Hello, SHINee World in here~~ ^o^

Jumat, 09 April 2010

my absurd day & saengil chukae Jjonghyunie~~~

kemaren harusnya gw dapet mata kuliah filsafat seni, tapi entah kenapa pak Edy (sang dosen itu) kaga dateng. padahal anak2 sekelas udah nungguin sampe jam setengah 1 siang. (kuliahnya kelar jam 1)

pokoknya kelakuan anak2 grafis pada absurd2 banget dah. dari yang main bekel, main kartu, ngegosip, cuma bengong2 aja, nontonin temennya, gambar2 absudr (baca:ngerjain tugas)

pokoknya tuh koridor lantai 3 gedung E penuh berserakan anak2 grafis yang kebanyakkan angkatan `08.
akhirnya karena dosen ga dateng2 anak2 mulai pada cabut dah. makanlah, ngapainlah saya juga ga tau pada mao ngapain.

gw pun dengan temen2 gw cabut sekitar jam setengah 1an buat makan, perut kami udah pada nyanyi minta di isi.



PS: lo tau ga seh...kalo di kampus gw ada mahluk yang menurut gw mirip sama LEE TAE MIN SHINee!!
sumpah dah gw, tuh anak mirip banget ma taetae-ku yang cute itu.
dari manis2 nya, kalem2 nya, gerak-geriknya danlainlainnya!!
tapi kalo saya boleh jujur emang gantengan tae sih, tapi nih anak juga ga kalah manisnya dari tae..
sampe klo sekelas gw terus perhatiin dy....mulu!
mehehehe....


(ngapa kaga ada yang mirip Mino ya??!! klo ada nanti saya bisa gela lagi?!?!!?)



eh...saya lupa, ternyata kemaren ulang tahunnya Jonghyun.
sang bling bling SHINee yang umurnya seumuran sama saya..(kaga ada yang nanya!)

yasudlah kalau begitu karena saya salah satu SHAWOL, saya ucapin SAENGIL CHUKAE KIM JONGHYUN-SSI....^^
klo di umur Korea klo ga salah yang ke 21 (?!?!)


semoga dirimu makin eksis, makin keren suaranya, makin tenar, makin gokil, makin absurd, tapi jangan makin licik & suka gangguin member SHINee yang laen ya...
mehehehe....>.<>

yah pokoknya wish u all d best lah...

nih saya kasih hadiah kumpulan potonya Jjong dari awal SHINee sampe penampilan terbarunya..

cekidot!!



klo gw pribadi sih paling suka sama pic yang ke2 ma yang terakhir..Jeha ganteng banget di situ!!

Selasa, 06 April 2010

over the rainbow

kemaren di rumah gw, pas sekitar jam 6 kurangan gitu gw ngeliat pelangi. berhubung di rumah gw baru kelar ujan jadi tuh pelangi muncullah di langit rumahku...

yang pertama ngeliat sih nenek gw, nah gw yang belom pernah seumur-umur liat pelangi secara live langsung ngeloyor keluar kamar dan menatap langit ituh..
cuma satu kata yang bisa gw ungkapin.

KEREN BANGET!!!!

*kasihan sekali ya anak ini, sudah hampir 20 tahun tapi baru sekali ngeliat pelangi dengan mata kepalanya...ck...ck...ck...malang nian nasibmu Fahada...* gilak nya kumat
gw udah ga bisa berkata-kata lagi dah pokoknya, langsung gw abadikan saja dengan kamera poket kesayangngan gw ituh...

nih beberapa hasil jepretan gw..
maap kalo kurang jelas...maklum masih amatiran...


I Love My Job (FF series) part 1

I Love My Job

Cast :
Lee Jin Ki / Onew SHINee
Kim Jong Hyun SHINee
Kim Ki Bum / Key SHINee
Choi Min Ho SHINee
Lee Tae Min SHINee
Kim Min Di (author)


Author POV.

“APA! YOON HAE TIDAK MASUK! LALU BAGAIMANA!”
Gadis muda itu menggelengkan kepalanya. “Entahlah nona, aku juga bingung. Mana deadline sudah dekat lagi.”
“Apa kau tidak bisa menggantikannya?”
“Nona, kau kan tahu kalau aku juga sibuk.”
Wanita itu berkacak pinggang sambil mondar mandir di balik mejanya. “Panggil anak baru itu.”
“Baik Nona."

Lalu gadis tadi datang dengan seorang gadis berambut panjang dan mengenakan kacamata putih.
“Ada apa nona? Nona memanggilku?” ucapnya.
“Ne. Kau gantikan tugas Yoon Hae untuk mewawancarai SHINee.”
“Mwo! Kau bercanda kan Nona? Aku kan baru kerja di sini? Dan yang lebih parahnya aku baru pindah ke Seoul. Bagaimana aku bisa mengenali orang yang Nona maksud tadi? Lalu, bagaimana dengan pekerjaanku nanti?”
“Kau itu banyak omong ya! kau ini kan anak baru di sini. Seharusnya kau menuruti perintahku. Aku ini kepala penyunting di majalah ini. Masalah kerjaanmu kan bisa di gantikan. Kerjaanmu kan mudah, hanya mengecek iklan yang masuk ke majalah ini saja. Anak kecil juga pasti bisa melakukannya.”
“Tapi Nona, aku kan tidak mengetahui artis-artis Korea?”
“Nanti Jung Han akan memberitahumu. Pokoknya kau harus mau! Kalau tidak kau akan ku pecat!”
“Jangan Nona! Iya, iya aku mau...”


Min Di POV.

“Dasar nenek sihir! Kejam sekali sih! Dosa apa aku punya kepala penyunting seperti dia? Nona So memang tega! Sudah tahu aku baru pindah ke Korea, ia malah menyuruhku mewawancarai artis Korea!”

Aku memandang gedung tinggi di depanku itu. Aku menghela nafasku lalu masuk ke dalamnya.

“Min Di, siang ini kau harus ke SM Entertainment, di sana kau cari boyband bernama SHINee, sebenarnya kau hanya akan mewawancarai salah seorang personelnya saja sih. Key namanya. Ingat ya jangan sampai lupa!” ucap Jung Han.
Aku hanya menganggukkan kepalaku tanda mengerti.

Sampai dalam gedung itu aku melihat sekerumunan gadis-gadis sedang mencari sesuatu. Mungkin lebih tepatnya seseorang. Lalu saat aku ingin naik lift aku bertabrakan dengan seorang pria.
“Mianhe.” Ucapku sambil membungkukkan badan.
“Gwenchana.” Ucapnya lalu berlari ke luar gedung dengan tergesa-gesa.

Sesuai dengan perkataan wanita di balik meja resepsionist tadi, aku memencet tombol 5 di lift. Ia bilang orang yang ingin aku temui ada di lantai tersebut.
Saat sampai lantai 5 aku langsung celingak-celinguk mencari di mana orang yang akan kuwawancarai itu. Tapi celakanya aku sama sekali tidak mengetahui wajah orang itu!
Jung Han lupa memberitahuku wajah orang itu. Matilah aku! Berarti aku harus mencari tahu sendiri wajahnya.

Saat berjalan di lorong itu aku bertabrakan kembali dengan seseorang yang sedang tergesa-gesa. Dari bawaannya sepertinya ia adalah seorang make-up artist.
“Ah, mianhe.” Ucapnya sambil lari.
Karena ia terlalu kencang menabrakku kacamataku sampai jatuh.
“Aigo...di mana benda itu? Kalau ia hilang aku bisa mati!”
“Kau mencari ini ya?” ucap seseorang dan menyerahkan kacamataku. Lalu aku memakainya.
“Oh, gamsahamnida. Kalau tidak ada kau aku bisa mati.” Ucapku sambil membungkukkan badan. “Um...apa aku boleh tanya sesuatu?”
“Mwo?”
“Apa kau tahu di mana tempat SHINee berada?” tanyaku polos.
Ia mengernyitkan alisnya. “Mwo? Kau ini siapa sebenarnya? Apa yang mau kau lakukan di sini?”
“Oh, aku Kim Min Di. Aku dari majalah Shining Star, dan atasanku menyuruhku mewawancarai SHINee. Um...lebih tepatnya sih Key SHINee. Tapi aku tidak mengetahui seperti apa wajah mereka. Apa kau tahu?”
Ia berkacak pinggang dan mendengus. “Ya, apa kau tidak tahu kau sedang berbicara dengan siapa?!”
“Memang kau siapa?”
“Aku KEY! KEY SHINee! Orang yang sedang kau cari! Kau jangan bercanda nona, masa kau tidak mengenalku?”
“Oh....Jadi kau yang namanya Key?”
“Ne! Kau ini orang mana sih sebenarnya? Sampai tidak mengetahui tentang kami?”
“Tentu saja orang Korea! Kalau tidak aku tidak akan bisa berbahasa Hangul selancar ini kan!”
“Kalau kau memang orang Korea kenapa kau bisa tidak tahu tentang kami? Kau tidak tahu apa kalau kami sedang populer?”
Aish! Anak ini banyak omong sekali! Sombong sekali dia! Membangga-banggakan grupnya!
“Ya, sebulan yang lalu aku baru pindah dari Australia, makanya aku tidak tahu sama sekali tentang SHINee!”
“Kau benar-benar keterlaluan Nona!”
“Ya, sekarang bagaimana? Kau masih mau aku wawancarai kan?”
“Ya sudah ayo ikut aku.”


Ia membawaku ke suatu ruangan, sepertinya itu ruang rias. Karena di sana terdapat bayak meja dengan kaca besar dan peralatan make up yang banyak terdapat di meja.
“Di sini saja. Tidak apa-apa kan?” tanyanya sedikit ketus.
Aku mengaggukan kepala.
Lalu kami memulai sesi wawancara itu.


Author POV.

Onew, Jong Hyun dan Tae Min sudah berada di mobil van mereka. Mereka bertiga sedang menunggu Min Ho dan Key.
Tiba-tiba Min Ho masuk dan membanting pintu mobil. Nafasnya terdengar tersengal-sengal.
“YA! kau gila ya membanting pintu seperti itu!” ucap Jong Hyun.
“Mianhe hyung, aku tidak sengaja.”
“Kalian berisik sekali sih! Nanti Tae Min bisa bangun!” ucap Onew sambil melirik Tae Min yang tertidur di sebelahnya. “Kau pasti habis di kejar-kejar fans lagi ya?”
Min Ho mengangguk. “Untung aku berhasil kabur. Kalau tidak bisa kacau nanti.”
“Ya, Key mana? Kenapa kau tidak datang bersamanya?” tanya Jong Hyun.
“Bukannya Key ada janji wawancara ya?”
Jong Hyun melirik Onew yang duduk di belakangnya. “Hyung, kenapa kau tidak bilang sih? Kalau begini kan kita bisa menunggu di dalam saja! Untuk apa kita menunggu di mobil seperti ini?”
Onew tersenyum. “Hehe...mian, aku lupa.”

15 menit berlalu.

“Ah kenapa anak itu lama sekali sih?” ujar Jong Hyun gusar.
“Ya sudah aku hampiri saja ya dia.” Ucap Min Ho dan langsung turun dari mobil. Ia melirik kanan kirinya terlebih dulu. Lalu langsung lari ke dalam gedung.

“Ya Key, apa belum selesai?”
Key dan Min Di menghadap ke arah Min Ho yang sudah ada di ruang itu.
“Kau? Kau yang tadi kan?” tanya Min Di sambil menunjuk Min Ho.
“Ne, mianhe tadi aku tidak sengaja menabrakmu.”
“Gwenchana. Um, kau temannya dia ya?”
“Mwo?” Min Ho langsung menatap Key.
“Nona Kim ini dari majalah Shining Star, ia yang janji mau mewawancaraiku. Tapi hebatnya ia sama sekali tidak mengetahui tentang SHINee. Ia tidak mengetahui wajah kita berlima.”
“Ya Key, kan tadi aku sudah bilang apa alasannya?”
“Ne, ne. Jadi kau juga tidak tahu ya siapa pria itu?”
Min Di menggeleng.
Key tersenyum. “Kau benar-benar Nona, dia itu Choi Min Ho. SHINee flaming charismatic.”
“Oh...pantas tadi dia terburu-buru. Kau menghindari kerumunan gadis-gadis yang tadi ya?”
“Ne. Kau tepat.”
“Tentu saja dia bisa seperti itu. Dia itu kan salah satu member SHINee yang paling tampan, ya tapi aku jauh lebih tampan darinya.”
“Pantas....”
“Apanya?”
“Ah anni...” ucap Min Di sambil tersenyum.
Pantas saja. Memang dia sangat tampan. gumam Min Di.

Di Mobil SHINee.

“Jong Hyun, apa kau melihat MP3 player-ku?”
“Bukannya tadi kau kasih pada Key?”
“Benarkah?”
“Ne.”
“Ya sudah kalau begitu aku ambil dulu ya.”
“Ya, kau mau meninggalkan aku dan Tae Min berdua di sini hyung?”
“Ah, kalian kan sudah besar. Sudah awas.”


“Key apa MP3 playerku ada padamu?” tanya Onew tiba-tiba.
“Nah, kalau dia itu Leader kami, Onew namanya.” Ucap Key.
Onew hanya bengong. Lalu ia tersenyum pada Min Di.
“Annyonghaseyo naneun Kim Min Di imnida.”
“Annyong, Onew imnida.”
“Ya, tadi kau bilang nama Min Ho apa? Flaming charismatic? Apa maksudnya?”
“Kau keterlaluan Nona. Itu nama julukan kami. Kalau ia itu, sedangkan Onew hyung Leader, kalau aku Almighty Key. Mengerti?”
“Mwo?”
Nama aneh macam apa itu? Kenapa julukan mereka aneh-aneh sih? Padahal wajahnya tampan-tampan. Pantas saja mereka populer.
“Ya sudah, aku pulang dulu ya, wawancaranya sudah selesai kan?” tanya Key.
“Hah? oh iya sudah. Um...tapi apa aku boleh mengambil foto kalian bertiga?”
“Mwo? Kau kan hanya mewawancarai Key? Kenapa mau memoto aku dan Onew hyung juga?” tanya Min Ho.
“Um...sebagai dokumentasi dan kenang-kenangan saja. Biar aku tidak lupa tentang kalian.”
“Ya sudah. Aku mau kok.” Ucap Onew tiba-tiba. Key langsung menatapnya tajam.

Setelah puas memoto mereka, Min Di pun pamitan kembali ke kantornya dan mereka bertiga juga kembali ke dorm-nya.


Min Di POV.

Aku datang ke gedung itu lagi. Ke gedung SM Entertaiment. Kali ini aku di tugaskan mewawancarai band baru yang bernama C.N. Blue.
SHINee saja yang kata Key sudah debut sejak tahun 2008 saja aku tidak tahu, apalagi band baru seperti ini?

Saat baru masuk gedung aku melihat seseorang yang sepertinya aku kenal.
“MIN HO!” aku langsung memanggilnya.
Ia menoleh ke arahku dan tersenyum. Lalu aku menghampirinya.
Aku membungguk. “Annyong.”
“Annyong, kau sedang apalagi di sini?” ucapnya.
“Um, aku karus mewawancarai C.N. Blue. Temanku bilang mereka band baru ya?”
Min Ho mengangguk.
“Dan aku lagi-lagi tidak tahu seperti apa wajah mereka....”
Min Ho tersenyum. “Kau mau aku bantu?”
Aku langsung tersenyum sumringah. “MAU!”
“Ya sudah kalau begitu kau ikut aku.”

“Ini ruangan C.N Blue berada, kau tinggal masuk saja.”
“Gamsahamnida Min Ho-ssi.”
“Chonmaneyo. Oh iya, aku harus memanggilmu apa?”
“ Mwo? Um...apa ya? Min Di saja, bagaimana?”
“Memang kau seumur denganku?”
“Memang umurmu berapa?”
“Aku lahir tahun 1991. Kau?”
“Aku setahun di atasmu.”
“Oh...jadi kau seumur dengan Jong Hyun hyung, kalau begitu aku akan memanggilmu noona.”
“Noona?” tanyaku sambil mengernyitkan alis.
“Ne. Kan kau setahun lebih tua dariku. Aku sebagai yang lebih muda kan harus sopan.”
“Um...terserah kau sajalah.”
Lalu kami berdua tersenyum.

“Hyung! Kau bilang mau membelikanku susu! Kenapa kau malah ada di depan ruangan C.N Blue hyung?” ucap seorang pria berambut coklat dan berwajah manis. Lalu ia menghampiri aku dan Min Ho.
“Mianhe Tae Min-ah, aku lupa.”
Anak itu mengerucutkan bibirnya.
“Oh iya noona, ini Tae Min. Ia salah satu member SHINee juga. Ia maknae kami.”
“Annyong, Kim Min Di imnida.”
“Annyong, Lee Tae Min imnida.” Ucapnya sambil tersenyum manis.
“Kalau begitu aku pergi dulu ya noona.” Ucap Min Ho.
“Oh, iya. Gamsahamnida ya sekali lagi.”
Ia hanya tersenyum dan merangkul anak itu lalu pergi.



to be continue

Sabtu, 03 April 2010

(FF SHINee) Noona Saranghae part 2 (End)

Main Cast :
Kim Min Di (author)
Lee Tae Min SHINee

Other cast :
Lee Jin Ki / Onew SHINee
Choi Min Ho SHINee
Kim Jong Hyun SHINee
Kim Ki Bum / Key SHINee

Inspiration : Replay (Noona Neomu Yeppeo) Song. ^^ v

Tae Min POV.

“Tae Min, pokoknya nilai ujianmu kali ini harus bagus ya? Kalau tidak aku bisa di pecat oleh Omma dan Appa-mu.”
“Mwo? Noo, noona serius?”
“Ne. Kau memang tega padaku?” tanyanya memelas.
“Ne, noona aku akan belajar dengan giat.”

Akhirnya ujianku benar-benar mendapat nilai yang memuaskan. Aku benar-bena giat belajar kali ini. Aku tidak mau Min Di noona harus berhenti mengajarku. Karena kalau begitu nanti aku tidak akan bisa bertemu dengannya lagi.
“Noona! Nilaiku bagus noona! Kita berhasil!”
“Benarkah?” lalu ia menarik kertas yang ada di tanganku. Ia tersenyum dan tiba-tiba memelukku.
“Aigo...Tae Min, aku kan sudah bilang kalau itu memang anak yang pintar, cuma kau hanya sedikit malas saja. Chukae Tae Min-ah.”
Aku hanya terdiam di peluk olehnya. Dadaku terasa sesak dan penuh. Aku benar-benar kaget sekaligus bahagia. Ternyata begini rasanya jatuh cinta? Betapa menyenangkannya. Jantungku sampai mau lompat rasanya sangking senangnya.
“Mi, mianhe Tae Min-ah...” ucap Min Di noona tersipu.
“Gwenchana noona..” ucapku tak kalah malunya.

“Tae Min, sudah sore, aku pulang dulu ya?”
“Ne, noona. Sampai jumpa ya.”

Aku mengantarnya sampai pintu depan. Lalu saat aku lihat di depan pagar ada seorang pria yang sudah menunggunya. Lalu noona tersenyum padanya, sangat manis bahkan. Lalu ia naik ke motor pria itu dan memeluk pinggangnya dengan sangat erat.

Entah kenapa hatiku tiba-tiba rasanya sakit.

Siapa pria itu? Apa ia namjachingu-nya? Pria itu memang tampan dan sangat baik sepertinya. Buktinya ia rela menunggu dan menjemput noona. Kalau begitu, itu artinya kesempatanku sudah tidak ada dong....


Author POV.

Tae Min duduk lesu di sofa itu. Lalu Jong Hyun menghampirinya dan duduk di sebelahnya.
“Ya, kenapa kau bengong?”
“Ah, kau hyung. Kau baru datang?”
“Ne. Kenapa bibirmu kau majukan seperti itu?”
“Anni hyung. Gwenchanayo.” Ia terdiam sejenak. “Hyung, apa kau tahu bagaimana rasanya jatuh cinta?”
“Mwo? Kau kenapa?”
“Bagaimana rasanya hyung?”
“Hah? Lee Tae Min, kau ini kenapa sebenarnya? Aneh sekali sih?”
“Hyung, lalu kalau sakit hati itu bagaimana rasanya? Apa rasanya seperti mau mati? Apa rasanya jantungmu seperti di tusuk-tusuk hyung?”
Jong Hyun memperhatikan Tae Min dan bengong. Lalu ia tersenyum dan menepuk tangannya. “Aigo...aku baru mengerti. Kau sedang jatuh cinta ya Lee Tae Min! Siapa gadis yang beruntung itu?”
“Guru lesku.”
“MWO! KAU JATUH CINTA PADA GURU LESMU! KAU JATUH CINTA PADA GADIS DEWASA! AIGO TAE MIN-AH...AKU TIDAK MENYANGKA....”
“Hyung bisa tidak kau tidak berteriak? Kau mau aku di bunuh Omma-ku ya?”
“Mi, mianhe....”
“Ia masih berumur 20 tahun hyung. Seumur denganmu, hanya berbeda 3 tahun denganku.”
“Oh.....aku pikir kau menyukai seorang Ajuma.”
“Hah, kau hyung...”
“Siapa namanya?”
“Min Di noona. Kim Min Di.”
“Kim Min Di? Sepertinya aku pernah mendengarnya? Tapi di mana ya?” Jong Hyun berpikir-pikir mengingat. Lalu ia menjentikan jarinya. “Oh iya, aku ingat! Ia kakak sepupunya Ki Bum bukan?”
Tae Min mengangguk. “Tapi sepertinya aku sudah telat.”
“Apa maksudmu?”
“Tadi aku melihat ia di jemput oleh seorang pria, sepertinya namjachingu-nya.”
“Mwo? Oh...iya, gadis itu memang sudah memiliki namjachingu. Temannya Ki Bum juga. Bahkan ia yang membantu mendekati mereka berdua.”
“Jadi benar pria itu namjachingu-nya ya?”
“Orangnya putih, tinggi, rambutnya panjang, matanya besar, hidungnya mancung. Ya kan?”
Tae Min menganggukan kepala.
“Benar. Ia namjachingu-nya, namanya Choi Min Ho. Mereka sudah sekitar setahun berpacaran. Dan mereka teman satu kampus.”
“Oh....kenapa noona tidak bilang padaku ya kalau ia sudah mempunyai namjachingu?” Tae Min tersenyum. “Pabo ya aku? Untuk apa ia bilang padaku? Memang aku ini siapanya?”
“Ya, Tae Min-ah, kau benar-benar menyukai Min Di ya?”
Tae Min mengangguk. “Ia gadis yang sangat baik hyung. Ia sangat sabar dan manis. Aku menyukainya.”
Jong Hyun menepuk pundak Tae Min. “Sabar ya Tae Min. Aku ikut prihatin padamu.”
Tae Min tersenyum. “Aku tidak apa-apa kok hyung.”

Saat di kamarnya Tae Min memandangi dirinya di cermin. Ia mendesah dan berguman sendiri.
“Hah, bagaimana noona bisa menyukaiku? Aku ini kan hanya seorang anak SMA biasa? Wajahku tidak setampan hyung tadi, badanku juga sangat kurus. Orang-orang juga selalu bilang kalu aku ini seperti anak kecil. Mereka bahkan bilang kalau wajahku manis seperti anak perempuan. Aku memang bukan tandinganya.”


Tae Min POV.

Hari minggu ini kami berjanji bertemu di taman bermain. Saat aku lihat, ia datang berdua dengan seseorang. Dan tak lain orang itu adalah namjachingu-nya Min Di noona. Choi Min Ho hyung.
“Annyong Tae Min. Mian aku baru datang. Oh iya, kenalkan ini Min Ho.”
“Annyong, Choi Min Ho imnida.”
“Naneun Tae Min.”
“Um...Tae Min, tidak apa-apa kan aku mengajaknya?”
Aku tersenyum kecut. “Noona, apa kita bisa bicara sebentar?”

“Ada apa?” tanyanya saat kami sudah agak jauh dari Min Ho hyung.
“Pria itu siapamu sebenarnya?”
“Mwo? Oh, dia, dia namjachingu-ku. Maaf ya aku mengajaknya, kemarin ia menang tanding sepak bola. Dan sebenarnya ia ingin mentraktirku, tapi karena aku ada janji denganmu jadi ya dia aku ajak saja. Tidak apa-apa kan?”
Aku tersenyum kecut dan terpaksa lalu menganggukkan kepalaku dengan sangat susah dan berat.

Kami bermain sepuasnya di taman bermain. Sebenarnya aku agak kecewa noona membawa namjachingu-nya. Padahal aku sudah merencanakan akan menyatakan cintaku padanya. Tapi kalau hyung itu ada di sini bagaimana aku bisa mengatakannya? Bisa-bisa kalau ia kesal ia akan menghajarku habis-habisan lagi!

Kami bertiga duduk di bangku panjang. Lalu Min Ho hyung pergi ke kamar mandi. Cuma tinggal aku bedua dengan noona.
“Um...noona, aku, aku, sebenarnya ingin....” ucapku terbata-bata. “ingin, ingin mengatakan sesuatu padamu.”
“Mwo?”
Aigo...kenapa jantungku rasanya seperti mau copot ya? Aku jadi takut mengatakan hal ini. Padahal sudah semalamam aku berlatih menyatakannya.
“Ya Tae Min-ah, kau mau bicara apa sebenarnya?”
“Hah, oh iya itu, ini, aku, aku, aku menyukaimu!” ujarku cepat.
“M, MWO! Kau se, serius?” ia terlihat kaget.
Aku menganggukkan kepalaku. Wajahku terasa panas.
“Tae, Tae Min-ah, kau, kau tahu kan aku sudah mempunyai namjachingu?”
Aku mengangguk. “Aku tahu, tapi aku sudah tidak tahan lagi untuk mengatakannya padamu. Aku sudah tidak sanggup menahannya.”
“Mi, mianhe Tae Min-ah....aku tidak bisa membalas perasaanmu....”
Aku mencoba tegar dan tetap memberikannya senyuman. “Tidak apa-apa noona. Aku sudah tahu kok. yang penting aku sudah jujur padamu.”
“Mianhe....”
“Tidak apa-apa. Um...tapi kau masih mau menjadi temanku kan?”
“Tentu saja. Aku mau kok menjadi noona-mu.” Ucapnya sambil tersenyum dan mengelus kepalaku.

Min Di POV.

“Ya Min Di, kau yakin mengajakku?” tanya Min Ho.
“Mwo? Memang kenapa?”
“Yah...nanti anak itu merasa kesal lagi kau mengajak aku. Kan ia tidak mengenalku.”
“Ah diam saja kau. Aku yang akan menjelaskannya padanya nanti.”

Sampai taman bermain kami berdua langsung menghampiri Tae Min. Anak itu terlihat sangat berbeda hari ini. Ia mengenakan jaket kotak-kotak, kaus putih dan celana jins hitam robek-robek. Kalau aku boleh bilang, ia jadi terlihat lebih dewasa.
“Annyong Tae Min. Mian aku baru datang. Oh iya, kenalkan ini Min Ho.” Ucapku sambil menganggukkan kepala.
“Annyong, Choi Min Ho imnida.”
“Naneun Tae Min.”
“Um...Tae Min, tidak apa-apa kan aku mengajaknya?”
“Noona, apa kita bisa bicara sebentar?”

“Ada apa?”
“Pria itu siapamu sebenarnya?” tanyanya dingin.
“Mwo? Oh, dia, dia namjachingu-ku. Maaf ya aku mengajaknya, kemarin ia menang tanding sepak bola. Dan sebenarnya ia ingin mentraktirku, tapi karena aku ada janji denganmu jadi ya dia aku ajak saja. Tidak apa-apa kan?”
Ia tersenyum.
Sebenarnya aku juga jadi merasa bersalah padanya. Sepertinya ia tidak menyukai keberadaan Min Ho. Tapi mau bagaimana lagi? Aku tidak bisa menolak ajakan Min Ho. Tapi aku sudah terlanjur berjanji dengan Tae Min juga. Makanya aku satukan saja.

“Um...noona, aku, aku, sebenarnya ingin....ingin, ingin mengatakan sesuatu padamu.”
“Mwo?”
Anak itu malah terdiam sambil memainkan jari-jarinya.
“Ya Tae Min-ah, kau mau bicara apa sebenarnya?” aku mulai penasaran.
“Hah, oh iya itu, ini, aku, aku, aku menyukaimu!”
Mataku langsung terbelalak. Jantungku rasanya berhenti berdetak sangking kagetnya. “M, MWO! Kau se, serius?”
Ia menganggukkan kepalanya.
“Tae, Tae Min-ah, kau, kau tahu kan aku sudah mempunyai namjachingu?” ucapku pelan.
Ia mengangguk. “Aku tahu, tapi aku sudah tidak tahan lagi untuk mengatakannya padamu. Aku sudah tidak sanggup menahannya.”
“Mi, mianhe Tae Min-ah....aku tidak bisa membalas perasaanmu....”
“Tidak apa-apa noona. Aku sudah tahu kok. yang penting aku sudah jujur padamu.”
“Mianhe....”
“Tidak apa-apa. Um...tapi kau masih mau menjadi temanku kan?”
“Tentu saja. Aku mau kok menjadi noona-mu.” Ucapku sambil tersenyum dan mengelus kepalanya. Ia benar-benar menggemaskan.

“Gomawo noona sudah mau menemaniku.”
Aku mengangguk dan tersenyum. “Ne.” Lalu aku mencium pipinya. “Annyong Tae Min-ah.”
Anak itu kelihatan salah tingkah dan wajahnya memerah.


“Ya, kenapa tadi kau menciumnya?” tanya Min Ho saat sudah sampai rumahku.
Aku tersenyum. “Ia ternyata menyukaiku. Tadi ia menyatakan perasaannya padaku.”
“Aku sudah tahu.”
“Mwo?”
“Ne, terlihat dari tatapan matanya dan perilakunya padamu. Sangat manis dan sopan. Dan sepertinya ia sangat membenciku, karena sudah merebut kau lebih dulu.”
Aku tersenyum. “Ia anak yang manis dan lucu kan Min Ho? Kalau ia seorang boneka pasti aku akan memajangnya di kamarku dan selalu aku pandangi.”
Min Ho tertawa kecil. “Ya, kalau begitu kenapa tidak kau anggap aku saja bonekamu? Aku mau kok.”
“Aku yang tidak mau!”
“Waeyo?” tanyanya penasaran.
“Karena kau bukan bonekaku. Tapi pangeranku.”
Lalu ia mencium pipiku. “Saranghae tuan puti.”
“Na do. Aku juga mencintaimu pangeranku. Sangat malah.”
“Ya, kalau aku pangeran, yang tepat aku ini pangeran apa?”
“Um...” aku meletakan jari di daguku. “Pangeran katak.”
Ia langsung mengerucutkan bibirnya. Aku tidak tahan untuk tidak tertawa. “Mianhe Min Ho, aku kan hanya bercanda.”
“Mau-maunya kau menjadi tuan putri seorang pangeran katak. Kalau begitu kenapa kau tidak memilih anak manis itu saja?”
“Ya, kau ini cepat sekali marah sih. Kan aku hanya bercanda. Tae Min terlalu muda dan manis untukku. Makanya aku memilihmu, lagipula katak ini sangat tampan dan baik kok. Jadi aku memilihnya.”
Ia tersenyum dan mengelus kepalaku.

Author POV.

Sepulang dari taman bermain Tae Min masih saja tersenyum tidak jelas sambil memegangi pipinya. Jin Ki sampai keheranan melihat kelakuan adiknya.
“Ya, kau ini kenapa? Senyum-senyum dan terus memegangi pipimu?”
Tae Min menggeleng dan salah tingkah. “Ah, anni hyung, gwenchanayo..hehe...”

Seminggu kemudian.

“Kenapa noona tidak pernah datang lagi ya? apa ia marah karena aku menyatakan perasaanku waktu itu ya? tapi kalau marah kenapa ia mencium pipiku? Lagipula ia kan juga sudah berjanji masih mau menjadi temanku?” gumam Tae Min.

Jin Ki langsung masuk ke kamar dan menaruh tasnya di meja belajar, lalu menghampiri Tae Min yang sedang duduk di ranjangnya.
“Ini, ada titipan untukmu.” Ucap Jin Ki sambil menyerahkan sepucuk surat.
“Mwo? Apa ini? Dari siapa?”
“Dari Min Di. Katanya untukmu.”
Tae Min langsung mengambil surat itu dan membacanya.


Tae Min, mianhe

Mian kalau aku tidak memberitahumu kalau mulai sekarang aku sudah tidak menjadi guru lesmu lagi. Lagipula nilaimu kan sekarang sudah bagus-bagus. Jadi kau kan sudah tidak membutuhkanku lagi.

Mian, bukan maksudnya aku mau menghindar darimu. Aku makin sibuk dengan kegiatan kampusku. Makanya aku memutuskan untuk berhenti mengajarmu.

Aku tidak pernah marah dan membencimu kok. Malah aku sangat menyanyangimu. Kau itu anak yang baik dan manis. Seperti boneka ^^

Mian Tae Min-ah aku tidak bisa menerima perasaanmu. Bukannya karena aku tidak suka padamu atau apa, tapi kau kan tahu aku sudah mempunyai Min Ho. Dan aku sangat mencintainya. Makanya aku tidak mau melukainya.

Tapi aku masih mau menjadi noona-mu kok. Aku akan selalu ada setiap kau butuh aku.

Cinta itu kan tidak harus memiliki, jadi hubungan kita cukup sebatas noona dan dongsaeng-nya saja ya?

Bagaimana? Kau setuju kan?

Aku harap kau mau dan bisa menerima keputusan ini. Kau pria yang baik, aku yakin kau akan mendapat gadis yang lebih dari aku suatu saat nanti.

Asal kau tahu ya, kalau aku belum mempunyai namjachingu, mungkin aku akan menerima perasaanmu...hehehe...^^

Aku menyanyangimu Lee Tae Min...

Kim Min Di


Mata Tae Min agak berair saat selesai membaca surat itu. Ia sedih sekaligus senang dengan apa yang di tulis Min Di untuknya.

“Mungkin noona benar, kalau cinta itu tidak harus memiliki. Mungkin aku memang tidak bisa memilikinya sebagai yojachingu-ku, tapi aku masih bisa memiliki dia sebagai noona-ku. Noona-ku yang paling baik dan manis. Saranghae Kim Min Di noona...”



FIN

Jumat, 02 April 2010

curhatan anak stres...

kemaren waktu hari rabu pas mata kuliah multimedia, sumpah gw ga konsen sama sekali!!
konsen sih, tapi cuma dikit.
otak gw lagi dongdong tuh kemaren.

apalagi makin di akhir jam, makin penget cepet keluar gw..!!

di otak gw terus terngiang-ngiang satu kata...

GW PENGEN DENGERIN GET DONW!!!

HUA.....

saya ngebet banget mao denger suara my prince charming CHOI MIN HO ituh...
hiks...hiks...

akhirnya gw denger lewat MP3 HP gw ja...(wlopun klas gw belom klar padahal...-_-)
bodo dah, yang penting hasrat saya tersampaikan buat dengerin GET DOWN. ^^

MUAHAHAHA....

kemaren hari kamis, gara2 gw bosen makan di kampus mulu, atas ide teman saya yang bernama Sonya Widia, akhirnya kita pada makan di texas di CBD (Seakalian jalan2 lah, masa udah setengah taon gw kuliah tapi ga tao daerah sekitar?? gembel amat!!)

akhirnya gw jalan ber6 sama temen2 gw.
Gw, Onya, Tiwi, Euis, Feny & Abas (namjachingu-nya Feny)

sampe sana mah kita langsung menjalankan misi dan tujuan awal buat makan.
abis itu pada ngajakin jalan2 ya udah gw mao aja..

yg ada bukannya jalan2, tapi cuma naek turun eskalator kaga jelas mao ngapaen..-_-
ke 21 cumang mao liat pelm apa yang lagi keluar..

(gemana mao nonton! duit gw di dompet tinggal 10 rebu!!)

akhirnya selesai survey yang amat sangat tidak jelas itu kita balik, tapi sebelumnya beli es krim dulu,

kelarnya gw sakit perut gara2 kekenyangan...
ampun dah...

mana pulangnya macet banget lagi!
nyampe rumah jam 6 gw..

aigo aigo aigo....