?”
“Aku benar-benar sakit hati hyung. Aku mau mati saja rasanya. Aku sudah capek-capek menyamar demi dia, tapi ia malah menyukai orang lain. Dan itu adalah Jin Ki hyung.”
Aku menepuk pundaknya. “Ya, kau jangan patah semangat begitu, kalau kau memang menyukainya kau harus mempertahankannya sampai kau mendapatkannya. Araso?”
“Tapi hyung...”
“Ah pokoknya tidak ada tapi-tapian! Kau sudah berkorban seperti ini, masa kau mau menyerah begitu saja? Lagipula gadis itu kan juga belum pernah melihat sosokmu sebagai Min Ho. Siapa tahu kalau ia melihatnya ia langsung tergoda olehmu.”
Anak itu tersenyum dan memelukku. “Gomawo hyung, memang hanya kau yang mengerti masalah seperti ini.”
“Ya, ya Choi Min Ho, kau masih normal kan?”
Ia melepaskan pelukannya. “Memang kenapa hyung?”
“Anni, kalau kau bersikap seperti ini nanti aku bisa jatuh cinta padamu lagi, Min Jeong. Habis kalau di lihat-lihat kau cantik juga sih.” Ucapku sambil tersenyum jahil.
Min Ho langsung melepas wignya dan berlari ke kamar.
“Huahahaha...hah sayang kau wanita jadi-jadian, kalau kau wanita sungguhan pasti kau sudah menjadi yeojachingu-ku.”


Author POV.

“Ki Bum, kau akan mengundang noona kan? Iya kan?”
Ki Bum menatap Min Ho dengan sinis. “Ya, kau sudah tanya hal itu 100 kali dalam 1 hari. Aku sudah muak mendengarnya!”
“Ah, kau jawab saja kenapa sih! Kau mengundang Min Di noona kan?”
“NE, NE AKU MENGUNDANGNYA!! PUAS KAU!!”
Min Ho tersenyum.
“Tapi aku tidak yakin kalau ia akan datang....” ucap Ki Bum pelan.
“Mwo? apa maksudnya?”
“Noona kurang suka acara yang ramai seperti ini. Jadi aku tidak yakin kalau ia akan datang.”
“Ah pokoknya ia harus datang! Kau harus membujuknya. Ya Ki Bum?”
“Kau ini kenapa sih sebenarnya? Sepertinya ngebet sekali mau bertemu noona, padahal kan kau tiap hari juga bertemu dengannya?”
Min Ho tersenyum. “Aku mau menemuinya sebagai Choi Min Ho. Bukan Choi Min Jeong.”
Ki Bum mengeryitkan matanya. “Oh, jadi kau mau menampakkan wujud aslimu ya padanya? Baguslah kalau begitu. Kasihan noona kau bohongi terus selama ini.”

Min Ho berjalan ke arah Jin Ki yang sedang membaca komik.
“Hyung, besok yeojachingu-mu juga akan datang kan?”
Jin Ki menatap Min Ho heran. “Memang kenapa kau tanya seperti itu?”
“Anni, aku hanya bertanya saja. Kau mengundangnya kan?”
“Ne, memang kenapa?”
“Ah aku hanya ingin bertemu dengan yeojachingu-mu saja hyung.” Ucapnya sambil tersenyum polos.
“Kalian kan sudah pernah bertemu dengannya?”
“Ah pokoknya kau harus undang yeojachingu-mu ya?” lalu ia berjalan meninggalkan Jin Ki yang kebingungan.
“Sebenarnya anak itu kenapa sih? Yang ulang tahun siapa yang heboh siapa? Dasar anak aneh!”


“Tae Min, aku sudah tampan kan?” tanya Min Ho pada Tae Min sambil merapihkan bajunya.
Tae Min menganguk. “Ne hyung kau sudah tampan. Paling tampan se-Korea malah! Jadi kau tenang saja, Min Di noona pasti akan menyukaimu.”
Min Ho hanya tersenyum. Padahal dalam hatinya ia merasa agak takut.

Hari ini ulang tahun Ki Bum. Dan ia akan merayakannya di salah satu restoran. Karena Min Di merupakan kakak sepupunya jadi Ki Bum sudah pasti mengundangnya.
Min Ho sudah memutuskan kalau hari ini ia akan menemui Min Di sebagai wujud aslinya, sebagai seorang namja sejati, sebagai ‘Choi Min Ho’. Jadi ia sudah mempersiapkan semuanya sejak kemarin. Ia terus-menerus merapihkan pakaiannya yang sebenarnya tidak kenapa-kenapa.
“Hyung, itu noona datang!” ucap Tae Min.
Min Ho langsung mencari sosok yang sudah di tunggunya sedari tadi.
Ia melihat Min Di datang bersama Hye Rim. Gadis itu hari ini tampak manis dengan dress pink dan bolero putih, ia juga mengenakan wedges tali-tali pink dan bando dengan hiasan kupu-kupu bertabur berlian kecil.
Itu salah satu hal yang di sukainya dari Min Di. Gadis itu selalu tampil stylish dan manis.

Min Di berjalan dengan malu-malu di sebelah Hye Rim. Bahkan ia terus memegangi lengan Hye Rim.
“Ya Kim Min Di, sampai kapan kau mau bergelayut padaku seperti ini? kau pikir aku Omma-mu apa?”
“Ah onnie, kau kan tahu perasaanku bagaimana!”
“Hah, sampai kapan sih kau mau seperti ini? kau kan sudah dewasa Min Di, kurasa sebaiknya kau memulai hidupmu yang baru. Kau bahkan sudah menyukai seorang pria. Itu kan tandanya kalau kau sudah mulai bisa menghilangkan trauma-mu itu?”
“NOONA~~” teriak Ki Bum dan langsung menghampiri kedua gadis yang sedang berdebat itu.
“Annyong Ki Bum, saengil chukae ne.” Ucap Hye Rim.
“Gomawo noona. Noona, untung kau mau datang.” Ucapnya sambil menatap Min Di.
“Memang kenapa?” tanya Min Di polos.
“Gwenchana. Oh iya kau tampak manis hari ini noona.” Ucap Ki Bum sambil tersenyum.
“Go, gomawoyo.”

+++

Min Di duduk sendirian di meja itu karena Hye Rim sedang ke kamar kecil. Tiba-tiba ada sebuah gelas yang melayang di wajahnya. Ia yang kaget lagsung menatap ke atas. Ia mendapati seorang pria yang sedang tersenyum.
“Kau mau coba ini?” ucap pria itu.
Min Di menggeleng. “Gamsahamnida.”
Pria itu malah duduk di sebelah Min Di.
Apa mau namja ini sebenarnya? Kenapa ia malah duduk di sebelahku?
“Kau noona-nya Ki Bum ya?”
“N, ne, dari mana kau tahu?”
Ia malah tersenyum. “Aku teman sekelasnya. Namaku Min Ho. Kau?”
“Min Di..Kim Min Di.”
“Nama yang manis. Semanis orangnya.”
Ucapan Min Ho berhasil membuat pipi Min Di memerah dan agak bergidik.
“Kau datang sendiri ya noona?”
“A, anni, aku datang dengan temanku.”
“Oh~”
Sedari tadi Min Di sama sekali tidak menatap Min Ho yang duduk di sebelahnya, ia malah memperhatikan sekumpulan orang yang berdiri di depan piano itu.
“Noona, sebenarnya kau memperhatikan siapa? Kok sepertinya dari tadi kau melihat ke arah piano itu terus?”
“Bukan siapa-siapa.”
Huh, noona, kau pasti memperhatikan Jin Ki hyung kan? Aku kan sudah ada di sebelahmu noona, masa kau masih memperhatikan pria lain. Apa aku kurang tampan ya buatmu?
“Kau memperhatikan Jin Ki hyung ya?”
Min Di langsung tersentak dan menatap namja yang duduk di sebelahnya. Min Ho malah tersenyum. “Aku tahu kok kau sejak tadi memperhatikannya.”
“Da, dari mana kau tahu? Memang, kau mengenalnya ya?”
“Ne, ia salah 1 teman sekamar kami. Dan ia hyung tertua kami.”
“Uri?”
“Ne, aku, Ki Bum, Tae Min dan Jong Hyun hyung. Kau tahu kan kalau Ki Bum tinggal berlima dengan chingu-nya?”
Min Di mengangguk. Jadi..namja itu yang merupakan oppa-nya Tae Yeon adalah teman sekamarnya Ki Bum?

Sejenak mereka berdua hanya diam.
“Um Min Ho..apa, aku boleh tanya sesuatu?”
“Apa noona?”
“Um..apa, apa kau tahu siapa yeoja itu? Yeoja yang tersenyum pada Jin Ki-ssi.”
“Hah? oh dia, dia yeojachingu-nya. Malahan mereka sudah mau bertunangan. Lulus kuliah nanti hyung akan menikahinya.”
Wajah Min Di terlihat agak sedih. Min Ho yang melihat perubahan air muka gadis itu langsung merasa bersalah.
Mian noona aku membohongimu. Padahal Jin Ki hyung baru 4 bulan berpacaran dengannya. Mana mungkin mereka mau bertunangan secepat itu?
“Um...noona, apa kau suka berjalan-jalan?”
“Kenapa memang?”
“Apa..lain kali kau mau kuajak jalan-jalan?”
“Mwo?” Min Di menatap Min Ho, lalu ia mengangukkan kepalanya.
Min Ho langsung tersenyum lebar.

+++

“Ya, Lee Tae Min, itu gadis yang Min Ho sukai ya? itu kakak sepupunya Ki Bum yang membuat kalian berdua menyusup dan menyamar jadi wanita?” tanya Jong Hyun.
Tae Min menganggukkan kepalanya. “Ne, itu Min Di noona.”
“Pantas saja anak itu tergila-gila padanya, wajahnya sangat manis dan terkesan polos atau lugu. Kalau aku jadi dia juga pasti aku akan jatuh cinta.”
Tae Min mengeryitkan matanya. “Hyung, kau jangan berpikiran yang aneh-aneh deh, jangan coba-coba merebut noona dari Min Ho hyung kalau kau tidak mau di hajar olehnya.”
Jong Hyun hanya cengengesan saja

Min Di POV.

Jadi namja itu sudah mempunyai kekasih ya?
Hah, kalau begitu aku salah menyukainya dong? Kenapa bisa begini ya? Aku jadi bingung.
Lalu, kenapa Min Ho begitu baik padaku ya? Padahal kan kami baru sekali bertemu.
Kenapa aku mau saja ya diajak pergi dengannya?
Kenapa aku merasa nyaman ya dengannya? Aku tidak merasa takut seperti saat bersama namja lainnya.

“Yang tadi siapa Min Di?” tanya Hye Rim onnie.
“Ah, oh dia chingu-nya Ki Bum. Namanya Min Ho.”
“Dia tampan ya Min Di.” Ucap onnie sambil tersenyum.
“Onnie apa-apaan sih?”
“Ya, aku benar kan? Namja itu memang tampan kan? Sepertinya ia sendirian Min Di, kenapa kau tidak mendekatinya saja?”
“Onnie~~”

+++

Noona, apa hari Minggu besok kau mau keluar denganku?

Choi Min Ho

Aku menatap layar ponselku. “Dari mana ia mengetahui nomorku? Ah, pasti dari Ki Bum.”

Sejenak aku hanya menatapnya saja. Tidak melakukan apapun. Namun akhirnya aku mengirim balasannya juga.

Baiklah. Jam 11 di taman kota.

Kim Min Di

+++

Aku memperhatikan diriku di depan cermin. Sesekali aku memutar tubuhku sambil memperhatikannya dari atas ke bawah. Aku menghela nafas. “Huh..sepertinya...ini pertama kalinya aku pergi keluar dengan seorang namja?” aku memegang dadaku. “kenapa jantungku deg-degan ya?”
“Onnie, kau mau kemana?” tanya Tae Yeon yang sudah ada di belakangku.
Aku langsung berbalik ke arahnya. “Oh, kau Tae Yeon. Aku, aku mau pergi.”
“Kemana onnie?”
“Um..um..aku juga tidak tahu mau kemana.”
“Mwo? kau pergi sendiri?”
“Hah? ah anni, aku, aku pergi dengan temanku.”
Tae Yeon tersenyum manis. “Baiklah kalau begitu. Selamat bersenang-senang ya.”
Aku membalas senyumnya. “Gomawoyo.”
Ia hendak berjalan.
“Tae Yeon!”
Ia berbalik lagi ke arahku. “Wae?”
“Min Jeong kemana? Kok aku tidak melihatnya sejak pagi?”
“Hah? oh, itu, anu...um...Min Jeong onnie sedang...sedang...ah iya! Pergi dengan kakaknya, iya ia sedang pergi dengan kakaknya. Hehehe..”
“Oh begitu.”


to be continue....

Senin, 13 September 2010

Lyric Shout Out - SHINee (with Eng. Sub)


Romanization :

[Key] A-yo, we’re back
Uh uh, uh uh
Let’s shake it up

*[Key/Minho] Niga deutji mot.haedo I won’t give up
Ee jekkeot mweol neukkyeowatdeon I won’t give up
Jigeum boji mot.haedo I won’t give up
No, I won’t give up, cause I won’t give up

Nan niga deutji mot.haedo I won’t give up
Ee jekkeot mweol neukkyeowatdeon I won’t give up
Jeoldae boji mot.hae I won’t give up
No, I won’t give up, cause I won’t give up*

[Key] Saero.oon eumakeul jeop.hae neon mweol wonhae
Yuhaengiran cham bbeonhan deja vu
Hwaryeohan geotmoseupae hok.hae, oh
Na.ae gonwae neon sang.sang mot.hae
[Minho] Jungmal kkeutchi natna gamdongeul neukkil chalna
Keun jeonyuleul jeonhal soongan geudaen imi eodiro gatna
Nae jintong keun gotongeul geochin my music
Bureuji mot.hamyeon nothing

*Repeat

[Minho] Jungche.sungi bujok.han che saenggak eopneun che
Mohohan moonchaek biyang.shimjeokin taedoga taebanin taesae
Soot.han bokjae hamburo daehaneun geotdeuli moonjeya dodaeche

[Onew] Yeah, eereok.hae ddo mikkeudung
Amugeotdo moreun chae eo.ani bung
[Taemin] Seureureuk hoomchyeo ganeungeol bwa
Man, what’s wrong man? Noonchi motchael.kkabwa

*Repeat

[Key] Naega eumakeul haneun eeyun hana ([Jonghyun] One)
[Minho] Naega gyeon.dyeo.oon apeumeul ala ([Taemin] You know)
[Onew] Jomyungi bichoon naega daga anya ([Jonghyun] Moreugaetji)
[Key] One click, finished
[Minho] Done
[Jonghyun] Sorry, yeojeonhee byunhan.eopneun nae yeoljungi
Hayan baekjireul haneopsi jjijeun gasaro bijeun melody
[Onew] Mam gipi gieok.dwael music ojik neon geugeotman
Wonchi namgyeojin geon machi ([Jonghyun] Na.ae gachi)
[Taemin] Neomu shwipgae soyuhaji neon moreuji
Nae noonmulae euimi jeoldae jeoldae jeoldae

*Repeat

[Key/Minho] Niga deutji mot.haedo I won’t give up
Ee jekkeot mweol neukkyeowatdeon I won’t give up
Jigeum boji mot.haedo I won’t give up
No, I won’t give up, cause I won’t give up


Translations:

[Key] A-yo, we’re back
Uh uh, uh uh
Let’s shake it up

*[Key/Minho] Even if you can’t hear me, I won’t give up
What have I felt up to now, I won’t give up
Even if you can’t see me now, I won’t give up
No, I won’t give up, cause I won’t give up

Even if I can’t hear you, I won’t give up
What have I felt up to now, I won’t give up
Even if you can never see me, I won’t give up
No, I won’t give up, cause I won’t give up*

[Key] I found out about new music, what do you want
Saying it’s a trend is pretty obvious deja vu
I’m addicted to your impressive outward appearance, oh
You can’t imagine my agony
[Minho] It’s really the end, while I felt moved
The moment I felt a huge shock
Where have you already gone to
My music has gone through
My pain, my huge torment
If I can’t sing, I’m nothing, uh

*Repeat

[Minho] I lack an identity, I don’t have any thoughts
You’re mostly vague rebukes and irresponsible attitude
People that mindlessly treat themselves
To so many duplicates are a problem, why

[Onew] Yeah, I slip like this again
I don’t know anything, I’m dumbfounded
[Taemin] I see you quietly stealing
Man, what's wrong, man?
You think I wouldn't notice?

*Repeat

[Key] There’s one reason why I do music ([Jonghyun] One)
[Minho] It knows the pain I’ve endured ([Taemin] You know)
[Onew] I’m not entirely lit up by the spotlight ([Jonghyun] You wouldn’t know)
[Key] One click, finished
[Minho] Done

[Jonghyun] Sorry, my unchanging passion is
The melody made by lyrics that endlessly shreds white paper
[Onew] Music that you’ll remember deep within your heart
That’s the only thing you want, what’s left is like (My value)
[Taemin] I pull it off so easily, you don’t know
The meaning of my tears, never, never, never

*Repeat

[Key/Minho] Even if you can’t hear me, I won’t give up
What have I felt up to now, I won’t give up
Even if you can’t see me now, I won’t give up
No, I won’t give up, cause I won’t give up


a/n: really love this song~~~>.<
so rock!! & because this part of rap made self by my hubby (Choi Min Ho >.<)
hope you like it to~~~~

Jumat, 10 September 2010

happy ied 1431 H...^^

MET LEBARAN YA SEMUANYA~~~~^^


Maafin gw kalo2 punya salah ma kalian2..baik yg di sengaja / nggak
semoga amal ibadah kita sebulan kemaren selama puasa bisa di terima oleh Allah S.W.T
AMIIIINNNN..........



gw mao ngucapin lebaran + minta maap sama keluarga gw..temen2 gw, temen2 kampus khusunya anak desain grafis UMB angkatan `08. maafkan sayah ya kawan2~~~~

trus buat temen2 baru gw di FB nae dongsaengi yg buanyak bgt...(nisa, wulan, meutia, chaerunisa*nisa*, hana, dll)

buat onnie gw khususnya ika onnie..^^ (juga ana onnie, dinda onnie, mega onnie dll)

buat roza~~^^

buat temen2 di SHINeendonesia


danbanyaklainnya~~~~


+++++


tadi pan gw solat ied tuh ye. sue bgt gw...-____-"


pertama2 gw mao nanya,
kata orang anak kecil itu like an angel, tak berdosa sama sekali.

TAPI KENAPA PADA KENYATAANNYA TIAP GW TERAWEH BAHKAN SOLAT IED SEKALIPUN MEREKA SELALU NGANGGUIN ORANG2 YANG LAGI SOLAT!!!

*they like a little devil...*


kesel gw! kalo ga nangis, dengan jumawa tuh bocah bediri di depan sajadah gw pas gw mao sujud!!

arrrhhhgggg...untungnya anak orang! kalo nggak udah gw pites tu bocah!! jantung gw udah deg2 ser takut2 tu bocah nongkrong depan congor gw, & terbukti...-____-"


heran gw, dikata angel tapi kok kelakuannya like a devil...

maap ya buat yg punya anak kecil,

gw saranin sama emaknya tolong di tinggal ajalah anaknya di rumah daripada ganggu orang yg mao khusu` ibadah...



YAUDAHLAH, SEKALI LAGI GW MAO UCAPIN MET IDUL FITRI 1431 H~~~
MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR & BATHIN~~~



>>udah ah, gw mao capcus dulu ke rumah camer gw di Incheon (rumanye Minho SHINee, fiance gw.)
trus ke rumah Taemin, (selingkuhan gw) mao minta salam tempel sama emak bapake
trus mao ke dorm SHINee, mao sungkem ma Key Umma, Onew Appa & Jjong Oppa (padahal gw ma die seumur, cumang beda bulan...)



okeh...dadah babay all....
ppo ppo...>.< *HOOOEEKKKK*

Rabu, 08 September 2010

Anything For You (part 3)

Cast : Lee Jin Ki, Kim Jong Hyun, Kim Ki Bum, Choi Min Ho, Lee Tae Min, Kim Min Di (me, author), Han Hye Rim (Ika Onnie)

Little inspired from SHINee`s School of Rock >.<


Author POV.

Min Di berjalan dengan tertunduk ke arah perpustakaan. Ia membawa buku yang di peluk di dadanya dengan erat. Karena ia tergesa-gesa ia sampai tidak sadar kalau di depannya ada seseorang. Akhirnya ia pun bertabrakan dengan orang itu.
“Ah chwesong hamnida.” Ucap Min Di sambil mengambil bukunya yang jatuh. Saat melihat siapa yang di tabraknya matanya langsung melebar.
“Gwenchanayo?” tanya orang itu.
“N, ne, ne gwenchanayo…”
Orang itu tersenyum. “Jin Ki imnida. Kau?”
“M, Min, Min Di imnida…k, kau ada keperluan apa di sini? Ini kan sekolah khusus wanita.”
Jin Ki malah tertawa. “Aku tahu kok. Lagipula aku juga sudah kuliah. Aku mau menjemput adikku.”
“Adikmu?”
“Ne, namanya Tae...Lee Tae...”
Mati aku! Aku lupa nama perempuan Tae Min! Hah...harusnya tadi aku bertanya pada Ki Bum dulu...
“Lee Tae Yeon maksudmu?”
“Ah ne! Lee Tae Yeon. Apa kau mengenalnya?”
Min Di mengangguk. “Dia teman sekamarku.”
“Oh..kebetulan kalau begitu.”
“OPPA~~~” teriak Tae Min dan langsung menghampiri Jin Ki.
“Tae..Yeon. Hahaha..apa kabar kau?”
“Ah aku sangat merindukanmu!” ucap Tae Min sambil memeluk Jin Ki.
“Permisi, aku harus pergi.” Ucap Min Di sambil berlalu.


“Kau dari mana onnie? Kenapa lama sekali?”
“Mian Min Jeong, tadi ada sedikit masalah.”
“Masalah? Masalah apa?”
“Ah, anniyo.”
Min Ho mengeryitkan matanya, penasaran.
“Min Jeong-ssi ada yang mencarimu.”
“Nugu?”
“Entahlah, orangnya ada di ruang kepala sekolah.”

Min Ho berjalan ke ruang kepala sekolah dengan rasa penasaran. “Siapa yang mencariku?”
Saat ruang kepala sekolah ia menemukan Tae Min sedang tertawa bahagia dengan Jin Ki yang duduk di sampingnya.
“Hyung?”
“Annyong Min..Jeong.” ucap Jin Ki sambil tersenyum.
Min Ho menghampiri mereka berdua. “Kau mau apa ke sini? Apa ada masalah?”
“Anni. Hanya ingin menjenguk kalian. Ki Bum bilang ia rindu pada kalian, ia bilang kalian di suruh pulang mumpung ini akhir pekan.”
“Aku mau~~~~” ucap Tae Min riang. “Aku sudah sangat merindukan Ki Bum hyung dan Jong Hyun hyung. Hyung kita pulang ya hari ini?” bujuknya ke Min Ho.
“Baiklah terserah kau saja.”

Apartemen mereka berlima.

“Aku pulang~~~” teriak Tae Min kencang.
Ki Bum dan Jong Hyun langsung menghampirinya.
“Aigo Tae Min...bogosiphoyo...” ucap Ki Bum sambil memeluknya.
“Na do hyung.”
“Wah yeodongsaeng kita sudah pulang ternyata. Apa kabar kalian? Apa menyenangkan sekolah di sana?” goda Jong Hyun.
“Ya kudengar kalian sekamar dengan noona-ku ya? Ya, kau tidak melakukan apapun kan padanya?” tanya Ki Bum ke Min Ho.
“Mana bisa aku melakukan apapun ke dia kalau wujudku sebagai Min Jeong?”
“Bagus kalau begitu!”
“Ya, kok kalian memakai baju pria? Mana wig dan baju wanita kalian?” tanya Jong Hyun.
“Tadi kami ganti di jalan. Aku sudah bosan memakai wig itu.” Ucap Tae Min sambil cemberut.

Malamnya.

“Bagaimana rasanya? Apa menyenangkan?” tanya Jong Hyun pada Min Ho yang sedang menonton.
“Apanya?”
“Hah pabo kau! Menyamar menjadi wanita, tidur sekamar dengan wanita dan tiap hari hanya melihat wanita. Pasti menyenangkan. Iya kan? Apalagi kau sekamar dengan gadis yang kau suka itu.”
Min Ho menatap Jong Hyun tajam. “Kau mau tahu rasanya?”
Jong Hyun mengangguk semangat.
“Kau tahu, di hari pertama aku sudah melihat Min Di noona hanya memakai handuk keluar dari kamar mandi. Tiap hari aku selalu tidur sambil memandang wajahnya, rasanya bagai di surga hyung. Kalau kau jadi aku pasti kau sangat bahagia.”
“JINJA!! ja, jadi kau sudah melihat tubuh gadis itu?!?!”
Min Ho mengangguk dan tersenyum licik.
“Hah, kalau tahu aku yang membantumu bukan Tae Min! Kan lumayan tiap hari aku bisa cuci mata.”
“Dasar playboy! Otakmu isinya hanya wanita....saja!” ucap Min Ho lalu berjalan ke dapur.

+++

“Tae Min bagaimana rasanya menyusup ke sekolah itu? Pasti kau sangat menderita ya?” tanya Ki Bum perhatian.
“Lumayanlah hyung, aku harus memakai wig dan rok tiap hari. Awalnya sangat menderita, aku harus duduk yang rapat dan manis. Hah..betapa menderitanya aku hyung...”
“Aigo...gara-gara anak itu kau sampai menderita!”
Tae Min tersenyum. “Tidak apa-apa kok hyung, aku kan hanya membantu Min Ho hyung. Kan kalau ia berhasil dengan Min Di noona aku kan juga dapat upah. Hehehe...”

Tae Min POV.

Walaupun aku hanya pulang 2 hari tapi rasanya sudah sangat menyenangkan. Aku bisa menjadi LEE TAE MIN lagi seutuhnya! Huahahaha...aku sudah bosan terus-terusan memakai wig dan rok sial itu. Untungnya noona-noona itu baik semua padaku.
Hari ini aku dan Min Ho hyung harus balik lagi menyamar menjadi yeoja. Huh...sampai kapan sih penderitaan ini harus berakhir??

+++

“Um, Tae Yeon, apa kau memiliki seorang oppa?” tanya Hye Rim noona.
“Mwo? Oppa??”
Maksud Hye Rim noona siapa sebenarnya? Jin Ki hyung, Jong Hyun hyung atau Ki Bum hyung? Atau....Min Ho hyung?
Tapi sepertinya yang terakhir tidak mungkin. Lalu siapa yang di maksud?
“Mian onnie, oppa-ku yang mana ya?”
“Itu, yang kemarin katanya menjemputmu.”
“Oh...Jin Ki oppa? Memang kenapa onnie?”
“Um..itu, itu....”
“Waeyo onnie? Bilang saja padaku.”
“Um..Min Di...sepertinya menyukai oppa-mu...”
Aku merespon kata-kata Hye Rim noona sejenak sambil mengangguk-anggukkan kepalaku. “MWO!! IA MENYUKAI JIN KI OPPA!!”
“Ya, memang kenapa? Kenapa kau sampai berteriak seperti itu?”
“A, anni, bu, bukannya Min Di onnie trauma pada pria? Kok dia bisa menyukai oppa-ku?” tanyaku heboh.
“Aku juga heran. Ia bilang sendiri padaku seperti itu. Ia bilang ia tidak bisa melupakan wajah oppa-mu itu.”
Mati kalau sampai Min Ho hyung tahu gadis yang di sukainya malah menyukai pria lain, dan orang itu adalah Jin Ki hyung!

Aku langsung berlari ke perpustakaan tempat mereka berdua berada.

“MMWOO!! KAU MENYUKAINYA!!” teriak seseorang yang kukenal suaranya

Min Ho POV.
Aku dan Min Di noona sedang di perpustakaan, karena hari ini giliran kami menjaganya.
Ia duduk manis di sebelahku sambil mencatat buku-buku yang di pinjam.
“Um..Min Jeong, sepertinya aku sudah mendapat jawaban pertanyaanmu waktu itu...”
“Pertanyaan? Pertanyaan apa onnie?”
“Um..pria seperti apa yang aku sukai.”
“Benarkah? Seperti apa orangnya?” tanyaku antusias.
Ia tersenyum malu-malu. “Orangnya...tampan, manis, dan senyumnya sangat manis. Membuatku sampai tidak bisa tidur...”
“Mwo? Kau, kau sedang menyukai seseorang ya?”
Ia mengangguk sambil tersenyum.
“Nu, nuguseyo?”
“Um...oppa-nya Tae Yeon.”
“Mwo? Nugu?”
“Iya, oppa-nya yang kemarin datang menjemput kalian. Pria yang memiliki mata yang sangat kecil itu...”
“Mak, maksudmu...J, Jin Ki o, oppa?...”
Ia mengangguk.
Mataku langsung membesar mendengar pernyataannya.
“Min Jeong, aku, aku menyukainya...” kulihat wajahnya memerah.
“MMWOO!! KAU MENYUKAINYA!!” teriakku.
“ONNIE!!!” teriak seseorang dari arah pintu. Ia berlari menghampiri kami berdua dan menarikku keluar.

“Kau gila ya hyung?!?!? Kenapa kau berteriak seperti itu!! Suaramu menggelegar tahu sampai ke luar! Kau mau penyamaranmu ketahuan ya!”
“Aku kaget Tae Min! Aku tidak sadar kalau aku bisa berteriak seperti tadi.” Ucapku sambil berkacak pinggang.
“Aku tahu apa sebabnya.” Ucapnya menatapku. “Masalah Jin Ki hyung kan? Noona menyukainya kan?”
“Kau tahu dari mana?!”
“Hye Rim noona. Ia tadi tanya padaku.”
“Ja, jadi....”
Aku langsung berlari masuk ke dalam menghapiri Min Di noona.
“YA KAU MAU KEMANA!!” teriak Tae Min. Tapi aku malah menghiraukannya.

“Kau dari mana Min Jeong? Tae Yeon mana?”
“O, onnie, kau, kau benar-benar menyukainya?”
Ia mengangguk pelan.
“Kau serius? Bukannya kau bilang kau itu trauma pada pria? Bagaimana bisa kau menyukainya? Bahkan kau baru sekali bertemu dengannya.”
“Aku, aku juga tidak tahu. Namja itu senyumnya membuatku terus mengingatnya...aku rasa aku mulai menyukainya...”
Aku menghela nafas.
Matilah aku kalau begini, ia malah menyukai Jin Ki hyung yang baru sekali di lihatnya. Noona, seharusnya kau menyukaiku, anni, maksudku aku sebagai Choi Min Ho. Aku sudah mati-matian mendekatimu sampai menyamar menjadi seorang wanita segala, kau malah menyukai orang lain. Kalau begitu sih namanya penjuanganku sia-sia.

+++

Aku duduk di atas kloset itu sambil memegang handuk. Sangking kesalnya aku melepas wig yang kupakai dan membantingnya ke lantai dengan emosi.
“Hah..harusnya kan kau menyukaiku! Kenapa malah Jin Ki hyung?” rutukku kesal.
Mungkin kalau mandi rasa kesalku bisa hilang terbawa air, mungkin otakku juga bisa lebih jernih lagi.

Tok..tok..tok..

“Min Jeong, apa kau sudah selesai? Aku mau masuk...” ujar Hye Rim noona.
Aku langsung menghentikan kegiatanku. “Hah? se, sebentar lagi onnie.”
“Aigo..aku sudah tidak tahan..aku mau pipis...ayolah cepat keluar, kau sudah 45 menit di dalam.”
Aku langsung memakai handuk dan mencari wig sial itu.
“Aigo, mana benda terkutuk itu? Aish pabo! Kenapa ia tidak ada? Kenapa tadi aku melemparnya sih?”
“Min Jeong~~~cepatlah~~aku sudah tidak tahan..kau mau aku mengompol di sini ya?”
Aku langsung panik dan akhirnya wig sial itu ku temukan juga. Aku menghela nafasku lega dan membereskan pakaianku.
“Mian onnie membuatmu menunggu.” Ucapku dengan senyuman. Ia malah langsung menggeserku dan masuk ke kamar mandi.
Fyuh..untung saja ketemu, kalau tidak bisa mati aku.

to be continue...

Sabtu, 04 September 2010

BukBer~~~

waktu hari selasa kemaren (31-agust.-2010) gw bukber ma temen2 SMA gw (lebih tepatnya sih sahabat2 gw) kita berempat (Gw, Euis, Hafie ma Yoland+his baby) bukber di sarinah thamrin.

tadinya sih mao ke Plangi a.k.a plaza semanggi, tapi berhubung jakarta macetnya najisnajisan kalo udah mulai sore akhirnya kita ke tempat yang deket dari rumah gw aja yg merupakan tempat kita kumpul, Sarinah.

gw pikir bakal rame banget di foodcourt-nya, eh kagak taunya sepi~~~~
akhirnya kita dapet duduk dah..bahagianya~~~^^

sampe jam 7 terus kita balik dah ke rumah gw. (yoland balik duluan soalnya dia di jemput.)udah lama banget gw ga kumpul2 bareng mereka selain ma Euis yang mukenye tiap ari gw liat gara2 dia 1 kampus+1 jurusan+1 kelas mulu ma gw...-____-"
jadi ya lumayan ngobatin kangen deh..^^


~~~~


nah...besoknya pan gw kuliah yah tuh, eh dengan indahnya dosenya ga dateng!!!
kampret!
akhirnya anak2 yg skelas ma gw cuma geleprakan di koridor gedung D yg sempit ituh sambil ngobrol tentang film & buku2 yg little bit horror & thriller. sampe jam 10-an.


terus akhirnya pada mabur,

gw, euis, tiwi, onya ma feny dll turun ke depan lapangan basket *sumpah udah kayak orang bener aja kita..*

akhirnya kita ngomongin masalah bukber. nah karena besoknya kita pulang sampe sore kita niat mao bukber dah.

dan selama seharian itu perut gw dengan suksesnya perih ga ketulungan..
*yo oloh...gw dosa appan sih???*

dah, pada hari kamisnya (1-sep-2010) kita udah duduk manis di atrium kampus sambil nunggu jam 3 trus mao cabut ke Puri, eh gara2 klamaan nunggu jam 3 akhirnya atas usul ibu sonya kita ngabuburit sambil nonton di CBD.

bagus banget piliha pilm-nya.
Hunting Party.

Demi Tuhan gw ga ngarti tuh pilm!!!
pan gw udah bilang gw ga demen ma pilm jenis begituh, dan otak gw ga teralu bis nangkep cerita berat kayak gitu.

akhirnya di biskop gw ngantuk2 sambil dengerin MP3 di HP gw aja sambil ngotak-ngatik HP.

Setan bgt tu film! bikin gw jantungan mulu!
puasa2 nonton film kayak gitu!! dodol!!

akhirnya jam 5 lewat kita langsung capcus ke empat makannya di Dadu (seafood restorant)
udah lama gw ga makan seafood. jadi bahagia~~ahahahah~~
oh iya itu kita perg ber6. (Gw, Euis, Tiwi, Onya, Feny ma Gowok)

saat makanan itu datang langsung kita serbu dengan binalnya!
kampret banget tuh kepiting saus padang, udah dagingnye cumang seemprit, PEDESNYA AMPUN2AN!!
Gw udah minum segelas tetep aja bibir gw berasa panas!

dan dengan indahnya kepiting si tiwul di bikin mental ma gowok!!
dodol! udah tau piting, malah di potong pake sendok garpu! ya mentallah!
kita cuma bisa ketawa2 dengan jumawanya aja..

tapi seru banget kok^^
gw seneng bisa bukber with my all best friend`s^^

Love u all~~~